Tag: motivasi memulai bisnis

  • FINANCIAL MANAGEMENT

    Salah satu syarat supaya usaha Anda tetap terus berkembang dan maju adalah dengan mengatur Sistem Keuangan. Mengatur keuangan bisnis sangatlah penting untuk mengetahui keuntungan dan kerugian yang didapat dalam sebuah usaha. Manajemen keuangan bukan hanya sekedar bagaimana memanajemen uang kas tersebut, tetapi adalah bagaimana cara Anda dalam mengelola kekayaan untuk menghasilkan keuntungan dan memanfaatkan sumber modal untuk membiayai usaha. Walaupun sederhana, pengusaha kecil dan juga menengah perlu menerapkan beberapa prinsip dalam manajemen keuangan. Berikut beberapa langkah penting manajemen keuangan untuk bisnis, antara lain :

    Memisahkan uang pribadi dan usaha

    Kesalahan yang sering dilakukan oleh pengusaha dalam mengelola Sistem Keuangan adalah mencampur uang hasil usaha dengan uang pribadi. Mungkin Anda berpikir tidak masalah bila mencampur uang hasil usaha dengan uang pribadi, karena usaha masih kecil. Tetapi kebanyakan yang terjadi, Anda sulit untuk membedakan pengeluaran pribadi dan usaha. Hal itu menyebabkan keperluan pribadi sedikit demi sedikit menggerogoti saldo dari uang usaha.

    Merencanakan penggunaan uang

    Ketika memiliki modal yang lebih banyak, Anda harus tetap merencanakan sistem keuangan dengan sebaik mungkin. Jangan dihambur-hamburkan uang walaupun saldo kas Anda berlebihan. Tanpa perencanaan keuangan yang matang, maka Anda akan mengalami keadaan kekurangan dana. Oleh karena itu untuk Sistem Keuangan harus disesuaikan rencana pengeluaran dengan beberapa target penjualan dengan penerimaan kas.

    Membuat buku catatan keuangan

    Suatu bisnis tidak cukup hanya dikelola berdasarkan ingatan, melainkan harus dengan catatan yang lengkap. Minimal Anda wajib mempunyai buku kas yang mencatat tentang keluar masuknya uang. Kemudian cocokkan saldo uang dengan catatan yang Anda buat. Hal ini bertujuan untuk mengontrol dan memastikan tidak ada uang yang terselip. Selain itu Anda juga harus mencatat saldo-saldo tentang hutang piutang, persediaan dan semua aset yang dimiliki.

    Menghitung keuntungan dengan benar

    Tugas sebagai seorang pengusaha adalah menghasilkan keuntungan. Dalam menghitung keuntungan dengan tepat adalah sama pentingnya dengan menghasilkan keuntungan itu sendiri. Bagian yang paling penting dalam menghitung keuntungan adalah dalam menghitung biaya-biaya. Sebagian besar biaya dapat diketahui karena menggunakan pembayaran uang tunai. Sebagian yang lain tidak berupa penyusutan dan amortisasi. Serta sebagian lagi belum terjadi, tapi perlu dicadangkan untuk dapat dikeluarkan di masa mendatang, seperti pajak dan bunga pinjaman pada lembaga keuangan.

    Memutar arus kas lebih cepat

    Para pengusaha tidak hanya berpusat untuk menghasilkan keuntungan. Tetapi manajemen sistem keuangan juga meliputi cara Anda mengelola hutang, piutang dan ketersediaan barang dagangan. Putaran kas Anda akan melambat apabila termin penjualan kredit lebih lama daripada kulakannya. Anda harus berusaha mengusahakan termin penjualan kredit sama dengan pembelian kredit, selain itu juga harus mampu menekan tingkat persediaan dengan sedemikian rupa supaya tetap dapat memenuhi order dan tanpa membebani keuangan.

    Mengawasi harta, hutang dan modal

    Anda perlu memeriksa persediaan yang ada di dalam gudang dan memastikan semuanya dalam keadaan lengkap dan baik secara berkala. Tetapi sebelum Anda melakukan itu, perlu mempunyai administrasi yang memadai untuk mengontrol semuanya. Hal yang sama juga perlu dilakukan terhadap piutang kepada pembeli dan tagihan dari suplier. Apabila Anda tidak mampu melakukan semuanya sendiri, maka dapat mempekerjakan bagian keuangan dan menetapkan prosedur keuangan untuk memastikan harta kekayaan pada usaha Anda terjaga dengan baik.

    Menyisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha

    Anda sangat berhak untuk menikmati keuntungan dari bisnis yang dimiliki, tetapi hal itu bukan berarti boleh menghabiskan dengan seenaknya. Anda harus tetap menyisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan usaha. Salah satu tugas penting manajemen sistem keuangan adalah untuk menjaga kelangsungan hidup bisnis dengan mendorong dan mengarahkan nilai investasi ke bidang yang lebih menguntungkan.

    Semakin berkembang dan luas bidang usaha, maka akan semakin kompleks pengelolaan sistem keuangan usaha tersebut. Ketika suatu usaha melibatkan kreditor dan investor, maka akan semakin tinggi tuntutan untuk mempunyai sistem pencatatan keuangan yang lebih baik. Keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan Anda dalam menjual, melainkan juga dalam mengatur keuangan. Semoga beberapa langkah penting dalam manajemen keuangan dapat bermanfaat dan di terapkan untuk membantu bisnis Anda.

     

    bagaimana cara memulai bisnis, bagaimana menaikkan omset, bisnis mudah, business coaching, business consultant, business consulting, business leverage, cara memulai bisnis, cara menaikkan omset bisnis, enterpreneurship, kiat motivasi dalam berbisnis, leverage, manajemen bisnis, motivasi bisnis, motivasi memulai bisnis, motivasi memulai usaha, motivasi semangat bisnis sukses, motivasi sukses, pelatihan bisnis, pelatihan enterpreneursip, strategi bisnis, coach dan consultant, business coach, business coaches, business coaching, business coaching adalah, coach indonesia, coaching adalah, professional coach, professional coach certification, professional coach salary, professional coaching, strategi manajemen keuangan bisnis, financial management, mengatur keuangan dalam bisnis,

    www.askansetiabudi.com, 081334664876

    content://media/external/file/7275

     

  • DIFFERENTIATION & DIVERSIFICATION

    Sahabat Sekalian, hari ini dinamisasi bisnis berkembang sedemikian pesat. Banyak merk-merk baru yang bermunculan dan banyak merk-merk lama yang berguguran. Banyak produk-produk baru yang terbit dan banyak produk-produk lama yang tenggelam. Hanya mereka yang mampu beradaptasilah yang akan tetap bertahan dan eksis di masa depan.

    Apakah Anda mengikuti perkembangan dari Wings misalnya? Dulu, wings hanyalah merk sebuah sabun colek. Tapi hari ini dia sudah membuat banyak varian produk seperti detergent, makanan dan minuman. Kalau menurut Anda apa sebenarnya yang dilakukan oleh Wings ini?

    Ya, mereka sedang melakukan yang namanya diversifikasi. Mereka menjawab kebutuhan dari konsumen dengan beberapa varian produk yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan agar mereka tidak kehilangan konsumen fanatik mereka.

    Coba Anda lihat perkembangan pepsodent. Dulunya hanya pasta gigi biasa. Sekarang mereka mengeluarkan banyak varian produk, misalnya pepsodent untuk gigi sensitif, gigi berlobang, anti plak, pepsodent herbal dan sejenisnya. Menurut Anda apa sebenarnya yang dilakukan oleh Unilever ini? Ya, mereka sedang melakukan yang namanya diferensiasi.

    Kalau begitu apa bedanya diferensiasi dengan diversifikasi?

    Diversifikasi itu secara sederhana ialah upaya untuk menyediakan produk yang menjadi kebutuhan konsumen, yang tidak ada kaitannya langsung dengan produk utama.

    Dengan membuat varian-varian produk, namun dengan tetap menyertakan nama perusahaan utama, karena konsumen sudah terlanjur percaya dengan perusahaan utama tersebut. Nama perusahaan tersebut sudah menjadi figur otoritas bagi konsumen, seperti misalnya Wings dan Unilever. Sehingga apapun varian produk yang dimunculkan, akan langsung diserap oleh pasar, karena pasar sudah terlanjur percaya dengan perusahaan induknya.

    bagaimana cara memulai bisnis, bagaimana menaikkan omset, bisnis mudah, business coaching, business consultant, business consulting, business leverage, cara memulai bisnis, cara menaikkan omset bisnis, enterpreneurship, kiat motivasi dalam berbisnis, leverage, manajemen bisnis, motivasi bisnis, motivasi memulai bisnis, motivasi memulai usaha, motivasi semangat bisnis sukses, motivasi sukses, pelatihan bisnis, pelatihan enterpreneursip, strategi bisnis, coach dan consultant, business coach, business coaches, business coaching, business coaching adalah, coach indonesia, coaching adalah, professional coach, professional coach certification, professional coach salary, professional coaching, pentingnya diversifikasi bisnis, pentingnya differentiation bisnis, diversifikasi bisnis,
    www.askansetiabudi.com, 081334664876

    Bagaimana dengan bisnis Anda?

    Kadang kita mendengar teori tentang fokus “Kalau bisnis travel ya bisnis travel saja, tidak usah bisnis yang lain”. “Kalau bisnis makanan ya bisnis makanan saja, tidak usah melirik ke bisnis yang lain”.

    Kalau masih fokus dengan produk yang sejenis itu namanya diferensiasi. Contohnya Telkom. Karena masih fokus dengan produk telekomunikasi, maka muncullah telkomsel, speedy, flexi, indihome, dan sejenisnya. Maka telkom dalam hal ini melakukan yang namanya diferensiasi.

    Misalnya Anda memiliki rumah makan, Anda bisa melakukan yang namanya pesan antar, jual bumbu, jual resep, jual workshop tentang rumah makan, itu namanya diferensiasi.

    Namun jika Anda memiliki bisnis rumah makan, tapi Anda juga membuka bisnis pencucian mobil, show room mobil, atau membuka bisnis yang tidak ada kaitannya langsung dengan rumah makan, maka Anda sedang melakukan yang namanya diversifikasi.

    Lalu mana yang lebih baik, diversifikasi atau diferensiasi?

    Jika Kita kembali ke definisi sebuah bisnis, yaitu Anda harus bisa menjawab kebutuhan atau memberikan solusi dari permasalahan pasar. Maka bagi saya keduanya boleh dan benar.

    Yang penting produk yang Anda luncurkan itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan merupakan solusi dari permasalahan-permasalahan yang ada. Dan yang tidak kalah penting adalah harus ada penanggung jawab atau leader yang hebat di setiap unit bisnis yang Anda bangun.

    Sekali lagi, salah satu tujuan dari diferensiasi dan diversifikasi adalah supaya bisnis Anda bisa menyesuaikan dengan waktu dan zaman. Karena bisnis adalah customer oriented, bukan owner oriented.

    Misalnya, bisa jadi saat ini orang masih suka nongkrong dan makan di tempat makan. Mungkin ke depan orang tidak lagi demikian. Bisa jadi mereka lebih suka membeli bumbunya dan memasak sendiri di rumah, lebih suka dengan pesan antar, dsb. Maka diferensiasi dari produk Anda, akan menjamin keberlangsungan dari bisnis Anda.

    Tapi bisa juga, karena banyaknya kompetitor disekitar Anda, diferensiasi bisnis yang Anda lakukan ditiru juga oleh mereka. Sehingga bisnis yang awalnya ramai bisa menjadi sepi. Dari blue ocean menjadi red ocean.

    Maka selain melakukan diferensiasi, Anda juga perlu mempersiapkan varian-varian produk baru yang tidak ada kaitannya secara langsung dengan bisnis utama Anda saat ini. Yup Anda betul, itu dinamakan diversifikasi.

    Memang tidak mudah. Tapi cobalah, dan nikmati gairah bisnis Anda akan kembali menyala-nyala. Karena ada tantangan-tantangan baru di depan Anda.

    Salam STAR

    www.tips-indonesia.com

  • COACH & CONSULTANT

    Setiap orang butuh pelatih, setiap orang butuh nasehat, setiap orang butuh pendamping. Bisakah kita melihat seluruh tubuh kita?

    Tentunya tidak bisa bukan?

    Orang jawa bilang kita tidak bisa grayangi citok’e dewe. Kita tidak akan bisa melihat tengkuk kita. Setiap orang pasti punya titik hitam, yang kita tidak bisa melihatnya. Maka kita perlu orang lain untuk melihatnya. Kita perlu orang lain untuk menganalisanya, kita perlu orang lain untuk membahasnya.

    Saya sendiri seorang coach, seorang consultant, juga seorang trainer. Tapi saya pun juga punya coach, consultant, juga seorang trainer untuk melatih saya. Sering saya temui pebisnis yang mempunyai masalah, tapi tak kunjung selesai. Padahal dia sudah berahun-tahun menggeluti bisnisnya. Kenapa?

    Itulah titik hitam yang dia sendiri tidak bisa melihatnya. Kadang bisa jadi karena kesibukan, bisa jadi karena keterbatasan ilmu, bisa jadi karena sengaja Tuhan menutupnya.

    Maka sekali lagi kita perlu orang lain untuk melihat itu, itulah seorang coach atau seorang consultan. Sudahkah bisnis Anda memilikinya? Mencari coach dan consultan untuk bisnis Anda.

    bagaimana cara memulai bisnis, bagaimana menaikkan omset, bisnis mudah, business coaching, business consultant, business consulting, business leverage, cara memulai bisnis, cara menaikkan omset bisnis, enterpreneurship, kiat motivasi dalam berbisnis, leverage, manajemen bisnis, motivasi bisnis, motivasi memulai bisnis, motivasi memulai usaha, motivasi semangat bisnis sukses, motivasi sukses, pelatihan bisnis, pelatihan enterpreneursip, strategi bisnis, coach dan consultant, business coach, business coaches, business coaching, business coaching adalah, coach indonesia, coaching adalah, professional coach, professional coach certification, professional coach salary, professional coaching,
    www.askansetiabudi.com, 081334664876

    Saya menangani supplier pakan ayam, dulu awalnya hanya 400 ton sekarang 800 ton. Kalau kita lihat di dunia, para atlit pun mempunyai coach, bahkan presiden  pun memiliki coach.

    Contoh misalnya seorang Barack Obama, dia memiliki seorang coach. Contoh misalnya Michael Jordan, dia juga memiliki seorang coach. Dan hampir semua pebisnis di dunia ini memiliki coach. Kenapa?

    Karena kita tidak bisa melihat kelemahan-kelemahan kita. Bisa jadi keterbatasan ilmu kita, karena fokus kita berbeda, kesibukan kita dan keilmuan kita terbatas. Karena bisa juga Tuhan menutupi hal itu. Untuk apa? Agar kita mau berbagi dengan orang lain.

    Tapi percayalah, ketika coach hadir di bisnis Anda, ketika consultant hadir di bisnis Anda, bisnis Anda akan lebih sehat, sukses luar biasa.

    Jadi, apapun keadaan bisnis Anda sekarang, sudah maju, sedang, ataupun belum, segera carilah seorang coach. Milikilah seorang partner, seorang consultant yang akan menjadikan bisnis Anda semakin sukses.

    Salam Sukses

  • LEVERAGE (FAKTOR UNGKIT)

    Suatu saat ada seorang nenek yang roda mobilnya kempes. Kira-kira  menurut Anda mampukah nenek itu mengangkat mobil itu? Tentunya tidak bisa, bukan? Akhirnya nenek itu mengambil dongkrak dan dipasanglah di bawah mobil. Lalu, dengan santainya sang nenek menggerakkan ujung dongkrak. Akhirnya mobilnya bisa terangkat.

    Nah dalam bisnis kita juga memerlukan dongkrak (pengungkit/leverage) untuk menaikkan omset bisnis kita. Pertanyaannya sekarang, hal apa saja yang dapat kita jadikan sebagai leverage?

    Saya berikan satu contoh, rekan saya memiliki bisnis di bidang fotografi. Bisnis fotografinya difokuskan di wedding, maka leverage-nya adalah hotel, salon. Contohnya lain, Bill Gates menjual microsoft. Tentunya tidak mungkin dia menjual produknya dari rumah ke rumah atau dari kantor ke kantor. Jadi, dia bekerja sama dengan produsen komputer, yaitu perusahaan yang pasti membutuhkan software yang dia jual. Begitu juga jika Anda memiliki usaha rumah makan, Anda harus tahu leverage Anda siapa, bisa travel atau event organizer.

    Jadi, mulai sekarang coba renungkan kira-kira leverage dari bisnis Anda siapa. Intinya, leverage adalah instansi atau klien atau rekan yang kira-kira bisa membeli produk Anda lebih sering dan lebih banyak, karena mereka fokus pada konsumen yang mirip dengan konsumen kita, hanya mungkin kita belum bisa menyentuh konsumen tersebut. Karena leverage adalah kepercayaan yang menjadikan bisnis kita terus berjalan. Pastikan Anda juga bisa berbagi dan menjaga nama baik dan kualitas produk Anda. Sehingga semua pihak yang bekerja sama dengan Anda menjadi puas.

    Selamat menemukan leverage.Leverage-in-Business-580x435

  • SIMPLE, FLEXIBLE, dan APPLICABLE

    AAEAAQAAAAAAAAcAAAAAJGZlNDQyMTFiLTVhNzAtNDU2OC04OTQ3LTZkNzY2MTJkOWU0Mg

    Bagaimana membuat solusi (ide-ide kreatif ) yang kita berikan menjadi simple, flexible, dan applicable? Semakin simple dan semakin applicable solusi yang kita tawarkan, maka akan semakin tinggi daya serapnya.

    Mari kita menengok masa awal ditemukannya komputer. Di awal dulu kita lihat solusi untuk menjawab kebutuhan orang akan pengetikan/pengolahan data/teknologi yang berkaitan dengan komputer. Sedangkan komputer pada jaman dulu sangat besar ukurannya, sehingga menjadi tidak flexible. Maka, semakin lama komputer dibuat semakin simple dan flexible, dan akhirnya menjadi komputer yang sekarang.

    Tetapi itu pun orang belum merasa puas karena tidak bisa dibawa kemana-mana. Maka, muncullah solusi-solusi yang lebih praktis, muncullah produk-produk yang lebih praktis. Akhirnya, lahirlah laptop yang semakin simple, applicable, dan flexible untuk dibawa kemanapun Anda inginkan.

    Akan tetapi, itupun bagi beberapa orang masih kurang simple dan flexible. Akhirnya, para produsen gadget melahirkan handphone yang dapat berfungsi seperti laptop, i-pad dsb.

    Misalnya Anda mempunyai produk training. Sudah simple kah training yang Anda tawarkan? Sehingga orang awam pun bisa memahami produk itu. Contoh lain, misalnya Anda memproduksi makanan, apakah makanan itu simple? Sehingga konsumen tidak perlu melakukan banyak proses untuk menikmatinya atau sebaliknya. Hal-hal ini tentunya perlu Anda pertimbangkan agar daya serap konsumen terhadap produk Anda semakin tinggi.

    Jadi pastikan, jika Anda ingin memberikan solusi terhadap kebutuhan orang, solusi tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan orang, tetapi solusi tersebut juga adalah solusi yang simple, flexible, dan applicable. Karena beberapa teknologi yang rumit juga akan dijauhi oleh konsumen. Maka, kita lihat di beberapa produk teknologi, misalnya, dibuat se-simple, se-flexible dan se-applicable mungkin.

    Sudahkah itu ada pada produk Anda?

    Salam sukses.

  • BRAND (MERK)

    brandingPernahkah Anda ditanya, “Anda bisnis apa?”

    Lalu Anda menjawab, “Warung kopi”.

    Merk-nya apa?”

    “Pokoknya warung kopi”

    Menarik tidak? Tentu saja tidak.

    Ketika Anda ditanya, “Anda punya bisnis apa?”

    “Warung makan”

    “Namanya apa?”

    “Pokoknya warung makan”.

    Menarik? Tentu tidak. Coba bedakan dengan yang berikut ini.

    Ketika ada seseorang bertanya, “Anda punya bisnis apa?”

    “Warung kopi”

    “Namanya apa?”

    “Semerbak Kopi”

    Lebih menarik bukan? Atau ketika Anda ditanya tentang usaha Anda,

    “Rumah makan”

    “Namanya apa?”

    “Nikmat Catering”

    Lebih nyaman bukan? Hal ini sama ketika Anda ditanya tentang Anda laki-laki atau perempuan.

    “Saya laki-laki”

    “Nama Anda siapa?”

    “Pokoknya laki-laki”

    Tentu tidak menarik bukan? Bedakan dengan yang berikut ini,

    “Anda laki-laki atau perempuan?”

    “Laki-laki”

    “Nama anda siapa?”

    “Budi”

    Nah tentunya lebih menarik, bukan?

    Demikian juga dengan bisnis. Sebuah produk membutuhkan sebuah nama (brand/merk).

    Nama (brand/merk) supaya powerful, ada 3 pilar rahasianya:

    Yang pertama, singkat.

    Usahakan nama bisnis atau nama produk Anda singkat, jangan terlalu panjang. Misalnya usaha bimbingan belajar. Anda beri nama yang singkat, misalnya “Smart Bimbel”. Atau usaha Anda di bidang fotografi. Anda beri nama “Bening Fotografi. Singkat. Karena jika terlalu panjang, orang akan sulit mengingat. Di jaman yang penuh persaingan seperti ini jangan paksa orang untuk mengingat nama panjang produk Anda. Sama dengan nama orang hari ini, jika terlalu panjang menjadi sulit di ingat.

    Yang kedua, sesuai dengan  jenis usaha.

    Misalnya ketika Anda punya usaha perumahan. Berilah nama yang mewakili kondisi perumahan, misalnya “Griya Asri”. Jangan sampai Anda punya usaha perumahan, diberi nama “Nikmat”, tentunya tidak sesuai. Contoh lain, Anda punya usaha design. Usaha design yang saya jalankan, bernama “Immage”.

    Yang ketiga, unik.

    Kenapa unik? Tentu agar tidak sama dengan yang lain. Hari ini semakin unik brand Anda, semakin mudah orang mengingat Anda, namun ketika bicara unik, sebenarnya sedikit melanggar aturan yang kedua di atas. Contohnya, saya punya klien memiliki rumah makan bermerk “Nelongso”. Mungkin Anda bingung rumah makan kok namanya “Nelongso”. Tapi, hebatnya, rumah makan ini sudah ada 7 outlet yang beromset milyaran rupiah per bulan.

    Tiga pilar tersebut menjadi penting ketika Anda mau membuat sebuah produk/bisnis. Jika merk produk/bisnis Anda sudah memenuhi tiga pilar/syarat tersebut, berarti nama produk/bisnis Anda sudah tepat.

    Salam sukses.

  • PROMOTION

    The-Five-Ps-of-Marketing_Product-Place-Promotion-Price-Profit_35600Suatu saat tersebutlah seorang gadis cantik di puncak gunung, di dataran yang tinggi, sangat cantik. Saya yakin jika Anda tahu, Anda akan mau menikahinya. Tetapi, orang-orang heran kenapa sampai usia 30 tahun dia belum menikah, bahkan sampai 35 tahun belum menikah. Setelah diteliti ternyata gadis ini sangat pemalu. Tidak ada seorangpun yang tahu bahwa dia ada, yang tahu hanyalah orang tuanya. Maka sampai kapanpun, saya yakin dia tidak akan menikah.

    Bagaimana dengan produk atau bisnis Anda? Jangan-jangan bisnis atau produk Anda bagus, kemasannya juga sudah bagus, tetapi orang tidak tahu tentang produk Anda.

    Maka, lakukanlah promosi yang masif, bangunlah pola-pola marketing yang luar biasa. Jaman sekarang ada marketing online dan marketing offline. Saran saya anda lakukan dua-duanya, karena semuanya punya segmen yang berbeda-beda. Ada orang yang fanatik hanya melakukan online marketing dan melupakan offline marketing atau sebaliknya,ada orang yang fanatik dengan offline marketing dan meninggalkan online marketing.

    Beberapa perusahaan, rata-rata mengandalkan minilmal 10% dari profitnya untuk marketing itu. Ada marketingnya berupa iklan di televisi, ada yang berupa iklan di koran, dsb. Sudahkah Anda menganggarkan keuntungan usaha Anda untuk marketing. Jangan-jangan selama ini semua keuntungan usaha Anda habis untuk Anda nikmati sendiri dan untuk kebutuhan Anda.

    Sekali lagi, marketing is everything, marketing adalah segalanya. Mungkin Anda ingat, pernah ada sebuah merk mie instan baru. Marketing dan promosinya luar biasa, sampai menjadikan merk mie instan yang lama kehilangan pasarnya. Ada merk kopi yang baru, karena pola marketing yang luar biasa bisa menyedot hampir 30% omset atau market dari produk-produk kopi yang lama. Walaupun mungkin orang bilang, belum tentu yang baru itu lebih enak, tapi inilah bisnis.

    Jadi, sudahkah Anda menganggarkan biaya untuk marketing anda? Uang, tenaga dan pikiran. Sudahkah Anda rekrut tim untuk melakukan pola-pola marketing yang dahsyat?

    Jika belum Anda lakukan, saya pastikan bisnis Anda tidak akan berkembang, bahkan bisa jadi bisnis Anda akan terlupakan.

    Selamat merencanakan pola marketing yang terbaik. Dan ingat, rekrutlah orang-orang marketing yang profesional.

    Sukses untuk Anda.

  • HOW TO START A BUSINESS

    eduardostartingbusinessPernahkah Anda bertanya bagaimana cara mengawali sebuah bisnis?

    Pertanyaan ini terlihat sederhana, tetapi banyak orang sampai detik ini bingung menentukan bisnis apa yang akan dijalankan.

    Sebenarnya, cara mengawali sebuah bisnis sangat sederhana. Yang pertama, Anda harus memastikanbahwa bisnis Anda bisa memenuhi kebutuhan orang. Disekitar kita, misalnya, banyak orang yang butuh sandang, maka Anda bisa memilih untuk berbisnis busana. Ketika banyak orang butuh jilbab, Anda bisa memulai membuka bisnis jilbab. Ketika banyak orang membutuhkan seragam kantor (kaos/baju), maka bisnis seragam kaos/baju bisa dijadikan salah satu alternatif bisnis. Ketika Anda tinggal di lingkungan kampus, misalnya, banyak mahasiswa yang membutuhkan makanan, maka warung makan bisa menjadi salah satu bisnis. Contoh lain, perumahan misalnya, siapa yang tidak membutuhkan tempat tinggal? Banyak orang membutuhkan tempat tinggal, bisa berupa perumahan atau apartemen, dsb.

    Ketika banyak orang butuh kendaraan, sementara mereka tidak mau membeli, tidak mau terbebani dengan biaya perawatan, biaya servis, pajak, dsb, mereka bisa sewa mobil atau motor. Demikian juga ketika orang banyak butuh pendidikan, maka bisnis pendidikan pun menjamur dimana-mana.

    Jadi coba lihat disekitar Anda, temukan kebutuhan orang-orang disekitar Anda dan cobalah Anda penuhi kebutuhan itu.

    Yang kedua, pastikan bisnis yang Anda jalankan memberikan solusi kepada konsumen.

    Saya mempunyai teman yang berbisnis statistik. Statistik adalah ilmu yang tidak semua orang mampu menguasainya, maka teman saya menyediakan solusinya, bagaimana orang tanpa harus paham statistik, tapi tugas-tugas statistiknya terselesaikan. Ketika ada orang yang sibuk kerja dan tidak sempat mencuci, setrika dsb, maka laundry adalah solusinya.

    Coba perhatikan disekitar Anda, apa masalah orang yang belum terselesaikan dan coba carikan solusinya.

    Contohnya, baru-baru ini saya membuka bisnis baru tentang sell logo, mengapa? Karena banyak orang butuh logo, butuh  merk, butuh identitas, tapi tidak semua orang mampu mendesign logo yang berkulitas, maka saya buat perusahaan design logo.

    Jadi, bisnis itu sangat sederhana, lihat kebutuhan orang disekitar Anda dan penuhi kebutuhan itu. Lihat permasalahan orang disekitar Anda dan berilah solusi pada permasalahan-permasalahan tersebut.

    Selamat mencoba.

    Sukses.