Kategori: Uncategorized

  • KECELE’ (TERTIPU)

    Seringkali kita senang kalau lihat kompetitor kita susah dan susah kalau lihat kompetitor kita senang.

    Maka wajar ketika kita dengar kompetitor kita bersalah atau dighibah dan difitnah berbuat salah, kita langsung bertepuk tangan sambil mengeluarkan berbagai statemen yang menyudutkannya, merendahkannya bahkan bila perlu menghabisinya.

    Tanpa ada keinginan sedikitpun untuk tabayyun (klarifikasi) kepadanya.

    Sikap seperti inilah yg dalam agama disebut sirik, ghibah dan fitnah.

    Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat An Nisa’ Ayat 32: وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ

    “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain.”

    Dan dalam Al Qur’an Surat Al-Hujurat (49): 11-12, Allah SWT berfirman:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan sekumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan sekumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

    Dalam iklim persaingan yang semakin keras ini, kadang orang tega membully, merendahkan dan menghancurkan orang lain dengan cara-cara memfitnah dan mengghibahnya.

    Kita sering lupa bahwa rezeki, pangkat dan derajat manusia itu hanya ada di tangan Allah SWT, bukan di hati, mulut dan sikap kotor kita kepadanya.

    Dalam Surat Ali Imron, Ayat 26-27 Allah SWT berfirman:

    قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    تُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Artinya:

    Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    “Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”.

    Semoga Allah SWT melindungi kita dari iri, dengki, ghibah dan fitnah.

    Semoga Allah menenangkan hati kita dalam menjalani kehidupan di alam fana ini.

    Dan semoga Allah kelak memanggil kita dalam keadaan hati, perkataan dan sikap yang “bersih”. Sehingga kita berhak masuk Syurga yang damai.

    يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ
    ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً
    فَٱدْخُلِى فِى عِبَٰدِى
    وَٱدْخُلِى جَنَّتِى

    Artinya:
    “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaKu. Dan masuklah ke dalam surga-Ku.

    (Al Quran, Surat Al-Fajr, Ayat: 27-30))

    Yuk sama-sama kita memperbaiki diri, supaya tidak kecele’ (ketipu) dengan dunia yang fana ini.

    Bagaimana menurut dulur-dulur?

    Untuk belajar lebih lanjut tentang Manajemen Bisnis, Pelatihan Public Speaking, Konsultasi Marketing, Belajar Outbound, dll silakan bergabung ke grup: http://bit.ly/StarBusinessAcademy10 atau japri ke:http://bit.ly/StarBusinessAcademy.

    Terimakasih

  • LIMA RAHASIA AGAR BISNIS BERJAYA

    Semua orang pasti ingin bisnisnya berjaya, tapi tidak semua orang tahu caranya.

    Dari pengamatan saya, ada 5 rahasia agar bisnis kita berjaya:

    1. Upgrade Produk Anda

    Dalam bisnis apapun, produk yang berkualitas adalah syarat yang utama. Tanpa produk yang berkualitas bisnis Anda hanya akan jalan di tempat bahkan bisa sekarat.

    Pilihlah tim terbaik untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dari produk Anda. Bayar lebih mahal tak mengapa yang penting kualitas produk Anda terjaga. Daripada Anda bayar tim dengan murah tapi kualitas produk Anda rusak, kerugiannya jauh lebih besar.

    Bila perlu, milikilah tim R&D (riset & development) untuk selalu mengupgrade produk-produk Anda agar selalu update. Perkuat benefit, USP (Unique Selling Proposition) dan added value dari produk Anda.

    2. Jaga dan Perluas Market Anda

    Setiap bisnis memerlukan pembeli baik itu B2B (Business to Business) atau B2C (Business to Customer). Diperlukan banyak sekali calon customer supaya bisnis kita berjaya. Untuk itu kegiatan seorang pebisnis adalah harus terus membangun new market. Tentunya dengan tetap melakukan maintenance terhadap eksisting market.

    Dalam era kompetisi yang semakin red ocean ini, Anda harus memperbesar market Anda. Supaya konversinya untuk menjadi omset juga semakin besar.

    3. Perkuat BMS

    Perkuat tim BMS (Branding, Marketing & Selling) Anda. Tanpa tim yang kuat di tiga pilar BMS, produk Anda akan tertimbun di sela-sela membludaknya informasi.

    Lihatlah betapa banyak produk-produk yang keren, saat ini agak sesak nafas. Bukan karena kualitasnya tidak bagus, tapi karena produk tersebut sudah tidak dikenal lagi oleh publik.

    4. Perbanyak Sedekah

    Sudah tidak diragukan lagi kalau manfaat sedekah sangat luar biasa. Banyak pebisnis yang menceritakan kalau sedekah sangat memperlancar bisnis mereka. Apalagi jika sedekahnya ekstrim, maka keajaiban sering terjadi di bisnis mereka.

    Terlebih lagi saat pandemi seperti ini, sedekah akan sangat membantu bisnis kita agar tetap berjaya. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadiid: 18)

    5. Libatkan Tuhan

    Last but not least. Allah adalah penggengam segala taqdir kehidupan. Dialah yang berkuasa membolak-balik segala keadaan. Maka serahkan bisnis Anda kepadaNYA. Bila perlu jadikanlah Dia sebagai pemilik saham dari bisnis Anda. Sehingga setiap mau mengambil keputusan dalam bisnis, Anda selalu melibatkan Tuhan dalam memutuskannya, dan setiap ada hasil jangan lupa untuk berbagi hasil dengan Dia.

    Allah tidak suka dengan orang yang sombong, yang merasa mampu mengerjakan bisnisnya tanpa bantuan Dia. Semakin orang merasa mampu maka saat itulah Allah akan semakin menjauh dari bisnisnya. Saat Allah jauh dari bisnis kita, mungkinkah bisnis kita bisa berjaya?

    Ikhtiar tanpa do’a adalah kesombongan, do’a tanpa ikhtiar adalah pelecehan.

    Salam STAR

    Askan Setiabudi, CI

    Konsultan, Trainer, Entrepreneur

  • KENAPA KITA TAK PEDE JUALAN?

    Pernahkah Anda tak PD alias tak percaya diri ketika berjualan sesuatu?

    Mengapa bisa seperti itu?

    Padahal kalau penjualnya saja tak PD, mungkinkah jualannya laku?

    Nah menurut saya ada beberapa penyebab kenapa kita tak PD dalam menjual sesuatu:

    1. Karena kualitas produknya kurang OK.
    Hati kecil kita tak bisa dibohongi saat produk kita jelek. Betul kan?

    Kalau produk kita jelek, pasti kita ragu memasarkannya. Keraguan ini terpancar dari diri kita dan bisa ditangkap oleh calon konsumen. Hal ini akan memantul balik kepada kita dan menjadikan kita semakin tidak PD.

    2. Karena tidak memahami produk secara detail.
    Pemahaman terhadap product knowledge sangatlah penting. Ketika pemahaman kita hanya setengah-setengah, itu akan menjadikan kita ragu untuk menawarkan.

    Apalagi ketika ada calon konsumen yang mulai bertanya-tanya lebih detail tentang produk kita, wah alamat bisa panas dingin kita.

    3. Kurang mampu handle objection.
    Tidak ada produk yang sempurna. Maka kemampuan kita dalam handle objection dan handle complaint sangatlah penting. Bukan untuk berkelit, tapi untuk menjadikan konsumen nyaman, konsumen yakin bahwa antara harga dan produk sudah sepadan, konsumen yakin bahwa kita bertanggungjawab jika ada kerusakan, dst.

    4. Kurang menjaga self performance.
    Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda.😊

    Maka sesuaikanlah diri Anda dengan produk yang Anda jual. Mulai dari penampilan, pengetahuan, personality, komunikasi, dst.

    Istilah kerennya kuatkanlah personal branding Anda!

    5. Kurangnya Corporate / Product Branding.
    Lebih PD mana Anda jualan produk yang sudah terkenal atau yang belum terkenal?

    Ya tentunya Anda akan lebih PD jika menjual produk yang mereknya sudah terkenal kan?

    Maka lakukanlah secara terus menerus penguatan terhadap brand produk Anda. Baik melalui leverage (tokoh masyarakat, artis, iklan di media massa, event, dst.) ataupun melalui berbagai program CSR yang ada.

    Nah itulah 5 hal yang menurut saya bisa menjadikan kita kurang PD dalam menjual produk kita.

    Bagaimana menurut Anda?

    Sharing-sharing yuk!

    Askan Setiabudi

  • 3 MANFAAT TESTIMONI KONSUMEN DALAM BISNIS

    Kita tentunya senang ketika mendapat testimoni yang positif ataupun negatif dari konsumen.

    Karena dengan testimoni kita bisa mengukur kualitas produk kita. Testimoni yang positif, bisa menjadikan kita semakin optimis dengan masa depan produk kita. Testimoni yang negatif, menjadikan kita introspeksi dan berbenah.

    Nah selain manfaat diatas, manfaat lain testimoni dalam bisnis antara lain:

    1. Memunculkan kepercayaan calon konsumen.

    Setiap penjual selalu mengatakan kalau “kecapnya pasti nomor 1”. Maka calon konsumen tidak akan percaya begitu saja kepada kita sebagai penjual. Kita perlu persepsi dan komentar orang lain tentang produk kita.

    Menurut salah satu survei, sekitar 60% konsumen membeli karena referensi orang lain.

    Maka manfaatkanlah testimoni konsumen utk meningkatkan trust calon konsumen kepada produk Anda.

    2. Menjadi tim marketing gratisan.

    Konsumen yang puas akan menceritakan kepuasannya kepada orang lain. Tentunya hal ini sangat penting buat perkembangan bisnis kita.

    Karena kita seperti mendapatkan tim marketing yang tak berbayar alias gratisan.

    Coba bayangkan, andai ada 100 orang saja yang masing-masing menceritakan kelebihan produk Anda kepada 10 temannya, maka akan ada 1000 orang yang penasaran dan tertarik untuk membeli produk Anda. Dahsyat kan?

    Maka terus jagalah kualitas produk Anda, jaga komunikasi Anda kepada konsumen Anda, layani mereka dengan maksimal. Karena ketika mereka puas, mereka akan cerita ke teman-temannya. Dan saat itulah bisnis Anda akan naik kelas.

    3. Sebagai bahan beriklan dan apresiasi kepada pembeli.

    Testimoni bisa kita cantumkan di media promosi kita, sebagai bahan pertimbangan calon konsumen sebelum membeli. Apalagi jika brand produk kita belum terkenal.

    Biasanya para konsumen juga senang ketika testimoninya “terpilih” untuk ditampilkan. Mereka menganggap ini sebagai sebuah penghargaan atau apresiasi kita atas testimoni mereka.

    Nah itulah 3 manfaat testimoni dari konsumen atas produk kita.

    Sudahkah Anda memanfaatkannya untuk membesarkan bisnis Anda?

    Cobalah, dan nikmati perkembangan bisnis Anda.

    Jika ada yang mau didiskusikan, silakan hubungi saya.

    Salam Berkah
    Askan Setiabudi
    Konsultan | Trainer | Entrepreneur

    NB:
    -Jika temen2 mau belajar merketing silakan join di: http://bit.ly/sinaumarketing
    -Jika temen2 mau memiliki atau menjadi reseller “software pengirim pesan otomatis” silakan coba demonya di: http://kerjacerdas.in/?id=9334
    Terimakasih

  • Up Selling, Cross Selling

    “Sekalian nambah pulsanya, Pak?”
    “Ibu sudah belanja 50 ribu, jadi boleh tebus murah pasta giginya Bu.”
    “Ndak sekalian beli yang besar Mas, total harganya lebih murah?”

    Sahabat sekalian pasti hafal dengan berbagai kalimat diatas. Ya itulah kalimat-kalimat yang sering kita dengar saat kita belanja di beberapa tempat belanja modern.

    Kalimat-kalimat tersebut dinamakan up selling dan cross selling.

    Up selling adalah upaya seorang penjual untuk menawarkan produk sejenis yang harganya lebih mahal kepada konsumen. Tujuannya untuk menaikkan omset. Mumpung konsumen sedang bergairah untuk berbelanja.

    Kalau cross selling adalah upaya dari penjual untuk menawarkan juga produk yang lain kepada pembeli, dengan tujuan agar pembeli mengeluarkan uang lebih banyak.

    Nah sebagai penjual, sering-seringlah melakukan up selling dan cross selling. Tentunya dengan cara yang cantik dan jangan terkesan memaksa.

    Inti yang ditawarkan adalah antara lain: manfaat yang lebih besar, garansi, total harga lebih murah, ongkir lebih hemat, fasilitas lebih lengkap, dsb.

    Nah sudahkah Anda melakukan up selling dan cross selling dalam bisnis Anda?

    Cobalah, dan rasakan kenaikan omset dalam bisnis Anda.

    Salam STAR
    AskanSetiabudi.com
    Marketing Partner

    NB: Jika dulur-dulur punya kenalan yang butuh software untuk mengirim ribuan pesan otomatis bisa menghubungi saya. Software ini bisa dipakai untuk promosi dan maintenance calon pembeli, pelanggan, anggota tim, dll.

    Bisa dicoba softwarenya disini:
    http://kerjacerdas.in/?id=9334

  • Punya Banyak Cabang Tanpa Keluar Modal Lagi? Emang Bisa?

    franchise adalah, franchise malang, franchise makanan, franchise artinya, workshop bisnis online, workshop bisnis 2020, workshop kelas bisnis, bisnis kemitraan 2020, bisnis kemitraan adalah, bisnis kemitraan murah, usaha kemitraan adalah

    Assalamualaikum sobat bisnis!

    Anda sudah punya bisnis? Atau anda baru akan berbisnis?

    Semua pebisnis pasti ingin bisnisnya laris, punya omset yang besar, punya profit yang menggigit.

    Semua orang pasti ingin seperti itu.

    Lalu, pernahkan anda mereset produk apa yang kira-kira laris? Pernahkan anda meneliti produk apa yang kira-kira jika anda membuatnya akan diminati oleh banyak orang? Sehingga omset anda besar, begitupun dengan profit anda.

    Yang kedua, strategi apakah yang dipakai agar kita memiliki produk yang ngangenin dan laris di pasaran?

    Ketiga, apakah anda ingin mempunyai bisnis yang autopilot? Yang memiliki SOP yang berjalan dengan baik, memiliki KPI yang diraih oleh tim anda, memiliki tim yang ada atau tidak adanya anda tim itu bisa bekerja dengan maksimal? Ketika sebuah bisnis mewajibkan anda berada disana, maka itu namanya bukan bisnis. Tapi itu penjara. Bukankah tujuan anda berbisnis ingin bahagia bersama keluarga anda, menikmati waktu bersama?

    Kami tahu caranya untuk menjadikan bisnis anda autopilot.

    Selanjutnya tentu anda ingin mempunyai banyak cabang bukan? Setiap bisnis itu ada market sizenya. Kecuali bisnis anda online. Ketika bisnis anda hanya mengandalkan offline, radius 0-5 Km misalnya. Pasti ada market sizenya.

    Belum lagi jika ada competitor yang muncul, market share-nya akan terbagi lagi. Maka, tidak ada acara lain kecuali anda punya cabang yang banyak di beberapa kota, di beberapa titik. Agar bisnis anda tetap berkembang dan menghasilkan total omset yang besar.

    Sudahkah anda memilikinya? Sudahkah anda tahu caranya? Bagaimana anda punya cabang yang banyak tanpa keluar uang dan malah menghasilkan uang? Itulah yang dinamakan kemitraan/franchise atau waralaba.

    Sehingga, ada 3 hal utama yang akan dibahas di dalam Franchise Mastery yaitu :

    1. Bagaimana anda menemukan produk yang laris di pasaran?
    2. Bagaimana agar bisnis anda autopilot?
    3. Bagaimana anda punya cabang dimana-mana?

    Tentunya 3 hal ini sangat menyenangkan bukan? Anda tetap bisa jalan-jalan, bisnis anda tetap jalan. Bisnis anda tetap jalan, anda bisa jalan-jalan.

    Salam Star!

  • Kompetitor

    “Di luaran sana ada produk yang harganya lebih murah dan sistem bonusnya sama / lebih bagus dibanding kita. Bagaimana nih nasib bisnis kami Pak?” tanya salah seorang klien kepada saya.

    “Begitulah bisnis, dimana ada gula disitu ada semut,” jawab saya nyantai. 😊

    Businessman superhero fly pass his competitor. Business competition concept

    Sobat sekalian, sepanjang sejarah, setiap bisnis yang bagus selalu menghadirkan duplikator / peniru yang akan menjadi kompetitornya.

    Sebagai new comers, kompetitor pasti menghadirkan USP (Unique Selling Proposition) / benefit yang berbeda / lebih baik, supaya bisa merebut hati konsumen.

    Tapi hal tersebut tidak lantas meluluhlantakkan pemain/pebisnis lama. Kenapa?

    1. Pemain lama sudah lolos seleksi bertahun-tahun.

    Bisnis yang tidak bagus produk dan sistem bisnisnya, pasti tidak akan bertahan lama.

    Jadi jika bisnis dan produk Anda bertahan lama, itu pertanda kalau bisnis dan produk Anda bagus.

    Maka ketika hadir kompetitor baru, woles saja. Pakailah filosofi Jawa “ojo gumunan, ojo kagetan”. Kenapa? Karena belum tentu mereka bertahan lama.

    Bagaimana kalau misal mereka nanti juga bertahan lama Pak?

    Jawabannya ada di poin kedua

    2. Pemain lama memiliki fans fanatik

    Pemain lama pasti memiliki fans fanatik, baik dari segi produk ataupun bisnis.

    Fans yang sudah membuktikan manfaat produk, tidak akan mudah untuk digeser ke produk yang lain. Demikian juga dengan fans yang sudah mendapat income jutaan rupiah dari bisnis ini, entah sebagai agen/distributor/reseller/marketing, tidak akan mudah digeser ke lain hati.

    3. Peka

    Dan yang paling penting memang kembali ke perusahaan. Apakah perusahaan peka atau tidak, dengan hadirnya kompetitor yang bisa menggerus dan menghilangkan eksistensi mereka.

    Selama perusahaan terus berbenah, kreatif dan inovatif, maka kompetitor tidak akan bermakna.

    Tapi kalau perusahaan cuek, abai, terlalu PD (Percaya Diri) dan kurang introspeksi, biasanya kompetitor bisa menyalip di tikungan.

    Nah pada akhirnya keputusan juga kembali kepada kita sebagai pemakai produk dan atau sebagai pebisnis produk.

    Khusus bagi pebisnis produk MLM / Network Marketing (NM), saran saya Anda fokus di satu perusahaan NM saja. Kenapa demikian?

    1. Anda sudah membangun asset/tim.

    Asset/tim yang sudah Anda bangun akan berantakan begitu Anda kenalkan mereka ke perusahaan NM yang lain. Tentunya ini menjadikan Anda harus membangun asset/tim Anda mulai dari nol lagi. Pertanyaannya adalah: Kapan Anda sukses jika selalu membangun tim dari nol lagi??

    2. Jangan rusak kredibilitas Anda.

    Ketika Anda menawarkan NM yang lain, maka pasti tim Anda akan kehilangan respek terhadap Anda.

    Mereka akan mulai berfikir kalau Anda tidak setia. Sehingga mereka akan ragu untuk memperjuangkan impian dan masa depan mereka bersama Anda.

    Harapan Anda yang awalnya mendapat dukungan dari mereka, bisa jadi Anda malah akan ditinggalkan oleh mereka. Dan saat itulah kredibilitas Anda mulai jatuh di depan mereka.

    Lalu bagaimana bagusnya?

    Saran saya tetaplah Anda fokus di perusahaan NM Anda saat ini. Temukan berbagai kelebihan di perusahaan Anda saat ini dan bantu perusahaan Anda untuk terus memperbaiki kualitasnya.

    InsyaAllah dengan cara tersebut, Anda, tim Anda dan perusahaan Anda akan semakin berjaya.

    Tapi bagaimana Pak kalau kompetitor kita bukan perusahaan NM, tapi perusahaan konvensional. Sehingga harga jual produk mereka lebih murah dibanding kita?

    Sejauh yang saya tahu, sepanjang sejarah, segmen produk / bisnis konvensional dan NM itu berbeda. Jadi Anda ndak perlu resah. Masing-masing memiliki segmen pasar sendiri-sendiri. Dan masing-masing eksis sampai saat ini.

    Apalagi jika marketing plan NM Anda adalah binary. Gampang sekali. Anda tinggal menemukan 1 tim hebat di jalur kanan dan 1 tim hebat di jalur kiri. Selama Anda tidak berhenti dan mau menjalankan saran-saran saya diatas, insyaAllah Anda pasti sukses.

    Selamat Mencoba.

    Salam STAR

    AskanSetiabudi.com

  • Hebatnya Medsos

    Kiev, Ukraine – October 17, 2012 – A logotype collection of well-known social media brand’s printed on paper. Include Facebook, YouTube, Twitter, Google Plus, Instagram, Vimeo, Flickr, Myspace, Tumblr, Livejournal, Foursquare and more other logos.

    Selain kita presentasi one on one atau presentasi massal, ada cara yang sangat efektif, murah dan praktis yaitu dengan cara share melalui media sosial.

    Kenapa media sosial? Karena mereka ON 24 jam. Disaat kita tidurpun, medsos masih bangun.

    Upload di media sosial sifatnya tidak boleh terlalu jelas. Cukup dengan yang abstrak sehingga membuat orang penasaran/trance.

    Dalam NLP hal ini dikenal dengan istilah Milton Model. Yaitu model penyampaian informasi yang abstrak dengan tujuan untuk membuat seseorang masuk pada kondisi “Trance”, sehingga lebih mudah untuk disugesti, tentunya dengan sedikit intervensi.

    Dalam berjualan pun, info yang kita berikan tidak harus terlalu detail di awal. Cukup yang global, menarik dan wow. Yang penting jangan berbohong.

    Selain pakai pendekatan milton model, kalau di medsos kita harus rutin menguploadnya.

    Sehari minimal 3 kali. Kisaran jam 8 pagi, jam 12.00 siang dan jam 18.30 malam.

    Karena menurut penelitian pada jam-jam tersebut orang sedang ramai melihat status dan posting-an orang lain.

    Dan orang akan terpengaruh biasanya setelah membaca status/upload-an kita sebanyak minimal 6 kali.

    Nah sudahkah kita melakukannya? Jika belum, cobalah. Dan nikmati keajaibannya.

    Tentunya jangan lupa diiringi dengan do’a, ibadah, sedekah, berbuat baik pada sesama dan sejenisnya.

    Selamat mencoba

    Salam STAR

    @askansetiabudi

  • Anda ini Siapa?

    Merek Terbaik Indonesia

    Pernahkah Anda ditanya, “Anda bisnis apa?”

    Lalu Anda menjawab, “Warung kopi”.

    “Merek-nya apa?”

    “Pokoknya warung kopi”

    Menarik tidak? Tentu saja tidak.

    Ketika Anda ditanya, “Anda punya bisnis apa?”

    “Warung makan”

    “Namanya apa?”

    “Pokoknya warung makan”.

    Menarik? Tentu tidak.

    Coba bedakan dengan yang berikut ini.

    Ketika ada seseorang bertanya, “Anda punya bisnis apa?”

    “Warung kopi”

    “Namanya apa?”

    “Teman Sebangku Kopi”

    Lebih menarik bukan?

    Atau ketika Anda ditanya tentang usaha Anda,

    “Rumah makan”

    “Namanya apa?”

    “Nelongso, Juragan Sambel, D’ Chicken, 7 Chicken.”

    Lebih nyaman bukan?

    Hal ini sama ketika Anda ditanya tentang Anda laki-laki atau perempuan?

    “Saya laki-laki”

    “Nama Anda siapa?”

    “Pokoknya laki-laki”

    Tentu tidak menarik bukan?

    Bedakan dengan yang berikut ini,

    “Anda laki-laki atau perempuan?”

    “Laki-laki”

    “Nama Anda siapa?”

    “Budi”

    Nah tentunya lebih menarik, kan?

    Demikian juga dengan bisnis. Sebuah produk membutuhkan sebuah nama (brand/merek). Karena brand memegang peranan penting dalam mendongkrak omset. Apalagi, jika merek tersebut bisa memberikan sesuatu yang spesial kepada konsumen.

    Seperti yang disampaikan oleh Warrent Buffet, sang legenda investor, pengusaha, dan philantropis asal negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS). ”Your premium brand, had better be delivering something special or it’s not going to get the bussines.”

    Dari quote itu, sangat jelas digambarkan bagaimana pentingnya sebuah brand dalam dunia bisnis. Lalu, apa rahasianya agar brand/merek bisnis Anda lebih powerful?

    Setidaknya ada 3 rahasia yang harus anda ketahui supaya brand anda kuat:

    1. Nama yang pendek/singkat

    Usahakan nama bisnis atau nama produk Anda singkat, jangan terlalu panjang. Misalnya usaha bimbingan belajar. Bisa diberi titel ”Smart Bimbel”. Atau usaha di bidang fotografi. Anda beri nama “Bening Fotografi”. Atau “Syakila” untuk nama produk skincare & kosmetik.

    Singkat, padat, dan menggambarkan jelas usaha apa yang sedang digeluti. Karena jika terlalu panjang, orang akan sulit mengingat.

    Di zaman yang penuh persaingan seperti ini jangan paksa orang untuk mengingat nama panjang produk Anda. Sama dengan nama orang hari ini, jika terlalu panjang menjadi sulit untuk diingat.

    2. Sesuaikan dengan jenis usaha

    Misalnya ketika Anda punya usaha perumahan. Berilah nama yang mewakili kondisi perumahan, misalnya “Primaland”. Jangan sampai punya usaha perumahan, diberi nama “Nikmat”, tentunya tidak sesuai. Contoh lain, Anda punya usaha design, berilah nama yg sesuai misalnya “image” atau “perfect”, dan tentunya kurang pas jika dikasih nama “lezat”.

    3. Unik

    Kenapa unik? Tentu agar tidak sama dengan yang lain. Semakin unik suatu brand, menjadikan orang semakin mudah dan ‘greget’ untuk mengingatnya.

    Contohnya, merek “Nelongso”. Mungkin Anda bingung, rumah makan kok namanya “Nelongso”. Tapi, hebatnya, rumah makan ini sudah ada 47 outlet dan beromzet miliaran rupiah per bulan.

    Tiga pilar tersebut menjadi penting ketika Anda mau membuat sebuah produk/bisnis.

    Jika merek produk/bisnis Anda sudah memenuhi tiga pilar/syarat itu, maka nama produk/bisnis Anda akan mudah diingat oleh pasar dan ini bisa mempengaruhi omset anda.

    Sementara itu ada 2 larangan dalam membuat merek:

    1. Jangan menggunakan singkatan yang sulit diingat.

    Misalnya anda memiliki klinik kecantikan yang bernama ZMP. Kira-kira konsumen mudah atau sulit untuk mengingatnya? Tentunya sulit bukan? Dan ketika klinik ini laris, lalu kompetitornya meniru dengan membuat merek ZNP, MPZ atau ZPM, maka konsumen anda akan mengalami kebingungan untuk menentukan merek mana yang asli.

    Kalau terpaksa menggunakan singkatan sebagai merek maka harus pas dan unik, sehingga tidak mudah ditiru dan dibiaskan oleh kompetitor. Misalkan MM barbershop. Merek ini menggunakan huruf yang cukup unik sehingga mudah diingat dan sulit untuk dibiaskan oleh kompetitor.

    2. Jangan menggunakan angka-angka yang kurang unik

    Kalau anda pernah ke Yogyakarta maka akan ketemu dengan merek bakpia pathok 25, 52, 75, 57 dan sejenisnya. Menurut anda merek mana yang asli dan enak? Anda pasti bingung kan? Coba dikasih nama bakpia pathok keraton jogja. Tentu akan lebih ok kan?

    Kalau terpaksa menggunakan angka sebagai merek maka harus pas dan unik, sehingga tidak mudah ditiru dan dibiaskan oleh kompetitor. Misalkan es teler 77. Merek ini menggunakan angka yang cukup unik sehingga mudah diingat dan sulit untuk dibiaskan oleh kompetitor.

    Nah bagaimana dengan merek anda?

    Selamat mencoba.

    Salam STAR

  • Tiga Pillar Bisnis Laris

    6041 (1)

    Teman teman sekalian dalam bisnis ada tiga trisula yang harus kita miliki. Yang pertama produk yang bagus, produk yang diserap oleh market, produk yang menarik, membuat ketagihan, dan yang punya kelebihan. Apakah produk kita sudah memilikinya? Sehingga setiap ada kebutuhan terhadap jenis produk, maka merk kita menjadi pilihan.

    Misal produk kita adalah jilbab, sudahkah setiap orang butuh jilbab? Apakah produk kita menjadi pilihan? Ketika produk kita adalah outbound, maka yang diingat adalah produk kita. Ketika produk kita adalah  bakso maka orang yang butuh bakso akan ingat produk kita, ketika orang butuh makan yang diingat merek rumah makan kita. Mungkin bukan satu satunya, tapi menjadi salah satu yang diperhitungkan dalam PR kita, di Pilar yang pertama ini saya istilahkan sebagai validasi produk.

    Pilar kedua dari trisula bisnis laris adalah layanan. Setelah produk kita bagus, kita juga harus mempertimbangkan bagaimana pelayanan kita, respon kita terhadap masukan masukan customer, kemampuan untuk melayani customer dengan sebaik mungkin sehingga mereka merasa puas. Selain itu, ketika berinteraksi dengan kita, sudahkan anda siapkan team untuk pelayanan terbaik bagi customer? Sudahkah anda buatkan SOP? Sudahkah anda jaga ketat SOP yang anda buat? Hal-hal tersebut sangat krusial, karna tanpa itu konsumen akan kecewa dan meninggalkan produk anda. Berapa banyak orang tidak kembali ke rumah makan, ke toko roti, atau ke bisnis-bisnis yang produknya sebenarnya bagus, hanya karena pelayanannya yang jelek.

    Berikutnya, di pillar yang ketiga kita berbicara tentang marketing. Teman teman sekalian, produk anda bagus, pelayanan anda hebat, tapi kalau marketing anda lemah tentu akan lambat pertumbuhannya. Jika produk anda bagus, pelayanan anda hebat, marketing anda tangguh, maka laju omzet anda akan melesat seperti roket ke angkasa. Teman teman sekalian, maaf, sudah kah anda cek? Sudahkah anda validasi produk anda? Sudahakah anda observasi di lapangan tentang minat konsumen terhadap produk anda? Jika belum, lakukanlah. Mungkin anda perlu varian-varian produk, mungkin anda perlu inovasi-inovasi, mungkin anda perlu memilih satu produk terbaik yang bias anda maksimalkan guna menjadikan produk anda sebagai booster bisnis. Sudahkan anda lakukan maksimal online dan offline? Jika anda belum melakukan marketing, ya jangan berharap omzet anda akan melesat. Sahabat sekalian, mari merenung, mari merancang, mari mengeksekusi tiga pillar tersebut dengan semangat yang luar biasa. Jangan hanya berharap sukses tetapi melupakan tiga pillar ini. Jangan anda berharap sukses tapi anda enggan menjalankan tiga pilar ini. No pain no gain, tidak ada makan siang gratis, kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.

    Salam Star

    JAKARTA

    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220

    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA

    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya

    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG

    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang

    Mobile : 0878 5993 3862 / 0858 5549 4440

    Email :

    indonesia.tips@gmail.com