“Kenapa ya pak, setelah saya lakukan beberapa pilar marketing, omset saya kok belum juga melenting?” tanya seorang klien.

“Ada beberapa faktor yang ikut menentukan melenting tidaknya suatu omset, mari kita bedah satu persatu.” Jawab saya sambil menuliskannya di kertas.

Sahabat-sahabat pebisnis yang baik, beberapa hal berikut ini turut menentukan melentingnya (baca: naiknya) omset sebuah bisnis:

  1. Branding
    Sebuah merk baru, yang masih lemah brandnya, tentunya memerlukan effort marketing yang lebih besar jika dibandingkan dengan merk yang sudah terkenal. Diperlukan Brand Activation besar-besaran untuk bisa merebut hati pasar. Coba perhatikan apa yang dilakukan oleh mie sedap, top coffee, fresh care, dan beberapa ‘merk baru’ yang lainnya.
  2. Segmen
    Bisa jadi pilar marketing yang dilakukan belum tepat sasaran. Ada puluhan pilar marketing yang harus Anda test dan ukur, sebelun Anda ambil kesimpulan pilar marketing mana yang betul-betul tepat sasaran; betul-betul sesuai dengan segmen produk Anda.
    Lakukanlah selalu test dan ukur, agar peluru marketing Anda tidak sia-sia terhambur.
  3. Totalitas
    Setelah ditemukan pilar marketing mana yang terbukti menghasilkan, maka totalitas dalam mengerjakannya yang sering tidak dilakukan, dengan berbagai alasan.
    Harusnya setelah ketemu 5-10 pilar marketing yang sudah terbukti mendatangkan omset, segera disiapkan tim khusus untuk menghajar habis pilar-pilar marketing tersebut.
  4. Kualitas
    “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda,” begitu kata sebuah iklan, hehe.
    Bisa jadi pilar marketing yang Anda pilih sudah benar, segmen pasar yang Anda bidik sudah tepat, tim marketing Anda juga sudah bekerja dengan penuh totalitas. Tapi begitu konsumen bertransaksi dengan Anda, mereka kecewa, maka upaya-upaya pada poin 1-3 tidak akan bisa menaikkan omset Anda. Kalau toh omset Anda naik, itu hanya sementara.
    Maka jangan hanya fokus diluar (marketing) tapi melupakan yang didalam (kualitas produk, kelengkapan stok, pelayanan, kebersihan, dan sebagainya). Karena hal tersebut bisa menjadi bumerang buat bisnis Anda.
  5. Spiritualitas
    Last but not least, jangan coba-coba Anda abaikan pilar yang satu ini. Karena begitu Anda abaikan, semua upaya Anda bisa sia-sia, bahkan bisnis Anda bisa hancur binasa.
    Betapa banyak kita temui pebisnis yang awalnya sukses luar biasa, kaya raya, tapi ketika dia mulai menghilangkan unsur spiritualitas dalam bisnisnya, maka bisnisnya ‘ditutup’ seketika oleh Allah swt.

Allahumma laa maani’a limaa ‘a’thaita walaa mu’thia limaa mana’ta walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu (Ya Allah tiada orang yang bisa menghalangi terhadap apa yang telah Engkau berikan dan tiada orang yang bisa memberi terhadap apa yang telah Engkau halangi dan kekayaan orang yang kaya itu tidak akan bisa menyelamatkan dia dari adzab-Mu).

Salam STAR
askansetiabudi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>