sekolah bisnis terbaik, sekolah bisnis online, sekolah bisnis dan manajemen, sukses bisnis online, sukses bisnis dari nol, sukses di bisnis, entrepreneurship class, entrepreneurship course, entrepreneurship dan pengelolaan bisnis, entrepreneurship education
Strategi diferensiasi produk yang pas akan menghasilkan loyalitas konsumen terhadap suatu merek. Hal ini sangat penting bagi setiap pebisnis yang mau sukses dalam jangka panjang.
Salah satu strategi ini berfokus pada persepsi tentang nilai/value apa yg bisa terbangun di benak pembeli. Selama penjual bisa terus memenuhi value/nilai apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka mereka akan menjadi konsumen yang loyal.
Segmentasi pasar saat ini dihadapkan dengan persaingan bisnis yang sangat kompetitif. Jika suatu produk tidak memiliki value/nilai seperti yang diharapkan oleh konsumen, maka bisa jadi konsumen akan beralih ke merek yg lain.
www.askansetiabudi.com/085855494440
Membuat produk yang unik saja tidak cukup untuk menjadi keunggulan kompetitif dari diferensiasi suatu produk. Pembeli harus mendapatkan perbedaan value/nilai dari produk kita dibanding merek yang lain.
Penjual harus memiliki pemahaman menyeluruh tentang harapan/need dari pembeli. Misalnya, tujuan utama membeli mobil adalah untuk alat transportasi. Tetapi jika dengan membeli mobil tersebut juga sekaligus bisa memberikan perasaan pencapaian, harga diri dan status sosial yang tinggi, maka penjual akan memiliki keunggulan kompetitif atas produk mobil yang dia pasarkan dibanding merek yang lain. Inilah yang disebut diferensiasi dalam hal nilai/value.
Cara lain diferensiasi produk adalah produk kita menjadi satu-satunya dan tiada duanya. The special one. Tidak ada satupun merek yang serupa dengan produk yang kita pasarkan. Sehingga ketika konsumen memakainya maka mereka akan merasa sebagai pribadi yang spesial. Berbeda dengan yang lainnya.
Nah, apakah diferensiasi dari produk Anda?
-Askan Setiabudi- Private Business Class Business Coach Corporate Trainer
cerita motivasi, cerita motivasi singkat, cerita motivasi belajar, cerita motivasi sukses, cerita motivasi bisnis, cerita motivasi etos kerja, cerita motivasi hewan, cara sukses bisnis, cara sukses muda, cerita motivasi inspirasi, motivasi kehidupan, trainer motivasi, motivator nasional, motivator muslim
Anda mau sukses? Mau memiliki daya juang yang hebat dan daya tahan yang luar biasa?
Silakan simak cerita berikut ini.
Suatu hari ada seorang nelayan yang berhasil menangkap seekor ikan besar di lautan bebas. Ikan tersebut namanya Jonatan.
Setelah tertangkap, Jonatan dimasukkan ke dalam akuarium besar bercampur dengan ikan-ikan kecil yang lainnya. Karena ikan Jonatan biasa hidup di lautan lepas dan ukurannya besar, maka dia suka sekali memakan ikan-ikan kecil tersebut. Satu demi satu ikan-ikan kecil di akuarium tersebut dimakan oleh Jonatan.
Sampai suatu saat, pemilik akuarium merasa jengkel. Akhirnya, dikurunglah Ikan Jonatan di dalam akuarium kaca yang lain yang terletak di dalam akuarium besar tersebut.
Dengan begitu, Ikan Jonatan terpisah dari ikan-ikan kecil di akuarium tersebut. Sehingga dia tidak bisa lagi memakan ikan-ikan kecil yang ada di situ.
Tetapi, Jonatan tetaplah Jonatan. Ia tetap ingin memakan ikan-ikan kecil yang berada di depannya. Ia tetap berusaha mengejar ikan-ikan kecil itu.
Tetapi, begitu ia berusaha mengejar, mulutnya langsung memar karna menabrak kaca akuarium kecil dimana dia dikurung.
Ia tidak mau menyerah. Ia coba mengejar lagi, dan apa yang terjadi? Kali ini giginya yang lepas.
Saat ada ikan kecil lewat di depannya lagi, ia mencoba menyerang dari berbagai arah. Dari atas, bawah, samping kanan, samping kiri.
Berhasilkah? Tidak! Mulutnya malah semakin parah, memar dan berdarah.
1 hari, 2 hari, 1 minggu, 2 minggu, sebulan hal itu dia coba berulang-ulang….
Tapi karena tidak kunjung berhasil, maka Ikan Jonatan pun mulai berpikir
“Ikan di akuarium saat ini sepertinya berbeda dengan ikan-ikan yang kemarin.”
“Ikan kecil disini tidak bisa dimakan.”
“Ikan-ikan kecil saat ini sudah sakti,” begitu pikirnya.
Akhirnya, Ikan Jonatan pun tidak lagi berusaha untuk menyerang ikan-ikan kecil itu.
Suatu hari, sang pemilik akuarium mengetahui hal itu dan ia pun mengambil akuarium tempat dimana Ikan Jonatan dikurung. Maka terbebaslah Ikan Jonatan sekarang, dan ia bisa bergabung dengan ikan-ikan kecil di dalam akuarium besar tersebut.
Lalu apa yang terjadi?
Ikan Jonatan tidak lagi menyerang ikan-ikan kecil tersebut. Karena telah tertanam dalam alam bawah sadar Ikan Jonatan bahwa ikan-ikan kecil tersebut tidak bisa dimakan, tidak bisa diserang. Ikan-ikan kecil tersebut sakti sehingga mengakibatkan mulutnya terluka.
Maka, sejak saat itu ikan-ikan kecil tersebut santai dan merasa tenang berkeliling di sekitar Jonatan, karena mereka tahu Jonatan tidak akan memangsa mereka lagi.
Sahabat sekalian, dari kisah ini apa yang bisa Anda dapatkan?
Pernahkah anda ingin mengejar impian? ingin meraih sesuatu?
Dan saat Anda berusaha, Anda mengalami kegagalan berkali-kali. Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Dalam pikiran anda tertanam “tidak mungkin Aku bisa meraih itu, tidak mungkin Aku mendapatkan itu, tidak mungkin Aku bisa memperoleh itu!”
Sehingga Anda pun akhirnya menyerah. Tidak pernah melakukannya lagi. Tidak pernah mengejarnya lagi. Tidak pernah berusaha meraihnya lagi. Anda sudah putus asa dan menyerah. Maka saat itu, Anda seperti Ikan Jonatan.
Anda terbelenggu dengan kegagalan-kegagalan. Anda terbelenggu dengan ketidakmampuan di masa lalu. Akhirnya Anda mati dengan membawa segala keputusasaan.
Tetapi, keadaan insya Allah akan berbeda jika Anda terus mencoba, terus berusaha dan tidak mudah menyerah. Lalu segera menemukan penyebab kegagalan Anda, mengevaluasinya, memperbaikinya dan semakin melibatkan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Cepat atau lambat insya Allah Tuhan akan membuka tabir-tabir kegagalan, membuka pintu-pintu kesuksesan yang selama ini menghalangi Anda.
“Sungguh bersama kesulitan ada kemudahan. Sungguh bersama kesulitan ada kemudahan. Dan apabila kamu telah selesai satu urusan, kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lainnya. Dan hanya kepada Tuhanmu kamu berharap.” (Q.S. 94: 5-8)
“Orang ini enak
sekali hidupnya, sekarang dia benar-benar menghabiskan hidupnya bersama keluarganya,
teman-temannya. Tetapi bisnisnya pun tetap berjalan sukses”
“Saya ingin seperti Chairul Tanjung, meskipun beliau dari seseorang yang biasa saja. Tetapi sekarang menjadi sangat luar biasa”
Hmmm, begitulah apa yang kira-kira ada di benak saat melihat orang-orang sukses. Kita pasti ingin sekali mengikuti jejaknya, ingin seperti mereka yang terlihat hidupnya enak dan nyaman. Tapi, tahukah anda pengorbanan dibalik kesuksesan itu semua? Apa yang sudah anda lakukan untuk mengubah nasib anda? Apa yang sudah anda lakukan untuk mengubah hidup anda menjadi lebih baik? Apa yang sudah anda lakukan sampai berada di titik kesuksesan? Sudahkan anda merenungkan apa yang sudah anda lakukan hari ini untuk hari esok yang lebih baik?
3 sampai 5 tahun kedepan, hidup anda tergantung oleh 3 hal yang pastinya juga atas ijin Allah SWT.
www.askansetiabudi.com/085855494440
1.INPUT APA YANG ANDA IZINKAN MASUK KE DALAM DIRI ANDA
Masa depan seseorang tergantung apa yang anda baca sekarang, lagu apa yang anda dengar sekarang, tontonan apa yang anda lihat sekarang. 3-5 tahun kedepan, hidup anda akan bergantung pada hal-hal tersebut. Jika apa yang anda baca adalah buku-buku yang positif, maka hidup anda juga akan menjadi positif seperti apa yang anda baca. Tetapi, apakah dengan hanya membaca buku yang baik, mengikuti seminar-seminar, materi-materi positif cukup untuk menjadikan seseorang sukses di 3-5 tahun kedepan? Ikuti cara yang kedua.
2.TEMAN DAN LINGKUNGAN SEPERTI APA TEMPAT ANDA BERGAUL
Syarat yang kedua adalah dengan siapa anda bergaul. Dengan siapa anda berasosiasi, dengan siapa anda berkumpul, dengan siapa anda berorganisasi. Pastikan orang-orang yang sering berkumpul bersama anda adalah orang-orang yang lebih sukses dari anda. InshaAllah 3-5 tahun kedepan, anda akan mengalami kemajuan yang hebat seperti orang-orang tempat anda bergaul sekarang.
3. TAKE ACTION
Yang ketiga adalah seberapa kuat aksi anda. Banyak orang yang ilmunya banyak, bergaul dengan orang-orang hebat, teman-temannya hebat, lingkungannya hebat, tapi tidak take action apapun, tidak melakukan perubahan apapun. Maka jangan harap anda meraih kesuksesan. Yang ada hanyalah ekspektasi-ekspektasi tinggi yang anda buat sendiri, dan sangat jauh dengan realita yang akan terjadi 3-5 tahun kedepan.
Jadi ingat! Jika anda ingin merubah hidup anda, merubah nasib anda. Lakukan 3 hal ini. Yang pertama adalah input apa yang anda izinkan masuk ke dalam diri anda sekarang, teman dan lingkungan yang seperti apa tempat anda bergaul, dan seberapa hebat action yang anda lakukan untuk merubah nasib anda. Seberapa kuat ikhtiar anda. Niscaya dengan cara-cara itu dan tentunya dengan izin Allah SWT. anda akan semakin sukses luar biasa.
“Di luaran sana ada produk yang harganya lebih murah dan sistem bonusnya sama / lebih bagus dibanding kita. Bagaimana nih nasib bisnis kami Pak?” tanya salah seorang klien kepada saya.
“Begitulah bisnis, dimana ada gula disitu ada semut,” jawab saya nyantai. 😊
Businessman superhero fly pass his competitor. Business competition concept
Sobat sekalian, sepanjang sejarah, setiap bisnis yang bagus selalu menghadirkan duplikator / peniru yang akan menjadi kompetitornya.
Sebagai new comers, kompetitor pasti menghadirkan USP (Unique Selling Proposition) / benefit yang berbeda / lebih baik, supaya bisa merebut hati konsumen.
Tapi hal tersebut tidak lantas meluluhlantakkan pemain/pebisnis lama. Kenapa?
1. Pemain lama sudah lolos seleksi bertahun-tahun.
Bisnis yang tidak bagus produk dan sistem bisnisnya, pasti tidak akan bertahan lama.
Jadi jika bisnis dan produk Anda bertahan lama, itu pertanda kalau bisnis dan produk Anda bagus.
Maka ketika hadir kompetitor baru, woles saja. Pakailah filosofi Jawa “ojo gumunan, ojo kagetan”. Kenapa? Karena belum tentu mereka bertahan lama.
Bagaimana kalau misal mereka nanti juga bertahan lama Pak?
Jawabannya ada di poin kedua
2. Pemain lama memiliki fans fanatik
Pemain lama pasti memiliki fans fanatik, baik dari segi produk ataupun bisnis.
Fans yang sudah membuktikan manfaat produk, tidak akan mudah untuk digeser ke produk yang lain. Demikian juga dengan fans yang sudah mendapat income jutaan rupiah dari bisnis ini, entah sebagai agen/distributor/reseller/marketing, tidak akan mudah digeser ke lain hati.
3. Peka
Dan yang paling penting memang kembali ke perusahaan. Apakah perusahaan peka atau tidak, dengan hadirnya kompetitor yang bisa menggerus dan menghilangkan eksistensi mereka.
Selama perusahaan terus berbenah, kreatif dan inovatif, maka kompetitor tidak akan bermakna.
Tapi kalau perusahaan cuek, abai, terlalu PD (Percaya Diri) dan kurang introspeksi, biasanya kompetitor bisa menyalip di tikungan.
Nah pada akhirnya keputusan juga kembali kepada kita sebagai pemakai produk dan atau sebagai pebisnis produk.
Khusus bagi pebisnis produk MLM / Network Marketing (NM), saran saya Anda fokus di satu perusahaan NM saja. Kenapa demikian?
1. Anda sudah membangun asset/tim.
Asset/tim yang sudah Anda bangun akan berantakan begitu Anda kenalkan mereka ke perusahaan NM yang lain. Tentunya ini menjadikan Anda harus membangun asset/tim Anda mulai dari nol lagi. Pertanyaannya adalah: Kapan Anda sukses jika selalu membangun tim dari nol lagi??
2. Jangan rusak kredibilitas Anda.
Ketika Anda menawarkan NM yang lain, maka pasti tim Anda akan kehilangan respek terhadap Anda.
Mereka akan mulai berfikir kalau Anda tidak setia. Sehingga mereka akan ragu untuk memperjuangkan impian dan masa depan mereka bersama Anda.
Harapan Anda yang awalnya mendapat dukungan dari mereka, bisa jadi Anda malah akan ditinggalkan oleh mereka. Dan saat itulah kredibilitas Anda mulai jatuh di depan mereka.
Lalu bagaimana bagusnya?
Saran saya tetaplah Anda fokus di perusahaan NM Anda saat ini. Temukan berbagai kelebihan di perusahaan Anda saat ini dan bantu perusahaan Anda untuk terus memperbaiki kualitasnya.
InsyaAllah dengan cara tersebut, Anda, tim Anda dan perusahaan Anda akan semakin berjaya.
Tapi bagaimana Pak kalau kompetitor kita bukan perusahaan NM, tapi perusahaan konvensional. Sehingga harga jual produk mereka lebih murah dibanding kita?
Sejauh yang saya tahu, sepanjang sejarah, segmen produk / bisnis konvensional dan NM itu berbeda. Jadi Anda ndak perlu resah. Masing-masing memiliki segmen pasar sendiri-sendiri. Dan masing-masing eksis sampai saat ini.
Apalagi jika marketing plan NM Anda adalah binary. Gampang sekali. Anda tinggal menemukan 1 tim hebat di jalur kanan dan 1 tim hebat di jalur kiri. Selama Anda tidak berhenti dan mau menjalankan saran-saran saya diatas, insyaAllah Anda pasti sukses.
Kiev, Ukraine – October 17, 2012 – A logotype collection of well-known social media brand’s printed on paper. Include Facebook, YouTube, Twitter, Google Plus, Instagram, Vimeo, Flickr, Myspace, Tumblr, Livejournal, Foursquare and more other logos.
Selain kita presentasi one on one atau presentasi massal, ada cara yang sangat efektif, murah dan praktis yaitu dengan cara share melalui media sosial.
Kenapa media sosial? Karena mereka ON 24 jam. Disaat kita tidurpun, medsos masih bangun.
Upload di media sosial sifatnya tidak boleh terlalu jelas. Cukup dengan yang abstrak sehingga membuat orang penasaran/trance.
Dalam NLP hal ini dikenal dengan istilah Milton Model. Yaitu model penyampaian informasi yang abstrak dengan tujuan untuk membuat seseorang masuk pada kondisi “Trance”, sehingga lebih mudah untuk disugesti, tentunya dengan sedikit intervensi.
Dalam berjualan pun, info yang kita berikan tidak harus terlalu detail di awal. Cukup yang global, menarik dan wow. Yang penting jangan berbohong.
Selain pakai pendekatan milton model, kalau di medsos kita harus rutin menguploadnya.
Sehari minimal 3 kali. Kisaran jam 8 pagi, jam 12.00 siang dan jam 18.30 malam.
Karena menurut penelitian pada jam-jam tersebut orang sedang ramai melihat status dan posting-an orang lain.
Dan orang akan terpengaruh biasanya setelah membaca status/upload-an kita sebanyak minimal 6 kali.
Nah sudahkah kita melakukannya? Jika belum, cobalah. Dan nikmati keajaibannya.
Tentunya jangan lupa diiringi dengan do’a, ibadah, sedekah, berbuat baik pada sesama dan sejenisnya.
Hal ini sama ketika Anda ditanya tentang Anda laki-laki atau perempuan?
“Saya laki-laki”
“Nama Anda siapa?”
“Pokoknya laki-laki”
Tentu tidak menarik bukan?
Bedakan dengan yang berikut ini,
“Anda laki-laki atau perempuan?”
“Laki-laki”
“Nama Anda siapa?”
“Budi”
Nah tentunya lebih menarik, kan?
Demikian juga dengan bisnis. Sebuah produk membutuhkan sebuah nama
(brand/merek). Karena brand memegang peranan penting dalam mendongkrak omset.
Apalagi, jika merek tersebut bisa memberikan sesuatu yang spesial kepada
konsumen.
Seperti yang disampaikan oleh Warrent Buffet, sang legenda investor,
pengusaha, dan philantropis asal negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS). ”Your
premium brand, had better be delivering something special or it’s not going to
get the bussines.”
Dari quote itu, sangat jelas digambarkan bagaimana pentingnya sebuah
brand dalam dunia bisnis. Lalu, apa rahasianya agar brand/merek bisnis Anda
lebih powerful?
Setidaknya ada 3 rahasia yang harus anda ketahui supaya brand anda
kuat:
1. Nama yang pendek/singkat
Usahakan nama bisnis atau nama produk Anda singkat, jangan terlalu
panjang. Misalnya usaha bimbingan belajar. Bisa diberi titel ”Smart Bimbel”.
Atau usaha di bidang fotografi. Anda beri nama “Bening Fotografi”. Atau
“Syakila” untuk nama produk skincare & kosmetik.
Singkat, padat, dan menggambarkan jelas usaha apa yang sedang digeluti.
Karena jika terlalu panjang, orang akan sulit mengingat.
Di zaman yang penuh persaingan seperti ini jangan paksa orang untuk
mengingat nama panjang produk Anda. Sama dengan nama orang hari ini, jika terlalu
panjang menjadi sulit untuk diingat.
2. Sesuaikan dengan jenis usaha
Misalnya ketika Anda punya usaha perumahan. Berilah nama yang mewakili
kondisi perumahan, misalnya “Primaland”. Jangan sampai punya usaha perumahan,
diberi nama “Nikmat”, tentunya tidak sesuai. Contoh lain, Anda punya usaha
design, berilah nama yg sesuai misalnya “image” atau “perfect”, dan tentunya
kurang pas jika dikasih nama “lezat”.
3. Unik
Kenapa unik? Tentu agar tidak sama dengan yang lain. Semakin unik suatu
brand, menjadikan orang semakin mudah dan ‘greget’ untuk mengingatnya.
Contohnya, merek “Nelongso”. Mungkin Anda bingung, rumah makan kok
namanya “Nelongso”. Tapi, hebatnya, rumah makan ini sudah ada 47 outlet dan
beromzet miliaran rupiah per bulan.
Tiga pilar tersebut menjadi penting ketika Anda mau membuat sebuah
produk/bisnis.
Jika merek produk/bisnis Anda sudah memenuhi tiga pilar/syarat itu,
maka nama produk/bisnis Anda akan mudah diingat oleh pasar dan ini bisa
mempengaruhi omset anda.
Sementara itu ada 2 larangan dalam membuat merek:
1. Jangan menggunakan singkatan yang sulit diingat.
Misalnya anda memiliki klinik kecantikan yang bernama ZMP. Kira-kira
konsumen mudah atau sulit untuk mengingatnya? Tentunya sulit bukan? Dan ketika
klinik ini laris, lalu kompetitornya meniru dengan membuat merek ZNP, MPZ atau
ZPM, maka konsumen anda akan mengalami kebingungan untuk menentukan merek mana
yang asli.
Kalau terpaksa menggunakan singkatan sebagai merek maka harus pas dan
unik, sehingga tidak mudah ditiru dan dibiaskan oleh kompetitor. Misalkan MM
barbershop. Merek ini menggunakan huruf yang cukup unik sehingga mudah diingat
dan sulit untuk dibiaskan oleh kompetitor.
2. Jangan menggunakan angka-angka yang kurang unik
Kalau anda pernah ke Yogyakarta maka akan ketemu dengan merek bakpia
pathok 25, 52, 75, 57 dan sejenisnya. Menurut anda merek mana yang asli dan
enak? Anda pasti bingung kan? Coba dikasih nama bakpia pathok keraton jogja.
Tentu akan lebih ok kan?
Kalau terpaksa menggunakan angka sebagai merek maka harus pas dan unik,
sehingga tidak mudah ditiru dan dibiaskan oleh kompetitor. Misalkan es teler
77. Merek ini menggunakan angka yang cukup unik sehingga mudah diingat dan
sulit untuk dibiaskan oleh kompetitor.
Alhamdulillah baru saja selesai meeting, training dan coaching dengan salah satu klien di Solo.
Menarik saat mendampingi klien yang satu ini. Selain memiliki beberapa bisnis yang dijalankan bersamaan, klien yang satu ini juga selalu berusaha untuk membangun produk dan bisnis baru. Baik secara differensiasi maupun diversifikasi.
Secara umum bisnisnya tumbuh, walaupun belum begitu cepat. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan bisnisnya lebih cepat daripada pertumbuhan timnya. Sehingga bisninya yang narik timnya atau intinya timnya-lah yang menghambat laju bisnisnya. Maka sesi tadi banyak saya gunakan untuk menumbuhkan kapasitas dan integritas timnya agar bisa melaju mengimbangi bisnisnya.
Ibarat seorang ayah memberikan mobil Innova kepada anaknya yang masih sekolah di SD kelas dua, tentu bukan hanya salah tapi bisa jadi musibah kan?
Anak SD kelas dua lebih tepat kalau diberi sepeda roda dua dan secara bertahap diajari belajar yang lainnya. Lalu bagaimana dengan Innovanya? Cari saja orang lain untuk mengendarainya. hehe
Bagiamana dengan bisnis sahabat-sahabat sekalian?
Tumbuhkanlah bisnis Anda tapi jangan lupa tumbuhkan juga tim Anda!
Namun jika tim Anda belum bisa tumbuh atau lambat pertumbuhannya, maka Anda bisa mencari tim dari tempat lain yang sudah bertumbuh untuk mengimbangi pertumbuhan cepat bisnis Anda.
Bagaimana menurut Anda?
Apakah Anda sudah menemukan cara terbaik untuk men-sinergikan kemajuan bisnis Anda dengan kemajuan tim Anda?
Temukan semua jawabannya di workshop SBM yang akan diadakan di Malang.
Salam SBM
NB: Buruan daftar. Kuota terbatas hanya untuk 50 orang. Dapatkan harga special untuk 10 orang pendaftar pertama.
Info selanjutnya bisa menghubungi Fanni (081252459616)
“Kok masih sepi ya Pak?” tanya salah satu klien tentang bisnisnya.
Padahal berbagai cara sudah dilakukan, mulai dari memperbaiki desain interior eksterior, desain kemasan, berbagai promosi online & offline, lokasi bisnis pun sudah dipindah ke tempat yang strategis, SDM juga sudah diikutkan berbagai pelatihan, spiritual activities pun sudah digencarkan, harga juga sudah divariasikan dan cara-cara lain yang juga sudah dilakukan.
“Tapi kok masih sepi juga ya?” Pertanyaan itu masih terngiang di telinga saya selama beberapa hari.
Sampai akhirnya saya teringat kepada sebuah materi workshop yang saya ikuti di Banyuwangi beberapa waktu yang lalu. Sebuah workshop ber-title SBM workshop. Di mana saat itu saya diajarkan tentang validasi produk. Intinya, percuma saja semua ikhtiar di atas dilakukan, jika produknya belum divalidasi. Usaha itu tidak akan pernah berhasil walaupun konsultannya didatangkan dari planet sebelah.
Nah, penasaran kan bagaimana cara validasi produk?
Segera daftarkan diri Anda pada SBM workshop di Malang.
Info selengkapnya silakan japri Fanni (085840278033)
“Mohon maaf pak bagaimana dengan finishing kolam renang kami yang masih bocor?” tanya klien kami kepada pemborong yang meng-handle pengerjaan kolam renang di salah satu unit bisnisnya.
Krik…krik…
Krik…krik…
Sehari…
Seminggu…
Tiada balasan…
Ditelpon juga tak direspon….
Tahu-tahu dia sudah memberikan nomor HP seseorang ke klien kami tersebut. Seseorang ini adalah orang yang dijadikan bamper untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum beres. Namun justru berbayar lebih mahal dibandingkan dengan tarifnya, alamak.
Sahabat sekalian, jika Anda mengalami kejadian di atas, apakah Anda mau memanggil pemborong itu lagi untuk mengerjakan proyek-proyek Anda yang berikutnya? Saya yakin Anda tidak akan mau kan?
Di dalam bisnis, menjaga kepuasan dan kepercayaan klien/customer sangatlah penting. Kenapa? Karena sekali lancung ke ujian seumur hidup orang tak akan percaya.
Keterbukaan di awal sangatlah penting. Jangan ‘slintat slintut’ (intrik). Kalau mampu bilang mampu, kalau tidak mampu bilang saja tidak mampu. Karena begitu Anda bilang mampu tapi ternyata kualitas proses dan hasil pekerjaan Anda tidak seperti yang Anda janjikan, maka itu akan menghancurkan kredibilitas Anda sendiri.
Apalagi yang berkaitan dengan komitmen. Sangat mahal harganya. Misalkan Anda berjanji akan menyelesaikan suatu pekerjaan dalam waktu seminggu, tetapi karena satu dan lain hal pekerjaan Anda molor, maka sebaiknya Anda memberi kabar terlebih dahulu sambil menjelaskan duduk perkaranya. Jangan lupa, Anda juga harus memberikan solusi-solusi atau kompensasi-kompensasi yang lainnya.
Jangan justru membuat alasan yang kurang masuk akal, slow or no respon, apalagi sampai menyalahkan pihak lain.
Kapasitas dan integritas, itu yang harus kita miliki untuk diberikan kepada klien/customer, agar mereka bisa kita ‘keep’ dan tidak berpindah ke lain hati.
Bagi Anda yang mau mendapatkan penjelasan lebih dalam mengenai materi ini silakan joinWorkshop SBM di Malang.
Buruan daftar. Terbatas hanya untuk 50 peserta. Dan dapatkan special price untuk 10 orang pendaftar pertama.
Nah info selengkapnya silakan japri ke Mbak Fani (085840278033)
Perbanyaklah teman, terutama yang perempuan. Dengan banyak teman maka akan target market yang anda miliki akan semakin banyak. Hukum probabilitas sering kali terjadi antara 10-20% dari jumlah teman akan menjadi pembeli produk Anda.
Nah, sekarang bagaimana caranya agar Anda memiliki banyak teman?
Banyak cara yang bisa Anda lakukan, misalnya dengan mengikuti organisasi. Bisa dalam bentuk organisasi bisnis, kegamaan, sekolah, hobi, dll.
Dalam berteman usahakan Anda menjadi bintang, menyenangkan, aktif berkomunikasi tapi jangan terkesan egois/dominan.
2. Fokus
Dalam setahun cobalah fokus pada 1 produk saja yaitu tas Joyism. Sehingga alam bawah sadar teman-teman Anda akan terkondisikan, ”Kalau mereka butuh tas maka yang muncul di benak mereka adalah Anda.”
Jika Anda sering berganti produk maka branding Anda akan menjadi bias alias tidak jelas, dan teman-teman Anda akan menganggap Anda tak serius dalam berbisnis tas.
Banyak orang tergoda hal lain sehingga tak fokus, dengan harapan mereka bisa mendapatkan hasil lebih banyak, tapi faktanya nihil.
Apalagi ketika personal branding-nya belum kuat, belum punya tim yang hebat dan bisa dibagi-bagi jobdesc-nya.
3. Story
Orang cenderung kurang suka saat ditawari dagangan atau produk. Maka anstisipasilah dengan membuat story (cerita). Di sela-sela cerita, masukkanlah pesan ingin anda sampaikan. Kalau dalam NLP diistilahkan dengan nestle loop.
Misalnya seperti ini, kemarin secara tak sengaja saya bertemu dengan teman SMP yang sudah terpisah selama 15 tahun. Saya ingat betul dia, karena di kelas sering juara satu.
Saat bertemu itu kami ngobrol sambil diskusi seru, mulai dari masalah pekerjaan, keluarga, bisnis, hobi dan sebagainya.
Sambil berbincang-bincang saya tak bosan-bosannya memperhatikan penampilannya yang modis, trendy dan keren. Mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki semuanya keren.
Scaning mata saya beberapa kali berhenti di sebuah tas yang dia bawa. Cantik nian tas itu, serasi dengan warna baju, jilbab dan roknya.
Saya jadi teringat dengan teman saya yang bernama Ani, yang pernah menawarkan tas seperti itu. Murah katanya, tapi tidak murahan. Modelnya juga keren.
Saya coba puji dia lalu saya tanya tasnya beli dimana. Jawabannya semakin mengagetkan saya. Ternyata dia beli di Ani.
Dalam hati saya berkata, saya harus jadi keren juga seperti dia. Dan setelah ini saya akan langsung mendatangi Ani di tokonya. Tapi dimana ya saya lupa?
Oh iya saya ingat tokonya Ani sang penjual tas super keren itu ada di +62 813-3111-1324 , +62 813-2221-2332 , +62 856-0770-1023 , +62 857-2246-5005 , +62 858-5431-1353 , dan beberapa kota lainnya.
4. Bonus atau Hadiah
“Siapa yang beli tas di bulan ini nilai minimal 50ribu maka berhak untuk mendapatan kesempatan meraih hadiah”
Hal diatas adalah salah satu bentuk persuasi dalam marketing.
Masih ingat kan kalau fungsi marketing itu ada dua yaitu mengingatkan dan menawarkan. Kalau mengingatkan belum tentu menawarkan, tapi kalau menawarkan sudah pasti mengingatkan.
Promosi berupa hadiah/bonus itu termasuk menawarkan secara persuasif.
Manusia memiliki hot button yang berbeda-beda. Bisa jadi ada yang tidak tertarik dengan hadiah, tapi banyak juga yang tertarik dengan tawaran hadiah.
Cobalah masing-masing dari Anda membuat dorprize/hadiah bulanan kepada para pembeli, baik berupa barang atau jasa. Lalu lakukan test dan ukur hadiah apa yang paling efektif dan efisien.
askansetiabudi.com
Business Consultant
JAKARTA Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
Mobile: 081 334 664 876 / 0858-5549-4440