Penulis: Askan

  • STATUS INDAH YANG ‘MENGHILANGKAN’ LELAH

    Permisi…numpang lewat 😊

    Sharing Puenting dan Guenting 😀

    STATUS INDAH YANG ‘MENGHILANGKAN’ LELAH

    1 Okt 2015, tengah malam, di sebuah kota besar di negeri ini. Biasanya jam segini mata ini sudah mengantuk, apalagi setelah tiga hari melakukan business coaching yang cukup melelahkan, bersama happy coachee.😊

    Tapi status indah di FB itu telah ‘menghilangkan’ lelahku. Beberapa kali saya baca, saya analisa, lalu saya berkaca dan mencoba membuat beberapa rencana kerja untuk mengaplikasikannya. “Sukses Berkelanjutan: Meraih Sukses dengan Membantu Mewujudkan Sukses Orang Lain.” Begitu judul statusnya.

    Ketika saya masih aktif di bisnis MLM dan asuransi, sangat sering saya mendengar kalimat tersebut dari para upline dan senior saya. “Bantu downline anda untuk sukses, maka anda juga akan sukses. Bimbing mitra anda sampai meraih impiannya, maka anda pasti meraih impian anda. Dampingi agen anda sampai mencapai targetnya, maka andapun akan meraih target anda,” begitu motivasi dari para upline dan senior saya.

    Benar juga sih. Kan memang ada hubungan struktural antara downline dan upline, antara agen dan koordinator agen. Jadi kalau tim di bawahnya sukses, maka orang di atas tim tersebut juga akan sukses. Tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku, hehe….

    Tapi kalau di bisnis konvensional, ketika kita mendidik tim kita, kemungkinannya ada dua: mereka akan semakin membesarkan bisnis kita atau malah akan menjadi kompetitor, yang bisa ‘menghancurkan’ bisnis kita. Itu kalau kita mendidik tim kita, bagaimana jika kita mendidik orang lain? Tentunya ‘resikonya’ jauh lebih besar.

    Tapi bagi beliau, si penulis status indah itu, terserahlah apa yang nanti terjadi. Yang penting ketika kita menyebar kebaikan, kita pasti akan mendapat balasan kebaikan. “Hal jazaa’ul ihsan illal ihsan.” Tegas beliau, mengutip Surat Ar Rahman ayat 60.

    Memang saya sering melihat, beliau serius banget kalau mengajari orang lain. Seakan-akan semua yang tersimpan ingin dicurahkan, seakan-akan semua ilmunya ingin disalurkan. Tanpa takut ilmunya dicuri, tanpa takut muridnya bisa menjadi kompetitornya di kemudian hari. “Bantu orang lain meraih sukses, niscaya suksesmu berkelanjutan.”Pungkasnya di status indahnya.

    Maka di buku rencana kerja saya tulis dengan tinta tebal: Saya akan puaskan para coachee saya, melebihi apapun yang mereka berikan kepada saya. Saya akan besarkan School of Public Speaking saya, tanpa harus dihantui rasa takut akan munculnya trainer-trainer muda. Saya akan ajarkan apapun yang saya bisa kepada siapa saja, sampai mereka sukses! Sebelum malaikat bertanya kepada saya: KENAPA ANDA SEMBUNYIKAN ILMU YANG TUHAN BERIKAN KEPADA ANDA…?!

    Terimakasih Master Coach Dr. Fahmi. Atas status indahmu, yang telah ‘menghilangkan’ lelahku. Atas semua transferan ilmumu, yang insyaAllah kelak akan menjadi amal jariyah penerang kuburmu, pemberat mizan kebaikanmu.

    Semoga kami sebagai alumni The Indonesian Board of Grounded Business Coaching bisa semakin sukses dan menyukseskan orang lain. Bisa semakin besar dan membesarkan orang lain. Bisa semakin mulia dan memuliakan orang lain.

    Mohon do’anya selalu.
    Salam Grounded!

  • 3 YES, 3 NO: The Indonesian Board of Grounded Business Coaching

    Master Coach Fahmi dalam www.coachfahmi.com pernah menulis sebuah artikel tentang “Kebenaran dan Kebaikan itu Membutuhkan Juru Bicara.” Begitu membacanya saya langsung tergelitik, tergugah sekaligus juga tertampar.

    Bertahun-tahun saya telah belajar bagaimana menjadi orang baik sekaligus menjadi agen penyebar kebaikan, bagaimana menjadi cahaya sekaligus menjadi penyebar cahaya, bagaimana menjadi kader sekaligus menjadi leader. Tapi terus terang baru kali ini saya menemukan energi yang ‘menggetarkan’.

    Bagaimana tidak, dulu saya hanya berbekal ilmu, dalil dan analisa. Kalau toh ada business skill itupun tidak seberapa. Namun di kelas beliau, “The Indonesian Board of Grounded Business Coaching” saya mendapatkan hampir semuanya. 101 Business Model kelas dunia dan 25 Coaching Tools yang luar biasa.

    “Kebenaran dan Kebaikan itu Membutuhkan Juru Bicara!” Kalimat tersebut menjadikan bayangan saya menerawang jauh ke zaman para wali songo dahulu, dimana mereka adalah para “juru bicara kebaikan dan kebenaran”, tentunya dengan ‘business model’ dan ‘coaching tools’ yang disesuaikan dengan zamannya.

    Dan terbukti, mereka adalah cahaya yang mencahayai, mereka adalah dian yang menerangi, mereka adala energi yang menulari. Mereka adalah “juru bicara kebaikan dan kebenaran” di zamannya. Sehingga dengan izin Allah, mereka bisa membalik keadaan di Indonesia, dari jahiliyah menjadi berilmu, yang semula kafir menjadi beraqidah, yang awalnya gelap menjadi terang. Sampai kepada zaman kita sekarang…

    Pertinyiinnyi (pinjam kata-katanya Mr Tukul), apa yang bisa kita lakukan sekarang? Apakah kita bisa menjadi seperti para wali songo tersebut? Tentunya kita sesuaikan dengan zaman kita. Disinilah saya semakin yakin bahwa ‘mazhab’ Grounded Business Coaching ala Master Coach Fahmi akan menjadi ‘big waves’ dalam percaturan bisnis di Indonesia dan dunia. Gelombang besar “kebaikan dan kebenaran”.

    Bagi Anda yang pernah belajar Professional Coaching atau Professional Business Coaching, Anda pasti akan menilai bahwa cara-cara Master Coach Fahmi ini agak kurang lazim di dalam dunia Coaching. Karena dalam ‘pure coaching’ kurang/tidak diijinkan untuk nge-mix antara coaching, consulting, mentoring, training dan therapy dalam satu figur seorang coach. Seorang coach harus ganti baju kalau mau berubah peran menjadi seorang konsultan, mentor, trainer atau terapis. Atau, sebaiknya diserahkan ke figur yang lain.

    Namun dalam ‘mazhab’ Grounded Business Coaching ala Master Coach Fahmi, semua cara itu BENAR asal BERHASIL…!!! Hehe, itu yang sering beliau lontarkan ketika kami belajar dan konsultasi kepada beliau.

    Maka dari itu saya menulis tentang 3 YES (yang sebaiknya/seharusnya dilakukan) dan 3 NO (yang sebaiknya/seharusnya tidak dilakukan) kalau kita mau menjadi “Juru Bicara Kebenaran dan Kebaikan” dalam ‘mazhab’ Grounded Business Coaching seperti yang Master Coach Fahmi sampaikan:

    1 YES: Coach memiliki jenis bisnis yang sama dengan jenis bisnisnya coachee.

    Kalau bisa seorang coach juga memiliki jenis bisnis yang sama dengan jenis bisnisnya coachee. Sehingga dalam proses grounded business coaching yang terjadi adalah bukan hanya transfer knowledge, tapi juga transfer experience. Apalagi kalau bisnisnya coach dalam hal ini lebih sukses dari bisnisnya coachee, maka proses coaching akan jauh lebih mudah dan lancar. Karena ada unsur high trust dan authority figures.

    2 YES: Coach memiliki jenis bisnis yang berbeda dengan jenis bisnisnya coachee, namun coach mau masuk kedalam bisnisnya coachee, day by day.

    Inilah yang oleh Master Coach Fahmi disebut Grounded Business Coaching. Jadi seorang coach bukan hanya di atas menara gading, madeg pandito ratu. Hanya pintar bertanya, beremphati, menggali, memberi tugas dan sejenisnya. Tapi seorang coach harus ikut melihat, merasakan, terlibat dan hadir selama 24 jam dalam perjalanan bisnisnya coachee. Sehingga coach bisa betul-betul menjiwai ‘derita dan nestapa’nya si coachee. Sehingga proses ‘memberi’ solusinya itu konkrit aplikatif, bukan idealis teoritis.

    Maka ketika saya diajak oleh Coach Nanang untuk meng-coaching www.ayamgorengnelongso.com, maka saya pun ikut cangkrukan nemani karyawannya ketika briefing sampai jam 12 malam, saya amati apa yang menjadi aktifitas harian di lima oulet beliau, saya masuk ke proses pembuatan SOPnya dan sebagainya.

    Demikian juga ketika saya dipercaya untuk meng-coaching lembaga www.qisenglish.com milik Coach Lili dan Coach Farah. Saya datangi basecamp-nya yang jauuuh di ujung timur Surabaya. Saking jauhnya, sampai-sampai tidak ada angkutan kota yang lewat sana. Untung saja, begitu nyampai, langsung disambut senyum ceria oleh Coach Farah, jadi hilang deh rasa capek dan lelah, hahaha…

    Akhir bulan inipun saya ‘terpaksa’ harus terbang ke Jakarta, menemui sahabat saya, Coach Donny, owner www.fikaracademy.com. Grounded Business Coaching akan kami terapkan di ‘sekolah karakter’ tersebut. Dan masih banyak lagi klien-klien Grounded Business Coaching yang menjadikan saya jarang pulang beberapa minggu ini.

    Memang Grounded Business Coaching menjadikan kita capek, lelah dan butuh stamina yang prima. Baik stamina fisik, psikis dan rupiah, hehe. Dulu proses coaching seperti ini, bisa saya lakukan melalui telepon atau skype. Bahkan saya pernah melakukannya via WA, BBM dan SMS.

    Namun setelah ketemu Master Coach Fahmi, saya bertaubat! Memang menjadi “Juru Bicara” Grounded Business Coaching itu lelah, tapi bahagia. Penat, tapi semangat. Sakit, tapi tidak mematikan…!

    Walaupun, cara-cara selain Grounded Business Coaching tentunya juga sah-sah saja. Asalkan berhasil, maka itu benar….!

    3 YES: Ceburkan teman, kenalan, relasi dan siapa saja ke Grounded Business Coaching Program Led by Coach DR. Fahmi.

    Jadi kalau sahabat-sahabat enggan, belum mampu atau belum berkenan untuk melakukan Grounded Business Coaching, maka silakan menjadi “Juru Bicara Kebenaran dan Kebaikan” dengan cara mengajak teman, keluarga, relasi dan siapa saja untuk mengikuti Grounded Business Coaching Program Led by Coach DR. Fahmi. Tapi untuk bulan Oktober 2015 ini peserta sudah penuh loh. Silakan menghubungi Coach Heny (0856 4673 2123) untuk informasi lebih lengkap.

    1 NO: Jangan hanya pintar bertanya, jangan hanya pintar coaching tools

    Dalam ‘mazhab’ Grounded Business Coaching, kita sebagai seorang coach kurang/tidak diijinkan jika kita hanya pandai bertanya, mendengar, beremphati, menggali, menugasi dan sejenisnya kepada seorang coachee.

    2 NO: Jangan awam/hanya punya sedikit business tools

    Dalam ‘mazhab’ Grounded Business Coaching, sebagai seorang coach kita tidak boleh awam dalam hal business tools, problem solving dan berbagai solusi alternatif yg aplikatif untuk ‘memastikan’ kesuksesan si coachee.

    3 NO: Jangan di atas menara gading, madeg pandito ratu.

    Dalam ‘mazhab’ Grounded Business Coaching, seorang coach tidak boleh hanya menerima informasi secara sepihak dari seorang atau beberapa orang coachee. Karena bisa jadi informasi dari coachee belum mewakili keadaan yang sebenarnya, the map is not the territory dan bisa jadi masih terjadi deletion, distortion dan generalization dari coachee. Walaupun sudah kita lakukan proses confidentiality and credentiality.

    Jadi apapun masalahnya, solusinya Grounded Business Coaching……!

    Salam Grounded……..!!!

    Askan Setiabudi, CI, CT.NNLP

    (Chief Executive Service  Officer, The Indonesian Board of Grounded Business Coaching)

  • FORUM MOTIVASI KEWIRAUSAHAAN BAGI 1000 PELAJAR SE-KAB. REMBANG

    MOTIVASI WIRAUSAHA. Motivasi merupakan suatu kemauan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah kebutuhan, keinginan, dorongan, impuls. Motivasi orang melakukan bisnis dalam berwirausaha sering kali berbeda. Keanekaragaman ini menyebabkan perbedaan dalam perilaku yang brkaitan dengan kebutuhan dan tujuan.

    MOTIVASI WIRAUSAHA. Pada kesempatan kali ini, Bapak Askan Setiabudi selaku trainer nasional yang sangat berpengalaman di bidang indoor training dan juga seorang owner dari TIPS Indonesia yang bergerak di bidang Psychology-Outbound-Management and Education Training Center bekerjasama dengan Youth Economic Empowerment (YEE) kabupaten Rembang dalam melaksanakan kegiatan indoor training. Indoor training ini bertema “Forum Motivasi Kewirausahaan Bagi 1000 Pelajar Se-Kabupaten Rembang”. Kegiatan indoor training ini dilaksanakan pada tanggal 11 Juli 2015. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat:

    MOTIVASI WIRAUSAHA. Beberapa dari kita (mungkin kebanyakan), khususnya mahasiswa, berangan – angan setelah lulus kuliah nanti ingin bekerja di perusahaan yang besar, yang banyak dikenal orang, dan pastinya, gajinya lumayan. Tidak ada yang salah dengan semua itu. Tapi andai kita berfikir dua kali, saat kita bekerja, gaji yang akan kita dapatkan tiap bulannya sama. Sedangkan pengeluaran kita setiap bulannya selalu bertambah. Belum lagi saat kondisi badan kita kurang fit sehingga tidak bisa masuk kerja. Tentu ada pertimbangan lagi mengenai itu, entah gaji kita berkurang, atau tanggal gajian yang mundur. Mau pelatihan ESQ?

    MOTIVASI WIRAUSAHA. Mahasiswa zaman modern seperti saat ini sangat penting untuk mencoba Usaha Sampingan. Disamping sibuk dengan aktifitas kuliah tidak ada salahnya untuk mencoba usaha sampingan. Usaha sampingan ini bisa banyak sekali ragamnya, kita bisa leluasa untuk memilih salah satu yang menurut kita usaha sampingan tersebut sangat mungkin untuk  kita lakukan.

    IMG_1203
    www.askansetiabudi.com Info: 0857-5505-9965 / 087836152078 / 081334664876

    MOTIVASI WIRAUSAHA. Dengan melakukan usaha sampingan mahasiswa bisa belajar sambil bekerja. Dapat ilmu yang sangat bermanfaat sekaligus dapat uang yang bisa anda banggakan. Anda pun (kaum mahasiswa) bisa berbangga hati saat ada teman anda memanggil anda dengan sebutan wirausahawan muda. Dengan melakukan bisnis maka mahasiswa akan terbiasa dengan dunia usaha. Dan itu akan bagus untuk menjalani hidup setelah lulus kuliah nanti.

    MOTIVASI WIRAUSAHA. Ternyata omongan mengenai cara berbisnis di usia muda ataupun pada masa masih menjadi mahasiswa tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Saat memulai usaha kegagalan merupakan teman setia yang menemai sebagian besar kawan muda mahasiswa yang sedang berusaha memulai bisnis saat masih menjadi mahasiswa.

    Untuk konsultasi Training Motivasi Malang, Outbound Malang, Batu alam Rafting, Kaliwatu Rafting, Wisata Malang, Travel dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut :

    JAKARTA

    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220

    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA

    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya

    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG

    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang

    Mobile :
    0858-5549-4440 (Arina)
    0878-3615-2078 (Ibu Dini)
    0858-4027-8033 (Ibu Olla)
    0895-1481-0211 (Bapak Muchtar)
    0857-5505-9965 (Bapak Zidan)

    Email :

    indonesiasukses@yahoo.com

    Sumber: http://kampus-pengusaha.com/

  • Pelatihan Hypno Motivation DNI Solo

    Pikiran manusia sangat unik dan kompleks, sehingga dalam perkembangannya hipnoterapi banyak mengadopsi berbagai prinsip psikoterapi yang berasal dari ilmu psikologi. Hanya dalam hipnoterapi penerapannya dalam kondisi tenang yang sangat dalam (trance), sehingga akan jauh lebih efektif dibandingkan psikoterapi itu sendiri.

    Hypno Motivation adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan dan perilaku. Hipnoterapi dapat juga dikatakan sebagai suatu teknik terapi pikiran menggunakan hipnotis.sedangkan Hipnotis sendiri dengan mudah bisa diartikan sebagai ilmu untuk mempengaruhi pikiran atau memberi sugesti / perintah kepada pikiran bawah sadar. Orang yang ahli dalam menggunakan hipnotis untuk terapi disebut “hypnotherapist”.

    www.askansetiabudi.com Silahkan hubungi : 085755059965 /087836152078 / 085855494440
    www.askansetiabudi.com Silahkan hubungi : 085755059965 /087836152078 / 085855494440

    Hipnoterapi berkerja sebagai alat untuk menghapus program-program negatif atau virus dalam pikiran Anda sekaligus memasang program-program positif yang akan membuat Anda lebih baik dari sebelumnya. Dengan hipnoterapi, Anda bisa menghilangkan segala hal buruk yang ingin Anda hilangkan dari pikiran, perasaan dan perilaku Anda. Dengan hipnoterapi, Anda juga bisa menanamkan pikiran, perasaan dan perilaku baru yang baik untuk kemajuan hidup Anda.

    Pada kesempatan kali ini, Motivator ternama di Asia sejak 1990-an Bapak Askan Setia Budi mengisi Indoor di Solo pada tanggal 05-September-2015 bersama DNI dengan tema Pelatihan Hypno Motivation, dengan diikuti peserta sejumlah 50 peserta, para peserta sangat antusias dalam mengikuti Pelatihan Hypno Motivation.

    Tujuan dan Manfaat dari Hypno Motivation:

    Bidang Pendidikan & Pengembangan Diri

    Di bidang pendidikan dan pengembangan diri, hypnotherapy berperan pada penyiapan / penguatan prasyarat belajar, yakni kondisi emosi dan mental seorang pembelajar. Sebelum seseorang men-setting pembelajarannya, ia harus terlebih dahulu menyiapkan prasyaratnya. Kondisi mental atau emosi yang kurang stabil, masalah persepsi terhadap belajar/ pendidikan, mental blocking, “programming” yang keliru, trauma masa lalu, pengalaman kurang mengenakkan, perasaan tercemoohkan, merasa direndahkan, dsb, itu mengganggu pembelajaran yang bisa muncul kadang berupa kemalasan tanpa diketahui penyebabnya, kurang motivasi dan kurang percaya diri. Hypnoterapi berperan di sini, yakni melepas emosi-emosi negatif tersebut. Jika prasyarat utama ini telah beres barulah beranjak ke proses belajar, baik belajar secara “standard” maupun yang “tidak standard” (super learning). Untuk yang ini bisa dibaca pada bagian “Miracle Learning”.

    Pada konteks prasyarat tadi, hipnoterapi mampu menumbuh kembangkan dan memperkuat motivasi diri, percaya diri, mengatasi hambatan psikis/ mental (mental block), mengatasi emosi negatif, menghilangkan fobia, trauma, luka batin akibat masa lalu, stress, memperkuat ingatan, konsentrasi, fokus, meningkatkan gairah belajar, membuang perasaan tidak enak ketika akan belajar (bagi sebagian pelajar terdapat kasus ini), menghilangkan grogi ketika menghadapi ujian, ujian nasional, pertandingan, dsb. Asalkan dilakukan dengan cara dan prosedur hipnoterapi yang tepat.

    Prosedur dimaksud adalah teknik hipnoterapi yang sesuai untuk menangani suatu kasus dan menghindari teknik yang mubazir atau justru bahkan tidak boleh dilakukan. Oleh karena itu, mari kita mengkaji bagaimana hypnotherapy dalam menangani kasus motivasi.

    Sumber : tranzcare.com

    Untuk konsultasi Training Motivasi Malang, Outbound Malang ,Outbound Surabaya dan Outbound di seluruh jawa timur, selain itu kami juga melayani Batu alam Rafting, Rafting Jawa Timur, Rafting Malang, Songa rafting, Kaliwatu Rafting, Wisata Malang, Travel dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim anda, kami siap memberikan yang terbaik, terpercaya. Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut :

    JAKARTA

    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220

    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA

    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya

    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG

    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang

    Mobile :
    0858-5549-4440 (Arina)
    0878-3615-2078 (Ibu Dini)
    0858-4027-8033 (Ibu Olla)
    0895-1481-0211 (Bapak Muchtar)
    0857-5505-9965 (Bapak Zidan)

    Pin BB : 5E0C2C45

    Email :

    indonesiasukses@yahoo.com

  • Jangan Marah -Wahai Ayah Bunda-, Bagimu Syurga…!

    “Ssst…., bila ibu marah, susahlah dunia, karena kalau ayah yang marah kita masih bisa berlari pada ibu. Ibu kerap membela kita bila ayah marah, kecuali kemarahan yang disebabkan kenakalan yang keterlaluan, kenakalan yang terencana, yang membuat ayah dan ibu marah besar karena dianggap memalukan orang tua.

    Kali ini ibu marah, dan kalau sudah marah, ibu cemberut serta tidak mau bicara. Aduuh……payaah….susah pula merayu ibu, terpaksa aku mencari tahu cara melunakkan hati ibu; dengan mengikuti apa yang diinginkannya/disukainya.

    Ibu suka jika aku pakai jilbab, walau aku merasa panas namun demi ibu aku pakai juga. Ibu suka jika aku di rumah dan bikin PR, padahal aku bosan di rumah dan PR-nya susah, namun demi ibu aku lakukan hal itu. Ibu suka aku bantu adik dan tidak marah-marah pada adik, walaupun sangat susah mengekang amarah, karena adik sangat menjengkelkan dan kayaknya aji mumpung, mumpung aku lagi dimarahin ibu, maka adik terlihat semakin menyebalkan dan melunjak..hffhhh….Ibu suka aku mencuci piring sendiri dan tidak teriak-teriak memanggil Mbok. Akh untuk yang satu ini aku malas, biar deh ibu marah terus, kalau semua aku kerjakan maka aku kecapekan dan kalau semua aku kerjakan, lalu si mbok ngerjain apa dong..?

    Lambat laun setelah aku mengerjakan semua yang ibu sukai dan semua kulakukan dalam diam, tahu-tahu waktu waktu sholat ashar tiba. Oh yaa, satu lagi yang ibu suka, ibu suka aku sholat tepat waktu, maka segera saja aku berlari dan ambil air wudhu lalu sholat. Setelah shalat aku berdoa, “Yaa Allah, semoga ibu tidak marah lagi, maafkan aku yaa Allah..amiin…” (Nabila, Kelas 2 SMP, dikutip dari www.republika.co.id)

    Bayangkan itu tulisan anak Anda, disebuah buku harian, yang Anda temukan secara tidak sengaja. Bagaimana perasaan Anda? Hehe, sudah jangan nangis.

    Kesibukan kita dalam menjalani rutinitas kehidupan ini, seringkali menjadikan kita kehilangan kedamaian dalam diri. Kedamaian yang ada, berganti dengan kepanikan, keresahan, kekhawatiran, kesumpekan, stress, dan sejenisnya. Disaat seperti inilah,  kita akan mudah untuk tersulut emosi, karena yang berfungsi secara dominan adalah otak reptil kita.

    Dimana salah satu ciri otak reptil adalah kalau takut akan lari dan mendendam, kalau berani akan menyerang. Maka sejengkel apapun kita, kalau ketemu orang yang lebih ‘high level’ dari kita, biasanya kita lebih bisa menahan amarah. Tapi kalau kita lagi jengkel dan ketemu dengan orang yang ‘low level’, maka kita pasti menyerangnya dengan kata-kata, sikap dan perbuatan yang emosional.

    Nah, karena kita memandang anak-anak kita adalah ‘low level’, maka kalau kita lagi jengkel, keluar deh semua serangan kita, bertubi-tubi kadang, sampai kita merasa puasssss…! Bahkan kadang bukan hanya lisan yang menyerang dengan amarah, kadang tangan dan kaki kita pun ikut berperan melampiaskannya.

    Masih segar diingatan kita, Angeline usia 8 tahun, dibunuh oleh ibu angkatnya, Margaretha Magawe, setelah dimarahi dan disiksa berbulan-bulan lamanya (Bali, 2015). Arie Hanggara usia 8 tahun, anak pasangan Mactino dan Santi ini juga tewas mengenaskan setelah dimarahi dan disiksa oleh kedua orangtuanya. Bahkan begitu mengenaskannya cerita kematian bocah yang tinggal di daerah Cikini, Jakarta Pusat itu, sempat difilmkan dan ditayangkan beberapa waktu lamanya di sejumlah media (1984).

    Dan masih banyak lagi cerita miris yang dialami anak-anak, hanya gara-gara ortunya tidk bisa menahan amarah. Fakta menunjukkan, merujuk ke data Komisi Nasional Perlindungan Anak, sejak 2010-2014, tercatat bahwa telah terjadi sedikitnya 21,68 juta kasus kekerasan terhadap anak. Angka itu pun diyakini tak menyeluruh, karena tak semua kasus dilaporkan ke polisi. (Baca: Komnas PA: Ada 21,6 Juta Kasus Kekerasan Anak sejak 2010).

    Nah kenapa orang tua mudah marah sama anak?

    1. Salah paham tentang positioning (status) anak

    Selama ini orang tua menganggap anak adalah hak. Padahal sebenarnya anak kita itu bukan hak kita, tapi anak adalah amanah dari Allah swt untuk kita jaga dan rawat lahir bathinnya. Sehingga suatu saat bisa berguna buat agama, bangsa dan negaranya.

    Karena anak sebagai amanah, maka kita para orang tua adalah sebagai pemimpin yang pasti akan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinan kita pada anak-anak kita. “Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi.” (HR. Bukhari). Artinya: Setiap kamu sekalian adalah pengembala (pemimpin) dan setiap pengembala (pemimpin) akan ditanya tentang apa yang digembalanya/dipimpinnya. 

    Dengan pemahaman ini, kita akan semakin hati-hati dalam mendidik anak-anak kita. Ketika kita mau berbuat yang tidak baik, seperti marah, memukul dan sejenisnya, kita akan berfikir berkali-kali karena kita akan dimintai tanggung jawab oleh Allah atas semua itu.

    Memangnya dalam Islam apa tidak boleh marah dan memukul pada anak-anak?

    Mari kita simak kisah-kisah berikut ini:

    Ummu Kholid binti Kho’id bin Sa’ad Al-Amawiyah berkata, “Aku beserta ayahku menghadap Rasululloh dan aku memakai baju kurung (gamis) berwarna kuning. Ketika aku bermain-main dengan cincin Nabi Muhammad SAW, ayahku membentakku, maka beliau (Rasulullah saw) berkata, “biarkanlah dia.” Kemudian beliau pun berkata kepadaku, “bermainlah sepuas hatimu, Nak!”

    Seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad SAW. Supaya dido’akan, dimohonkan berkah dan di beri nama. Anak tersebut di pangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata, “jangan di putuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya.”

    Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian membisiki orang tuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.

    Para orang tua hendaknya tidak terburu-buru untuk menggunakan metode hukuman dengan pukulan, kecuali setelah menggunakan semua metode lembut lain yang mendidik dan membuat jera.

    Para orang tua hendaknya tidak memukul anak ketika ia dalam keadaan sangat marah, karena hal ini dikhawatirkan menimbulkan bahaya terhadap sang anak. Perlakuan ini merupakan realisasi wasiat Rasulullah saw. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” (HR Al-Bukhari).

    Ketika para orang tua memberikan hukuman pukulan pada anak dengan memukul, hendaknya menghindari anggota badan yang peka, seperti kepala, muka, dada dan perut. Hal ini berdasarkan perintah Nabi Muhammad Rasulullah saw riwayat Abu Daud:

    وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ

    “. . . dan janganlah kamu memukul muka (wajah)…”

    Dan yang menguatkan ini, bahwa ketika Rasulullah saw memerintahkan untuk merajam perempuan Al-Ghamidiah, beliau mengambil batu dan melemparnya, kemudian beliau berkata kepada khalayak:

    اُرْمُوْهَا وَاتَّقُوْا الْوَجْهَ

       “Lemparilah dan hindarilah muka …”

    Apabila Rasulullah saw melarang kita memukul wajah (melempar wajah) dalam hukum rajam yang dimaksudkan untuk hukuman pembunuhan, maka memukul wajah untuk hukuman yang tidak membinasakan (jiwa) seperti ta’zir dan pendidikan tentunya lebih terlarang. Sebab, wajah atau kepala termasuk anggota badan yang sangat peka dan pusat indera. Jika terkena pukulan akan mengakibatkan kerusakan sebagian indera, dan ini dianggap sebagai penyiksaan.

    Seperti halnya memukul bagian dada atau bagian perut, juga dilarang, karena mengakibatkan bahaya besar yang terkadang bisa mengakibatkan kematian bagi seseorang. Larangan ini termasuk universalitas dari sabda Rasulullah saw:

    لاَضَزَرَ وَلاَ ضِرَارَ

    “Tidak boleh membahayakan (diri sendiri) dan tidak boleh membahayakan (orang lain).” (H.R. Imam Malik dan Ibnu Majah).

    Pukulan pertama untuk memberikan hukuman, hendaknya dan sebaiknya tidak terlalu keras dan tidak menyakiti anak, pada kedua tangan atau kaki dengan tongkat yang tidak besar. Hendaknya dan diharapkan pula, memukul dengan pukulan berkisar antara satu hingga tiga kali pada anak yang usianya dibawah umur. Dan jika pada orang dewasa, setelah tiga pukulan tidak membuatnya jera, maka boleh ditambah hingga sepuluh kali, sebagaimana sabda Nabi Rasulullah saw.:

    لاَ يَجْلِد أَحَدٌ فَوْقَ عَشْرَةِ أَسْوَاطٍ إِلاَّ فِى حَدٍّ مِنْ حُدُوْدِ اللَّهِ تَعَالَى ٠

    “Janganlah seseorang mendera lebih dari sepuluh kali deraan, kecuali dalam hukuman (hudud) yang ditentukan Allah Ta’ala.”

    Hendaknya tidak memukul anak, sebelum ia berusia sepuluh tahun, berdasarkan perintah dari Rasulullah saw sebagai berikut :

    مُرُوْا أَوْلاَدََكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِيْنَ ٬ وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ

    “Suruhlah anak-anakmu mengerjakan shalat, ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka jika melalaikannya, ketika mereka berusia sepuluh tahun. … “

    Jika kesalahan anak adalah untuk yang pertama kalinya, maka hendaknya sang anak diberi kesempatan untuk bertaubat dari perbuatan yang telah dilakukan, memberi mereka kesempatan untuk minta maaf, dan diberi kelapangan untuk didekati seorang penengah, tanpa memberikan hukuman, tetapi mengambil janji untuk tidak mengulangi kesalahannya itu. Upaya ini tampak lebih utama dibanding menggunakan pukulan atau mengecamnya di hadapan umum.

    Para orang tua hendaknya memberi hukuman dengan memukul anak dengan tangannya sendiri, dan tidak menyerahkannya kepada saudara-saudaranya, atau teman-temannya. Sehingga, tidak timbul api kebencian dan kedengkian di antara mereka.

    2. Belum pernah melakukan terapi terhadap emosi atau amarah yang terlanjur menjadi anchor (jangkar) di dalam dirinya atau yang sudah terlanjur masuk di alam bawah sadarnya. Nah pembahasan untuk poin 2 ini kita sambung lain kali ya……
    *Buat sahabat-sahabat yang mau KONSULTASI, SHARING-SHARING, TRAINING, TERAPI, COACHING dll seputar PARENTING silakan menghubungi: 081 334 664 867 atau klik www.tips-indonesia.com

  • KEMAMPUAN APA YANG HARUS DIMILIKI OLEH SEORANG COACH?

    Profesi sebagai seorang coach hari ini semakin populer. Dulu profesi ini sempat dipandang nyinyir oleh sebagian orang, dikarenakan polanya yang terkesan mudah dikerjakan oleh siapapun. Bagaimana tidak mudah, lah kerjanya cuma BERTANYA, MENDENGARKAN DAN SOLUSINYA DISERAHKAN SEPENUHNYA PADA COACHEE. “Anak SD pun bisa!”, begitu pikir mereka.

    Namun seiring waktu, orang semakin paham bahwa bukan sembarang pertanyaan yang bisa diajukan oleh seorang coach. Seorang coach harus memiliki Powerful Questioning yang mampu menggiring coachee untuk menemukan apa yang menjadi masalahnya dan hal-hal seperti apa yang sekiranya bisa menjadi solusinya.

    Selain kemampuan bertanya, ada beberapa kompetensi lain yang harus dikuasai oleh seorang coach. Menurut ICF (International Coach Federation) ada beberapa core competency of a coach, antara lain:

    1. Meeting Ethical Guidelines & Professional Standards; Seorang coach harus memahami etika dan standar seorang coach yang professional, sehingga bisa menjadikan kehormatan profesi coach tetap terjaga.

    2. —Establishing the Coaching Agreement; Seorang coach harus memiliki kemampuan dalam memahami secara spesifik apa yang sebenarnya diperlukan oleh seorang coachee, dan bisa membuat kesepakatan yang saling menguntungkan.

    —3. Establishing Trust & Intimacy with the Client; Seorang coach harus mampu membangun keakraban dan kepercayaan dengan coachee. Ini sangat penting, karena bisa membantu keterbukaan coachee kepada coach, sehingga bisa lebih memuluskan proses coaching.

    —4. Coaching Presence; Seorang coach harus punya kemampuan untuk menciptakan hubungan yang rileks, terbuka, fleksibel, spontan dan percaya diri dengan coachee.

    —5. Active Listening; Seorang coach harus memiliki kemampuan mendengarkan secara aktif, bisa memahami apa yang terucap dan tidak terucap dari coachee, bisa melakukan emphati terhadap apa yang dikatakan oleh coachee.

    —6. Powerful Questioning; Seorang coach harus mampu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang menjadikan seorang coachee bisa dan mau mengungkapkan informasi-informasi yang diperlukan. Pertanyaan yang tidak melompat-lompat, tapi mengalir dan terarah

    7. —Direct Communication; Seorang coach harus memiliki kemampuan untuk berbicara/berkomunikasi secara langsung dengan coachee, mengajak coachee untuk fokus pada apa yang ingin diraih.

    8. —Creating Awareness: Karena prioritas pada saat coaching adalah coachee centris / coachee oriented, maka seorang coach harus memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan semua hal guna membangun self awareness si coachee. Menyadarkan bahwa yang hendak berubah, yang punya kepentingan untuk tumbuh, yang akan mendapatkan manfaat adalah coachee, bukan coach.

    —9. —Planning & Goal Setting: Seorang coach harus mampu mempersuasi coachee agar fokus pada goalnya dan membuat rencana-rencana jangka pendek untuk meraih goal tersebut

    10. Designing Actions; Seorang coach harus memiliki kemampuan dalam mengarahkan coachee agar bisa membuat rencana-rencana aplikatif selama proses coaching berlangsung.

    11.Managing Progress & Accountability: Seorang coach harus bisa memastikan adanya progress dari coachee, dengan ukuran-ukuran yang bisa diamati, dihitung, dianalisa, dievaluasi. Sehingga pencapaian-pencapaian yang didapatkan oleh coachee tidak bias.

    Demikian beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang coach. Hal tersebut kami istilahkan dengan Coaching Tool. Kalau Anda mau menekuni coaching di bidang tertentu, maka Anda juga harus melengkapi tool (senjata/alat) di bidang tersebut. Misalnya Anda mau menjadi seorang Business Coaching, maka Anda sebaiknya (seharusnya?) melengkapi diri Anda dengan senjata/alat-alat yang bisa “memastikan” coachee Anda bisa sukses di dunia bisnis.

    Demikian juga kalau Anda mau menjadi seorang Parenting Coach, selain Anda harus menguasai coaching tool, Anda juga harus menguasai parenting tool.

    Jadi, masih yakin kalau anak SD bisa menjadi seorang coach…? hehe

    Jika Anda ingin belajar bagaimana menjadi seorang Professional Coach, silakan hubungi: 081 334 664 876

  • HARUSKAH SEORANG COACH LEBIH HEBAT DARI COACHEE…?

    Haruskah seoarang coach lebih hebat dibanding dengan seorang coachee?

    Tergantung apa definisi Anda tentang COACH? Kalau Anda definisikan seorang coach sama seperti consultant, mentor atau trainer, maka jawaban pertanyaan di atas adalah: (mungkin) YA, walaupun tidak harus juga. Karena sering para trainer, mentor dan consultant juga memberi materi, pengarahan dan konsultasi kepada orang yang lebih sukses, lebih kaya, lebih pintar dan sejenisnya.

    Tapi kalau Anda mendefinisikan seorang coach adalah sebagai mitra yang sejajar dengan coachee, maka seorang coach tidak harus lebih sukses, lebih wah, lebih berhasil dibanding coacheenya. Sebagaimana menurut ICF (International Coach Federation) bahwa coach adalah: “a patnering with clients, in thoughts-provoking, an creative process that inspires them to maximize their personal and professional potential.”

    Tapi kan lebih keren dan powerful kalau coach lebih sukses dibanding coachee?
    Iya sih, tapi itu bukan ‘kewajiban’ / keharusan jika Anda mau menekuni profesi sebagai seorang coach. Karena coaching lebih pada mengajak seseorang untuk belajar daripada mengajarinya (Whitmore, 2003). Lebih pada seni untuk memfasilitasi orang lain dalam bekerja agar lebih maksimal, dalam pembelajaran dan pengembangan orang lain (Downey, 2003). Coaching adalah proses seseorang mendampingi orang lain untuk mengail, bukan memberinya ikan.

    Bukankah Coach Angelo Dundee juga bukan seorang petinju, tapi dia mampu menjadikan Muhammad Ali sebagai petinju legendaris kelas dunia. José Mourinho juga tidak mahir main bola, tapi dia dikenal sebagai pelatih dengan kepribadian yang kuat dan mampu menanamkan mental juara di setiap tim yang ditanganinya. Meski strateginya acapkali dikritik karena memainkan sepak bola negatif, tapi dia adalah jaminan prestasi yang sahih. Tidak jarang Mourinho disebut ” pelatih spesialis piala ” dengan keberhasilannya merebut empat trofi domestik di empat negara yang berbeda. Dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.

    Namun, sekali lagi, tentunya akan lebih powerful jika Anda adalah seorang pebisnis sukses lalu menjadi coach pebisnis-pebisnis yang lain. Tapi bukankah diatas langit masih ada langit? Bukankah semua pebisnis punya kekurangan dan kelemahan? Disitulah kita menawarkan diri kita untuk menjadi mitra (baca: coach) mereka guna meningkatkan prestasi yang sudah bisa diraih.

    Tentunya Anda harus membekali diri Anda terlebih dahulu dengan coaching tool dan business tool. Agar service yang Anda berikan bisa powerful.

    Menjadi seorang coach? Siapa Takut!

    …………….

    Bagi Anda yang mau belajar menjadi seorang coach professional, silakan hubungi: 0858 5549 4440 atau klik di: www.tips-indonesia.com/layanan/professional-coach

  • KENAPA ANAK KITA SUKA MAIN GAME DAN BAGAIMANA SOLUSINYA?

    Kenapa anak kita suka main game dan bagaimana solusinya?

    Sharing dari beberapa pengalaman saya dan klien-klien saya:

    1. Karena game itu menyenangkan
    Namanya juga anak-anak, dunia yang penuh dengan permainan. Bukankah dulu ketika masih anak-anak kita juga demikian?

    Lalu kenapa main game perlu dibatasi?

    Yang pertama karena berlebihan
    Sebenarnya bukan hanya game saja sih yng perlu kita batasi. Segala sesuatu yg mubah, bisa jatuh ke makruh atau bahkan haram kalau berlebihan. Selama tidak berlebihan, maka insyaAllah itu masih masuk kategori mainan/hiburan. Kecuali di dalamnya ada unsur yang merusak seperti: kekerasan, pornografi, dan sejenisnya yang harus dihindari.

    Yang kedua karena faktor kesehatan,
    Mulai radiasi elektromagnetik, akomodasi mata yang dipaksakan, gerakan tubuh yang minim dan sejenisnya.
    Dari sisi inilah game yang berlebihan menjadi negatif akibatnya bagi kesehatan

    Lalu berapa lama idealnya main game?
    Sehari satu jam atau seminggu 6 jam harusnya sudah cukup untuk refreshing.
    Itupun harus kita tanamkan ke anak bahwa ini hanya salah satu hiburan, masih banyak aktifitas yang lain yang tidak kalah menyenangkan.

    Solusinya: Carikan anak-anak kita aktifitas alternatif yang juga menyenangkan, sebagai bentuk kompensasi atau subtitusi.

    2. Karena belum/tidak ada alternatif penyaluran emosi/energi, atau anak-anak merasa kesepian/bosan dengan rutinitas/aktifitas yang ada.

    Anak-anak itu ‘gak duwe udel’ kata orang jawa; ndak punya capek. Mereka cenderung mencari penyaluran dari energi yang berlimpah tersebut.

    Sak ketemune. Ketemu game maka dia akan main game, ketemu teman bisa bermain bersama teman, ketemu ortu bisa hangout bersama ortu, ketemu buku dia akan baca buku, ketemu tivi dia akan nonton tivi.

    Mana yang paling menyenangkan/nyaman baginya, itu yang akan menjadi pilihan aktifitas utamanya.

    Maka mari kita instrospeksi, kenapa anak-anak kita lebih suka main game daripada aktifitas yg lain…?

    Solusi:
    -Habiskan energi anak-anak dengan aktifitas positif yang lain, yang sama/lebih menyenangkan dibanding game.
    -Jangan biarkan mereka dalam kesepian, padahal kita ada didekatnya
    -Mari belajar apa yang menjadi kesenangan anak, sehingga kita bisa mengisinya dengan cara yang lain, selain menyerahkan gadget kita kepada mereka agar mereka ‘diam’.

    —————–

    Oh ya sahabat-sahabat Hypno Parenting, hari Minggu, 30 Agt 2015, jam 06.00-selesai, di Nganjuk, sy ngisi materi SPIRITUAL HYPNO PARENTING. Monggo bagi yang bisa merapat…..

  • Jubah di Syurga untuk Ayah Bunda

    Seorang anak berumur 10 tahun, namanya Umar, anak pengusaha sukses yg kaya raya.

    Oleh ayahnya si Umar disekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta. Tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal. Tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah, wong uangnya berlimpah. Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang agar anaknya kelak menjadi orang yang sukses mengikuti jejaknya.

    Suatu hari isterinya memberitahu kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar. “Waduuuh saya sibuk ma, kamu aja deh yang datang..” begitu ucap si ayah kepada isterinya. Bagi dia acara beginian sangat nggak penting, dibanding urusan bisnis besarnya.

    Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam, sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya. Dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya, sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya. Nah karena diancam isterinya, akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah-ogahan.

    Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak-anak saling unjuk kemampuan di depan ayahnya. Karena ayah si Umar ogah-ogahan maka dia memilih duduk di paling belakang. Sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung.

    Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2. Ada yg menyanyi, menari, membaca puisi., pantomim, ada yg pamerkan lukisannya, dll. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka.

    Tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya. “Miss, bolehkah saya panggil pak Arief?” tanya si Umar kepada gurunya. Pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu.

    ”Oh boleh..” begitu jawab gurunya, dan pak Arief pun dipanggil ke panggung.
    “Pak Arief, bolehkah saya minta tolong Bapak untuk membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)”, begitu Umar minta kepada guru ngajinya…
    ”Tentu saja boleh Nak..” jawab Pak Arief..
    “Tolong Bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah..” kata si Umar. Lalu ia mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya, dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram). Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu, termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang.

    ”Stop, kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna, sekarang coba kamu baca ayat 9” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar, lalu Umarpun membaca ayat 9.
    “Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya, Pak Arief berkata: “Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”, si Umarpun membaca ayat ke 40 sampai selesai.

    “Subhanallah, kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya. Para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya. Lalu pak Arief bertanya kepada Umar: ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran.

    Begini pak guru, waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak, bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW: ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Kedua orang tuannya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab, ”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)

    “Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akhirat kelak, sebagai bukti seorang anak yg berbakti kepada kedua orangnya..”

    Semua orang terkesiap dan tidak bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 tahun tersebut. Ditengah suasana haru tersebut, tiba-tiba terdengar teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung.

    Ternyata dia ayah si Umar yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak, bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya. ”Ampuun nak, maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu, tidak pernah mendidikmu dengan ilmu agama, apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya.

    ”Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak, ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak, ayah maluuu nak” ujar sang ayah sambil menangis tersedu-sedu.

    Subhanallah…Sampai disini, saya melihat di Sang Khotib (yang menceritakan kisah ini) mengusap air matanya yang mulai jatuh. Semua jama’ahpun terpana dan juga mulai meneteskan airmatanya, termasuk saya. Diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya, luar biasa haru.

    Entah apa yang ada dibenak jama’ah yg menangis itu. Mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya, mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kepada anaknya, mungkin menyesal karena tidak mengajari anaknya mengaji, atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya, dengan alasan sibuk urusan dunia…!!!

    Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat, dan lebih sibuk dengan urusan dunia. Padahal saya tahu kalau kehidupan akherat itu jauh lebih baik dan kekal daripada kehidupan dunia yg remeh temeh, senda gurau dan sangat singkat ini..

    Seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An’Am ayat 32: ”Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain darimain-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orangyang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”

    Astagfirullah…
    Hamba mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang…

    Wallahu ‘alam bisshawab
    Semoga bermanfaat, khususnya buat saya pribadi

    Salam khusnul khotimah

    …………….

    Bagi sahabat-sahabat yang membutuhkan jasa:

    1. Training outbound,

    2. Training indoor

    3. Coaching

    4. Consulting

    5. Dll

    Silakan hubungi: 081 334 664 876

    atau: www.outboundindonesia.com

  • Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

    Salam Excellent! Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini diantaranya adalah intensitas, arah, dan ketekunan. Beberapa waktu yang lalu, mahasiswa Fakultas Brawijaya Universitas Brawijaya mengadakan acara Training Motivasi, mereka memercayakan kegiatan tersebut kepada kami, dengan pemateri Askan Setiabudi, Salah seorang Trainer yang berdomisili di Kota Malang, namun pengalamannya sudah melebar di tingkat nasional maupun internasional dalam Training Motivasi, Hypnoterapi, Outbound, dan masih banyak lagi.

    training motivasi, training motivasi ppt, training motivasi karyawan, training motivasi kerja ppt, training motivasi spiritual, training motivasi diri, training motivasi belajar, training motivasi esq, training motivasi 2015, training motivasi karyawan ppt
    Training Motivasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB)

    Dalam acara training motivasi tersebut, Bapak Askan memulainya dengan berdialog dengan beberapa mahasiswa, dengan tujuan mereka fokus dalam acara training motivasi ini. Semua mahasiswa antusias mendengarkan materi dan “celotehan” ringan dari trainer ini, tidak lupa juga di tengah-tengah berlangsungnya acara training motivasi ini Pak Askan juga memberikan senam tubuh, agar para mahasiswa tidak jenuh dan lesu dalam mengikuti acara training motivasi ini.

    training motivasi, training motivasi ppt, training motivasi karyawan, training motivasi kerja ppt, training motivasi spiritual, training motivasi diri, training motivasi belajar, training motivasi esq, training motivasi 2015, training motivasi karyawan ppt
    Training Motivasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB)

    Tibalah di akhir acara Training Motivasi, Coach Askan membagi mahasiswa tersebut dalam beberapa kelompok, kemudian memberikan sebuah game/permainan menggunakan alat sederhana, mahasiswa diminta untuk membuat “bangunan/menara” dengan bahan utama sedotan. Meskipun permainan ini diadakan di akhir acara, para mahasiswa tetap semangat untuk menyelesaikan permainan ini.

    training motivasi, training motivasi ppt, training motivasi karyawan, training motivasi kerja ppt, training motivasi spiritual, training motivasi diri, training motivasi belajar, training motivasi esq, training motivasi 2015, training motivasi karyawan ppt
    Training Motivasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB)

    Untuk konsultasi Training Motivasi Malang, Training Motivasi Surabaya, Outbound Malang , Batu alam Rafting, Kaliwatu Rafting, Wisata Malang, Travel dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut :

    JAKARTA
    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA
    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya
    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG
    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang
    Mobile :
    0858-5549-4440 (Arina)
    0878-3615-2078 (Ibu Dini)
    0858-4027-8033 (Ibu Olla)
    0895-1481-0211 (Bapak Muchtar)
    0857-5505-9965 (Bapak Zidan)

    Email : indonesia.tips@gmail.com