Kategori: COACHING & CONSULTING

  • MERANCANG PROSES BISNIS INTERNAL

    Sahabat-sahabat pembisnis yang budiman, dalam bisnis sering kita dengar istilah PBI (Proses Bisnis Internal). Instrument PBI ini menjadi salah satu indikator yang dinilai dalam KPI (Key Performance Indicator).

    Dari beberapa referensi, saya mencoba untuk menyederhanakannya sebagai berikut:

    Perusahaan yang bagus harus ada struktur organisasi yang jelas ibarat bermain bola. Tapi jangan seperti sepak bola kampung, di mana ada bola di situ seluruh pemain mengepung. Bahkan penjaga gawang pun terkadang ikutan nimbrung.

    Berbeda dengan sepak bola profesional yang masing-masing pemain memiliki posisi, fungsi, peran dan jobdesc yang jelas. Masing-masing bertanggung jawab pada “Wilayah Kerja” masing-masing yang sudah disepakati bersama sejak awal.

    Untuk memastikan semua hal tersebut berjalan dengan baik, maka HRD harus memiliki kurikulum pelatihan yang berkesinambungan, pola kontrol yang disiplin, evaluasi yang obyektif dan perbaikan yang tak berkesudahan (Kaizen).

    Pengawalan terhadap Proses Bisnis Internal ini tidak kalah penting dibandingkan dengan goal dan action plan yang terkadang terkesan normatif.

    Menurut Franklin Covey dalam The 4 Disciplines of Execution: “Seventy Percent of Strategic Failures are due to poor execution of leadership. It’s rarely for lack of smarts or vision.”

    Intinya 70% penyebab kegagalan bukan karena tidak mampu merencanakan, tapi karena kurang mampu dalam PELAKSANAAN.

    Askan Setiabudi

    Founder SBA

    (Star Business Academy)

    JAKARTA

    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220

    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA

    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya

    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG

    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang

    Mobile : 0857-5505-9965 / 0858 1219 5551

    Pin BB : 5E0C2C45

    Email :

    indonesiasukses@yahoo.com

  • Success Entrepreneur Mindset with NLP

    Sahabat-sahabat sekalian, saya yakin Anda sudah tahu apa itu NLP (Neuro Linguistic Programing) kan? Kalau kita belajar NLP, maka kita akan temukan buanyak sekali manfaatnya. Baik untuk pengembangan diri, komunikasi, marketing, bisnis, keluarga, politik, dan sebagainya.

    Kali ini saya akan membahas manfaat NLP untuk meraih kesuksesan dalam bisnis, terutama kaitannya dengan mindset.

    Guru NLP saya mengatakan, apabila kita menghendaki adanya perubahan dalam diri seseorang, maka ubahlah mindsetnya. Ketika mindsetnya berubah maka akan berubah perilakunya.

    Nah, kali ini kita akan bahas beberapa contoh mindset negatif dan cara mengatasinya. Contoh beberapa mindset negatif dalam bisnis atara lain: mindset yang meyakini bahwa dirinya tidak mampu atau tidak berbakat untuk bisnis, ragu kalau bisnisnya bisa besar, takut mencoba peluang-peluang yang baru, takut jika bisnisnya nanti besar malah mengganggu ibadah, dan sebagainya.

    Hal-hal diatas sering dikenal dengan istilah mental block. Nah bagaimanakah peran NLP dalam memperbaiki mindset tersebut?

    Sahabat, kita semua tentu sudah tahu kalau perilaku kita dipengaruhi oleh alam bawah sadar kita, sampai 88%. Alam bawah sadar kita, terisi oleh berbagai hal selama bertahun-tahun. Dimana menurut Deepak Chopra (seorang psychoanalis USA), sesuatu nilai yang kita amini maka akan terulang-ulang di otak kita sebanyak 65 ribu kali dalam sehari. Hal tersebut bisa masuk ke alam bawah sadar dan bisa menjadi anchor (jangkar) yang mempengaruhi sikap dan prilaku kita.

    Nah mari kita jujur, mindset negatif apa saja yang sudah mendominasi alam bawah sadar kita, sehingga kita belum berani memulai bisnis, sehingga bisnis kita sering gagal atau bisnis kita tidak kunjung berkembang, dan sejenisnya.

    Hal tersebut bisa berasal dari bacaan kita, tontonan, pengalaman, lingkungan, ‘konsultan palsu’, dan sebagainya.

    Nah bagaimana NLP bisa membantu memperbaiki mindset yang negatif dalam bisnis?

    Di dalam NLP kita mengenal beberapa teknik perbaikan mindset, misalnya dengan cara:

    1. Reframing
    2. Meta Program
    3. Edit submodality
    4. Colapsing anchor
    5. Time line
    6. Circle of excellent
    7. Dll

    Kita ambil contoh, misalnya reframing. Reframing adalah membingkai ulang persepsi yang ada di mindset kita, agar berubah menjadi mindset yang positif dan support terhadap langkah-langkah kemajuan yang kita inginkan.

    Sebagai contoh, kalau kita mau reframing terhadap rasa trauma karena pernah tertipu dalam bisnis dengan nominal yang tidak sedikit. Maka kita fokus pada kata kuncinya yaitu:

    1. Trauma
    2. Tertipu
    3. Nominal yang tidak sedikit

    Ketika 3 hal tersebut masih dominan di otak kita maka kita tidak akan berani melangkah dalam bisnis

    Maka cobalah lakukan reframing, misalnya dengan cara mengatakan, membayangkan dan merasakan seperti berikut ini: “Para pebisnis sukses ternyata pernah mengalami hal yang sama dengan saya, bahkan nominalnya jauh lebih besar. Dan hal ini mereka anggap sebagai ongkos belajar (bukan tertipu). Dan ternyata, semakin besar ongkos belajar mereka, semakin cepat bisnis mereka bertumbuh. Ongkos belajar itu adalah sedekah yang pasti akan kembali berlipat-lipat. Jadi harusnya saya senang dan bersyukur karena pernah mengalami hal tersebut, karena ini adalah awal kesuksesan saya…dsb…dst.

    Ketika reframing ini anda ucapkan berulang-ulang, anda nikmati rasa positifnya dan anda bayangkan hasil terbaiknya di masa depan, sambil anda buat new anchor, lalu melakukan time line, dan masuk ke circle of excellent, maka mindset Anda akan berubah lebih positif dan powerful.

    Di NLP kita juga diajarkan meta program menjauh dan mendekat. Menjauh= menghindari resiko = the power of kepepet. Mendekat = meraih harapan = the power of iming-iming. Ketika Anda sudah menemukan kecenderungan meta program Anda, lalu Anda melakukan stimulus berulang-ulang berdasarkan meta program tersebut, maka Anda akan mendapatkan booster yang luar biasa untuk menjalankan bisnis Anda.

    Ada lagi terapi dalam NLP yang dinamakan circle of excellent. Caranya, silakan buat lingkaran di depan Anda. Lalu bayangkan, rasakan, dengarkan berbagai jenis keberhasilan dan kesuksesan yang Anda inginkan ada di dalam lingkaran itu. Lihatlah, rasakan, dengarkan Anda dan keluarga bahagia sekali di dalam situ. Lalu masuklah anda ke dalam lingkaran itu. Teruslah disitu sampai sekujur tubuh, pikiran dan perasaan Anda bisa merasakan kebahagiaan itu. Yakini, imani, bahwa hal itu betul-betul terjadi. Lalu melangkahlah Anda keluar dari lingkaran itu dengan membawa rasa, pikiran, suasana SUKSES dan BAHAGIA tersebut.

    Intinya, terletak pada kemampuan kita dalam menginstall hal-hal yang positif kedalam mindset kita. Ketika hal tersebut sudah bisa kita lakukan, maka akan terjadi perubahan besar dalam sikap dan perilaku kita, serta dalam bisnis dan kehidupan kita.

    Selamat Mencoba

    Salam STAR

    askansetiabudi.com

    JAKARTA

    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220

    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA

    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya

    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG

    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang

    Mobile : 0857-5505-9965 / 0858 1219 5551

    Pin BB : 5E0C2C45

    Email :

    indonesiasukses@yahoo.com

  • Lima Pilar SIB (Spirituality In Business)

    Sahabat sekalian, pernahkah Anda melihat bisnis yang dulunya bersinar, tapi tiba-tiba pudar? Omset yang pernah meroket, tapi sekarang ‘mungkret’. Investor yang sempat rebutan untuk buka cabang, sekarang pada tumbang?

    Ya, tentunya kita semua sudah paham, pasti ada yang salah dalam bisnisnya. Berikut ini akan saya sharingkan pengalaman pribadi saya, saat menangani bisnisnya klien dan bisnis saya sendiri. Bagaimana caranya agar bisnis kita tetap menjadi idola, dengan pendekatan SIB.

    1. Libatkanlah Allah swt

    Percayalah bahwa tidak ada yg tidak mungkin jika Allah terlibat. Maka berusahalah semaksimal mungkin agar Allah mau terlibat dalam bisnis kita. Usahakan semaksimal mungkin agar Allah ridlo, sehingga semua perjalanan bisnis kita dimudahkan dan diberkahi.

    Allah berfirman: “Walladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa wa innallaaha lama’al Muhsiniin”. Yang artinya: “Dan orang-orang yang berjuang di jalan Kami niscaya akan Kami tunjukkan jalan Kami, dan sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang baik”. (QS. Al-Ankabut: 69).

    Maka mari kita pastikan mulai dari jenis bisnis kita, cara transaksinya, cara manajemen kita, cara kita memperlakukan karyawan, sumber keuangan kita, dan sebagainya… adalah yang betul-betul di jalan yang diridloi oleh Allah swt.

    Saya punya klien, kaya raya, kenalannya adalah para pejabat. Anak-anaknya masing-masing dikasih satu mobil dan satu rumah. Jalan-jalannya selalu keluar Indonesia …

    Tapi sekarang Allah “tegur” beliau, sehingga semua rumahnya, mobilnya, dan lain-lainnya dijual. Karena suatu “kesalahan/dosa” yang beliau lakukan.

    1. Libatkan manusia yg lain

    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

    “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barang siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dll)

    Maka selain menjadikan Allah ridlo dengan bisnis kita, maka mari kita jadikan manusia lain juga ridlo dengan bisnis kita. Mari kita perhatikan, bagaimana perlakuan kita pada suplier, karyawan kita, konsumen, stake holder, keluarga (orang tua, pasangan, anak, saudara) kita, tetangga kita, dan sebagainya. Kalau yg kita lakukan menjadikan mereka (manusia lain) kurang berkenan, maka mereka tidak akan mau berdo’a untuk kita atau malah mendo’akan buruk kepada kita. Na’udzubillah.

    Padahal kita butuh do’a banyak orang, karena kita tidak tahu do’a siapa yang maqbul.

    1. Lakukan amalan-amalan khusus dengn niat yang tulus

    Semua amal ibadah yang kita lakukan insyaAllah akan membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat. Namun ada beberapa amalan, yang Allah janjikan bisa menjadi jalan kesuksesan di dunia dan di akhirat, antara lain:

    -Shalat tahajud

    -Shalat dhuhah

    -Sedekah

    -Baca istighfar

    -Baca shalawat

    -Baca surat Al Waqiah

    -Dan lain lain

    Banyak rujukan untuk menjalankan amalan-amalan diatas, salah satunya adalah sebagai berikut:

    “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun,  niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.  Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?

    (Q.S. Nuh, 71:10-13)

    1. Ikhlas & Husnudhon (positive thinking)

    Ketika sudah kita lakukan tiga pilar diatas, tapi Allah masih “menguji” bisnis kita, maka kita harus tetap positive thinking. Bisa jadi ibadah kita, kebaikan kita pada orang lain dan amalan kita masih digunakan oleh Allah untuk menghapus dosa-dosa kita. Karena hakekatnya kita ini banyak dosa.

    Setelah dosa-dosa kita diampuni oleh Allah, insyaAllah limpahan karunia dan rahmat dari Allah akan dicurahkan pada bisnis kita. Maka tetaplah husnudhon dan ikhlas dalam menerima apapun “taqdir” Allah dalam bisnis kita.

    Sebagaimana firman Allah swt dalam Al Qur’an Surat Al-Baqarah (2), 216: “Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu, padahal menurut Allah (sesuatu itu) baik bagimu. Dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu, padahal (sesuatu itu) buruk bagimu. Allah Maha Tahu, sedang kita tidak tahu.” #kalau dalam training SIB (SPIRITUALITY IN BUSINESS) saya punya banyak film, backsound dan cerita-cerita untuk menguatkannya.

    1. Tetaplah bersyukur

    Coba lihatlah orang lain diluar sana, masih banyak yang tidak seberuntung kita.

    Mungkin bisnis kita belum berkembang, tapi diluar sana buanyak orang yang bisnisnya sudah tutup. Mungkin kita rugi atau ditipu jutaan rupiah, tapi coba lihatlah diluar sana, masih buanyak orang yang rugi atau ditipu milyaran rupiah. Mungkin omset kita masih belum bagus dan hutang kita banyak, tapi coba lihatlah diluar sana, masih banyak orang yang omsetnya lebih rendah dibanding kita dan hutangnya lebih banyak dibanding kita.

    Dengan bersyukur kita akan lebih tenang, adem dan bahagia. Allah swt juga akan semakin menambah nikmatnya dalam bisnis kita. Tapi jika kita tidak bersyukur, maka Allah bisa mengambil semua yang ada. MAU PILIH YANG MANA?!

    “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku (Allah swt) akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka pasti azabKu sangat berat.” (Q.S. Ibrahim; 14: 7)

    Salam STAR

    askansetiabudi.com

    http://bit.ly/STAR_coaching

    Untuk konsultasi Training Motivasi Malang, Outbound Malang, Batu Rafting, Kaliwatu Rafting, Wisata Malang, Travel dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut :

    JAKARTA

    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220

    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA

    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya

    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG

    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang

    Mobile : 0857-5505-9965 / 085 791 320 238

    No. Telp : 0341 5032699

    Pin BB : 5E0C2C45

    Email :

    indonesiasukses@yahoo.com

    indonesia.tips@gmail.com

  • START UP

    “Saya memiliki kemampuan menyampaikan training materi service excellent, saya juga masih bekerja di sebuah bank swasta ternama, tapi kenapa kok orderan training saya masih belum laris ya pak?” tanya seorang klien mengawali dialog pagi itu.

    “Ok, secara konten materi dan kemampuan men-delivery materi Anda sudah cukup bagus. Tinggal perlu semakin diasah saja. Namun ada beberapa langkah-langkah berikutnya yang perlu Anda lakukan……,” jelas saya dengan penuh semangat, tanpa takut kalau suatu saat nanti dia menjadi kompetitor bagi saya. 😊

    Sahabat pebisnis (baca: trainer) yang baik, kemampuan Anda dalam hal membuat materi dan men-delivery materi saja belum cukup. Anda harus melakukan beberapa langkah berikut ini agar bisnis (training) Anda semakin laris (terutama bagi Anda yang figur otoritas pribadinya masih belum kuat/besar):

    1. Membuat nama lembaga / institusi.

    Ketika Anda sudah mempunyai nama lembaga/institusi, maka calon konsumen akan lebih mudah untuk mengenali dan mengidentifikasi Anda.

    Mereka akan memasukkan lembaga/institusi Anda kedalam daftar referensi yang sewaktu-waktu bisa mereka pergunakan jika mereka membutuhkannya.

    Dengan memiliki nama lembaga/institusi, maka Anda akan dikesankan lebih bonafid dan professional oleh calon konsumen.

    1. Core competence.

    Sebagai pendatang baru, fokus saja pada materi-materi yang sudah menjadi core competence Anda. Buatlah faktor pembeda antara materi dan kemasan Anda dengan materi dan kemasan yang dimiliki oleh kompetitor. Kenapa demikian? Biar kehadiran Anda ‘diperhitungkan’.

    Masih ingat rumus eksis dalam bisnis kan? Yup, jadilah yang pertama atau yang terbaik atau yang berbeda.

    1. Branding, Marketing, Selling

    Kuasailah “tripod” pemasaran diatas. Belajarlah bagaimana menguatkan branding Anda, bagaimana menjalankan marketing yang efektif dan efisien, dan belajarlah bagaimana melakukan selling yang powerful.

    Lakukan terus menerus, ‘find and create‘ pola yang terbaik setiap saat, agar lembaga Anda eksis sepanjang masa.

    1. Teruslah belajar dan bertumbuh

    Teruslah belajar dan bertumbuh. Jangan pernah puas dengan apa yang Anda mampu. Karena beda zaman, beda pula kebutuhannya. Dan untuk menghadapi masa depan, seringkali ilmu dan ketrampilan di masa lalu sudah tidak lagi ampuh. Coba lihatlah, bukankah banyak sekali ‘new comers‘ dengan berbagai kemampuan, kemasan dan materi yang baru? Merekalah yang akan ‘menggilas’ Anda, jika Anda tidak terus belajar dan bertumbuh.

    Maka sungguh benar apa yang telah difirmankan oleh Allah swt dalam Al Qur’an yang mulia:

    Yarfa’illaahulladziina Aamanuu Minkum Walladziina Uutul ‘Ilma Darojaat (Al mujadalah: 11)

    Artinya: “Allah akan meninggikan/mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

    Hal ini juga selaras dengan kata-kata Khulafaur Rasyidin Umar bin Kattab dan Ali bin Abi Thalib:

    عَلِّمُوْا اَوْلاَدَكُمْ فَإِنّهُمْ سَيَعِيْشُ فِى زَمَانِهِمْ غَيْرَ زَمَانِكُمْ فَإِنَّهُمْ خَلَقَ لِزَمَانِهِمْ وَنحَنْ ُخَلَقْنَا لِزَمَانِنَا

    “Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka, bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian”

    Dengan berpegang pada dua referensi diatas, maka sebagai seorang trainer/pengajar/guru/mentor/konsultan/coach, Anda harus terus belajar dan bertumbuh, agar ilmu dan ketrampilan Anda tidak ‘mambu’ (basi).

    Salam STAR

    askansetiabudi.com

    Untuk konsultasi Training Motivasi Malang, Outbound Malang, Batu Rafting, Kaliwatu Rafting, Wisata Malang, Travel dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut :

    JAKARTA

    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220

    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA

    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya

    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG

    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang

    Mobile : 0857-5505-9965 / 0858 1219 5551

    Pin BB : 5E0C2C45

    Email :

    indonesiasukses@yahoo.com

    indonesia.tips@gmail.com

  • MARKETING # OMSET MELENTING?

    “Kenapa ya pak, setelah saya lakukan beberapa pilar marketing, omset saya kok belum juga melenting?” tanya seorang klien.

    “Ada beberapa faktor yang ikut menentukan melenting tidaknya suatu omset, mari kita bedah satu persatu.” Jawab saya sambil menuliskannya di kertas.

    Sahabat-sahabat pebisnis yang baik, beberapa hal berikut ini turut menentukan melentingnya (baca: naiknya) omset sebuah bisnis:

    1. Branding
      Sebuah merk baru, yang masih lemah brandnya, tentunya memerlukan effort marketing yang lebih besar jika dibandingkan dengan merk yang sudah terkenal. Diperlukan Brand Activation besar-besaran untuk bisa merebut hati pasar. Coba perhatikan apa yang dilakukan oleh mie sedap, top coffee, fresh care, dan beberapa ‘merk baru’ yang lainnya.
    2. Segmen
      Bisa jadi pilar marketing yang dilakukan belum tepat sasaran. Ada puluhan pilar marketing yang harus Anda test dan ukur, sebelun Anda ambil kesimpulan pilar marketing mana yang betul-betul tepat sasaran; betul-betul sesuai dengan segmen produk Anda.
      Lakukanlah selalu test dan ukur, agar peluru marketing Anda tidak sia-sia terhambur.
    3. Totalitas
      Setelah ditemukan pilar marketing mana yang terbukti menghasilkan, maka totalitas dalam mengerjakannya yang sering tidak dilakukan, dengan berbagai alasan.
      Harusnya setelah ketemu 5-10 pilar marketing yang sudah terbukti mendatangkan omset, segera disiapkan tim khusus untuk menghajar habis pilar-pilar marketing tersebut.
    4. Kualitas
      “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda,” begitu kata sebuah iklan, hehe.
      Bisa jadi pilar marketing yang Anda pilih sudah benar, segmen pasar yang Anda bidik sudah tepat, tim marketing Anda juga sudah bekerja dengan penuh totalitas. Tapi begitu konsumen bertransaksi dengan Anda, mereka kecewa, maka upaya-upaya pada poin 1-3 tidak akan bisa menaikkan omset Anda. Kalau toh omset Anda naik, itu hanya sementara.
      Maka jangan hanya fokus diluar (marketing) tapi melupakan yang didalam (kualitas produk, kelengkapan stok, pelayanan, kebersihan, dan sebagainya). Karena hal tersebut bisa menjadi bumerang buat bisnis Anda.
    5. Spiritualitas
      Last but not least, jangan coba-coba Anda abaikan pilar yang satu ini. Karena begitu Anda abaikan, semua upaya Anda bisa sia-sia, bahkan bisnis Anda bisa hancur binasa.
      Betapa banyak kita temui pebisnis yang awalnya sukses luar biasa, kaya raya, tapi ketika dia mulai menghilangkan unsur spiritualitas dalam bisnisnya, maka bisnisnya ‘ditutup’ seketika oleh Allah swt.

    Allahumma laa maani’a limaa ‘a’thaita walaa mu’thia limaa mana’ta walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu (Ya Allah tiada orang yang bisa menghalangi terhadap apa yang telah Engkau berikan dan tiada orang yang bisa memberi terhadap apa yang telah Engkau halangi dan kekayaan orang yang kaya itu tidak akan bisa menyelamatkan dia dari adzab-Mu).

    Salam STAR
    askansetiabudi.com

    https://www.youtube.com/watch?v=kQgnjBl69Eo&t=79s

    JAKARTA

    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220

    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA

    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya

    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG

    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang

    Mobile : 0857-5505-9965 / 0858 1219 5551

    Pin BB : 5E0C2C45

    Email :

    indonesiasukses@yahoo.com

  • SCALE UP = PUSH UP

    “Karyawan saya protol 18 orang dalam seminggu, ketika sistem Scale Up saya terapkan,” curhat coachee saya saat evaluation meeting.

    “Biasa mas, Scale Up ini ibarat memisahkan emas dari lumpur pasir. Karyawan yang bertahan ibarat emas dan yang protol ibarat pasir…” terang saya panjang lebar, sambil terus meyakinkannya untuk melanjutkan program Scale Up.

    Scale Up adalah sebuah keniscayaan, karena kalau sebuah bisnis tidak melakukan Scale Up, maka bisnis tersebut bisa stagnan, bahkan bisa hilang ditelan dinamika peradaban.

     Rasulullah Muhammad SAW, jauh-jauh hari sudah mengingatkan: “Barangsiapa hari ini LEBIH BAIK dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang BERUNTUNG (SUKSES).

    Barangsiapa yang hari ini SAMA DENGAN hari kemarin dialah tergolong orang yang MERUGI (GAGAL), dan Barangsiapa yang hari ini LEBIH BURUK dari hari kemarin dialah tergolong orang yang CELAKA (HANCUR).” (HR. Hakim)

    Hanya saja, sering saya melihat beberapa teman terlalu cepat dan memaksakan diri dalam melakukan Scale Up. Sehingga bukan malah kesuksesan yang didapatkan, tapi malah bisnisnya yang berantakan.

    Scale Up itu ibarat push up, lihat dulu kemampuan dasar Anda dalam hal push up, mampu berapa kali, baru pelan-pelan ditingkatkan. Kalau tanpa diukur kemampuan push up Anda, lalu tiba-tiba Anda melakukan push up 100 kali, kira-kira apa yang akan terjadi dengan diri Anda?

    Maka ukurlah kemampuan dan kelengkapan tim bisnis Anda, kelengkapan SOPnya, kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki bisnis Anda, kekuatan financial, dan sebagainya.

    Setelah terukur semuanya, baru lakukan Scale Up secara bertahap. Jangan terburu-buru. Dari Anas, Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    التَّأَنيِّ مِنَ اللهِ وَ العُجْلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

    “Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari syaithan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

    Untuk konsultasi Training Motivasi Malang, Outbound MalangBatu RaftingKaliwatu RaftingWisata MalangTravel dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut :

    JAKARTA
    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA
    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya
    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG
    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang
    Mobile :
    0858-5549-4440 (Arina)
    0878-3615-2078 (Ibu Dini)
    0858-4027-8033 (Ibu Olla)
    0895-1481-0211 (Bapak Muchtar)
    0857-5505-9965 (Bapak Zidan)

    Email : indonesia.tips@gmail.com

  • 5 RESPON TERHADAP PENAWARAN & 5 SOLUSINYA

    Saat Anda mendapatkan suatu Penawaran, bagaimana sikap Anda? Atau apa yang ada di pikiran Anda? Tentunya Penawaran yang berbeda, menghasilkan respon yang berbeda bukan?

    Kalau kita kumpulkan, ada 5 jenis respon dari konsumen terhadap penawaran yang ada:
    1. Langsung membeli
    2. Mikir-mikir dulu (ingin membeli, tapi…)
    3. Langsung menolak
    4. Antara menolak dan nerima (bingung)
    5. Abai/cuek/tidak mau tahu/tidak tahu

    Kalau anda sebagai penjual, Anda suka respon yang nomor berapa? Dan kalau Anda jadi pembeli, sering melakukan yang nomor berapa? 😊

    Tentunya sebagai penjual, Anda sangat suka dengan respon yang nomor satu kan? Nah bagaimana caranya agar ketika kita menawarkan, yang terjadi adalah respon nomor 1 ?

    Disinilah marketing revolution memberikan cara-caranya:

    1. Perbesar benefit produk Anda
      Usahakan manfaat yg Anda tawarkan jauh melebihi uang atau upaya yang akan dikeluarkan oleh konsumen. Misal: Anda pasti mau mengikuti training Marketing Revolution yang akan saya adakan, dengan garansi omset Anda bisa naik minimal 100% atau uang anda saya kembalikan. Dengan harga pelatihan hanya 250 ribu. Betul kan?
    2. Tingkatkan figur otoritas Anda
      Pastikan Anda dikenal ahli di bidang/produk (barang dan jasa) yang akan anda tawarkan.
      Kalau Anda belum dikenal sebagai ahlinya, maka pakailah orang yang ahli untuk mengendorse produk Anda.
      Misal: Ketika Anda mau menjual buku-buku agama, maka pastikan branding anda sebagai orang yang paham agama semakin kuat, atau pakailah salah satu toko agama untuk mengendorse produk-produk Anda. Dulu sebelum terkenal, untuk menjual buku-bukunya, ustadz YM sering meminjam figur otoritas AA Gym. Hasilnya cukup dahsyat, dan jadilah ustadz YM terkenal seperti sekarang.
    3. Tambahkan varian (differensiasi dan diversifikasi)
      Dengan menambahkan varian, dari produk yang sejenis dengan penambahan variasi (differensiasi) atau create produk baru (diversifikasi), maka Anda bisa memperluas segmen pasar. Jika varian produk yang anda munculkan, merupakan jawaban dari kebutuhan konsumen atau solusi dari permasalahan konsumen, maka varian produk anda akan sulit ditolak oleh konsumen.
    4. Buat varian harga
      Anda pasti familiar dengan Oreo, Aqua, Silver Quen, Sabun Cuci Rinso, Shampo Pantene dan beberapa merk tissue kan?
      Coba lihatlah varian kemasan mereka. Mulai dari yang berharga puluhan ribu sampai yang berharga ratusan rupiah. Kenapa? Orang cenderung ingin mencoba sebelum membeli. Nah kalau ada kemasan kecil/murah, orang cenderung mau mencoba. Andai tidak cocok, mereka tidak terlalu kecewa. Kalau cocok, mereka akan membeli kemasan yang lebih besar, karena harganya bisa lebih murah.
    5. Berikan nilai tambah sebanyak mungkin. Berikan nilai tambah pada produk Anda, sehingga konsumen merasa sangat beruntung jika membelinya dan merasa sangat rugi jika mengabaikannya.

    Nah ada 12 cara bagaimana meningkatkan nilai tambah.

    Mau tahu kan?

    Silakan bergabung ke grup WA: 087859933862
    Atau ke grup telegram: http://bit.ly/STAR_coaching

    JAKARTA
    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA
    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya
    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG
    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang
    Mobile :
    0858-5549-4440 (Arina)
    0878-3615-2078 (Ibu Dini)
    0858-4027-8033 (Ibu Olla)
    0895-1481-0211 (Bapak Muchtar)
    0857-5505-9965 (Bapak Zidan)

    Email : indonesia.tips@gmail.com

  • TIGA PILAR BISNIS

    TIGA (3)
    Sharing-sharing bisnis dengan 150 mahasiswa MIPA Unibraw-

    Didalam bisnis ada 3 hal yang perlu diperhatikan, yaitu: produk, marketing dan manajemen.

    Pastikan produk Anda dibutuhkan oleh pasar atau menjadi solusi atas permasalahan pasar. Jika tidak, maka siapkanlah dana yang cukup besar untuk mengedukasi pasar.

    Selain produk Anda yang harus dibutuhkan dan memberi solusi atas kebutuhan pasar, produk Anda juga harus ada unsur ‘ngangenin’, sehingga pasar merasa puas dan melakukan repeat order.

    Ketersediaan produk dalam jumlah yang cukup, juga perlu dipersiapkan, untuk mengantisipasi banyaknya permintaan.

    Selain produk, pilar yang harus ada dalam sebuah bisnis adalah marketing. Banyak pola marketing yang bisa Anda lakukan untuk mengenalkan produk Anda ke publik, baik secara online maupun offline. Pilihlah beberapa pilar online dan beberapa pilar offline. Lalu lakukan test dan ukur. Pilar mana yang terbukti mampu mendatangkan banyak pembeli, itu yang harus Anda prioritaskan.

    Setelah dua pilar pertama beres, maka pilar ketiga adalah manajemen. Misalnya manajemen SDM, keuangan, operasional, dan lain-lain.

    Tanpa manajemen yang baik, dua pilar yang lain tidak akan bisa berjalan dengan maksimal. Bahkan bisa saling melemahkan. Tanpa manajemen yang baik, idealitas tidak akan pernah menjadi realitas.

    Salam STAR
    askansetiabudi.com
    http://bit.ly/STAR_coaching

  • MOTIVASI ATAU MATI

    SEMANGAT

    “Kenapa saya tidak sesemangat seperti saat awal-awal menjalankan bisnis ya Pak?” tanya coache saya.

    “Kira-kira kalau menurut Anda apa penyebabnya?” tanya saya, dengan style khas seorang coach.

    “Banyak sih Pak, mulai dari omset yang naik turun, tim yang sulit dikendalikan, manajemen keuangan yang amburadul, marketing yang tidak jalan, kompetitor yang semakin buanyak, dan masih banyak lagi yang lainnya.” ceritanya, sambil beberapa kali menghela nafas, resah.

    …………
    Sahabat, dalam menjalankan bisnis, Anda dan tim harus memiliki nafas layaknya seorang pelari marathon, bukan sekedar pelari sprinter. Anda harus memiliki mental seorang petinju professional yang siap bertarung belasan ronde, bukan seperti jagoan kampung yang sekali aksi, lalu mati.

    Anda dan tim inti harus memiliki ‘multi skill dan talenta’ untuk menghadapi semua tantangan yang ada. Tidak cukup hanya mengandalkan satu ilmu dan satu kemampuan semata.

    Kompleksitas dan tantangan bisnis akan selalu ada dan berbeda dari masa ke masa. Jangan terlalu bermimpi semuanya akan mulus-mulus saja. Selalu upgrade mental, spiritual, skill dan semangat Anda dan tim Anda. Kenapa? karena jika hal tersebut tidak Anda lakukan, maka Anda dan tim Anda akan mengalamai kelelahan berjama’ah; futur.

    Selalu lakukan koordinasi, komunikasi, instrospeksi dan berbagai kreasi, agar Anda dan tim Anda senantiasa TERMOTIVASI.

    Sebagai seorang pebisnis sejati, pilihan Anda hanya dua: SENANTIASA MENGUPGRADE MOTIVASI, atau BISNIS ANDA MATI!

    Salam STAR
    askansetiabudi.com
    #trainingmotivasi
    #trainingleadership
    #rumahsakitPTPN
    #rumahsakitlavalette
    #trainingteamwork

  • SOPIR

    “Apa syarat yang paling penting untuk bisa sukses dalam bisnis ya Pak?” tanya seorang peserta workshop yang diadakan oleh Dinas Koperasi Jawa Timur.

    “Ada banyak faktor, dan semuanya penting.” jawab saya.

    ——-

    Dulur-dulur, menjalankan bisnis adalah ibarat menjalankan mobil. Tidak akan bisa jalan, kalau ada syarat-syarat yang tidak dipenuhi. Misalnya, ada setir tapi tiada roda. Ada roda dan setir tapi tiada bensin. Ada setir, roda dan bensin tapi tiada mesinnya. Atau ada semuanya tapi tiada sopirnya..Mana bisa jalan?. Hehe

    Setir adalah ibarat kendali, artinya bisnis harus bisa dikendalikan, dikontrol. Tidak boleh bisnis berjalan tanpa kontrol, karena pasti akan nabrak-nabrak dan nyungsep. Kontrol dalam bisnis contohnya adalah pedoman kerja, tata tertib tim, SOP, dan sejenisnya.

    Roda adalah ibarat tim pendukung, rekan kerja atau karyawan (TRK). Kalau mau bisnis Anda cepat besar, maka tidak mungkin Anda kerjakan sendirian. Anda perlu TRK utk mengeksekusi dengan cepat dan tepat ide-ide cerdas Anda. Tanpa mereka, ide-ide Anda hanya akan menjadi sampah di pikiran Anda, tanpa realita.

    Bensin adalah ibarat modal dalam bisnis. Baik berupa modal financial (uang, asset, dan sejenisnya) ataupun non financial (relasi, ide, ketrampilan, pengetahuan, dan sejenisnya). Pastikan, minimal salah satu ‘bensin’ tersebut ada di dalam ‘tangki’ bisnis Anda.

    Mesin adalah ibarat manajemen untuk meramu semuanya, agar bisa saling menguatkan dan saling melengkapi. Manajemen ini tidak terlihat secara kasat mata, tapi jika dia ‘ngadat’ maka semua proses akan terhenti. Maka pastikan mesin bisnis Anda selalu dirawat, diupgrade atau diservice agar bisa berfungsi semakin optimal.

    Last but not least, SOPIR, ya sopir…..Sehebat apapun SOP Anda, sekuat apapun TRK Anda, sebanyak apapun MODAL Anda, secanggih apapun MANAJEMEN Anda, tapi kalau tidak ada SOPIR (LEADER, red) yang mahir untuk memimpin semua elemen tersebut, maka BISNIS Anda tidak akan kemana-mana.

    Bagaimana dengan bisnis Anda?
    Yang senyum-senyum pasti merasa….hehe
    Salam STAR
    www.tips-indonesia.com
    http://bit.ly/STAR_coaching