Penulis: Askan

  • 8 RAHASIA MENJADI STAR LEADER

    8 RAHASIA MENJADI STAR LEADER

    1. LURUSKAN NIAT
      Ketika Anda sudah memiliki satu/beberapa investor, maka Anda adalah leader. Niatkan untuk membantu mereka agar semakin profit, sukses, bahagia & berkah.
    2. BIMBING SAMPAI SUKSES
      Ajari, latih, bimbing & dampingi investor-investor Anda agar profit & income mereka semakin besar. Jangan biarkan mereka kesepian dalam kesendirian.
    3. SELALU POSITIF
      Seorang star leader harus selalu berfikir, berkata, bersikap dan berperilaku yang positif. Supaya aura tim selalu positif. Hindari hal-hal yang negatif, karena itu racun bagi tim Anda.
    4. TERUS BELAJAR & BERTUMBUH
      Seorang star leader harus terus belajar & bertumbuh. Supaya bisa memimpin tim yang semakin banyak, layak dibanggakan dan dijadikan contoh oleh timnya. Investasikan waktu, tenaga dan biaya untuk belajar & bertumbuh. Belajar dan bertumbuh bisa melalui buku, video, training, coaching, dll.
    5. RESPECTFUL
      Hargai tim investor Anda. Hormati mereka. Berikan respon yang terbaik pada mereka. Syukuri keberadaan mereka di tim Anda. Karena mereka tidak akan peduli seberapa suksesnya Anda, sebelum mereka tahu seberapa peduli Anda pada mereka.
    6. MENGALAH UNTUK MENANG
      Dalam beberapa hal, kadang kita perlu untuk mengalah. Kita lose dan tim kita yang win. Mengalah sedikit untuk kemenangan yang lebih besar dan berkelanjutan.
    7. BERKOMUNIKASILAH SEBAGAI KELUARGA
      Jagalah komunikasi dan hubungan baik dengan tim investor Anda. Baik secara pribadi maupun lewat group WA. Berkomunikasilah sebagai keluarga, bukan sebagai atasan dan bawahan, bukan pula sebagai bos dan karyawan.
    8. BANYAK DO’A
      Anda jangan pernah merasa hebat & mampu memimpin tim Investor Anda. Karena hanya Tuhan yang bisa melakukannya. Dialah yang bisa membolak-balik hati & kondisi manusia. Maka sering-seringlah berdo’a agar tim investor Anda diberi kesehatan, keselamatan, panjang umur, kesuksesan, keberkahan, kerukunan, kekompakan dan berbagai do’a baik yang lainnya.

    By: Askan Setiabudi, CI

    Materi ini dibuat untuk tim leader SMARTX NET89

  • KECELE’ (TERTIPU)

    Seringkali kita senang kalau lihat kompetitor kita susah dan susah kalau lihat kompetitor kita senang.

    Maka wajar ketika kita dengar kompetitor kita bersalah atau dighibah dan difitnah berbuat salah, kita langsung bertepuk tangan sambil mengeluarkan berbagai statemen yang menyudutkannya, merendahkannya bahkan bila perlu menghabisinya.

    Tanpa ada keinginan sedikitpun untuk tabayyun (klarifikasi) kepadanya.

    Sikap seperti inilah yg dalam agama disebut sirik, ghibah dan fitnah.

    Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat An Nisa’ Ayat 32: وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ

    “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain.”

    Dan dalam Al Qur’an Surat Al-Hujurat (49): 11-12, Allah SWT berfirman:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan sekumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan sekumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

    Dalam iklim persaingan yang semakin keras ini, kadang orang tega membully, merendahkan dan menghancurkan orang lain dengan cara-cara memfitnah dan mengghibahnya.

    Kita sering lupa bahwa rezeki, pangkat dan derajat manusia itu hanya ada di tangan Allah SWT, bukan di hati, mulut dan sikap kotor kita kepadanya.

    Dalam Surat Ali Imron, Ayat 26-27 Allah SWT berfirman:

    قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    تُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Artinya:

    Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    “Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”.

    Semoga Allah SWT melindungi kita dari iri, dengki, ghibah dan fitnah.

    Semoga Allah menenangkan hati kita dalam menjalani kehidupan di alam fana ini.

    Dan semoga Allah kelak memanggil kita dalam keadaan hati, perkataan dan sikap yang “bersih”. Sehingga kita berhak masuk Syurga yang damai.

    يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ
    ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً
    فَٱدْخُلِى فِى عِبَٰدِى
    وَٱدْخُلِى جَنَّتِى

    Artinya:
    “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaKu. Dan masuklah ke dalam surga-Ku.

    (Al Quran, Surat Al-Fajr, Ayat: 27-30))

    Yuk sama-sama kita memperbaiki diri, supaya tidak kecele’ (ketipu) dengan dunia yang fana ini.

    Bagaimana menurut dulur-dulur?

    Untuk belajar lebih lanjut tentang Manajemen Bisnis, Pelatihan Public Speaking, Konsultasi Marketing, Belajar Outbound, dll silakan bergabung ke grup: http://bit.ly/StarBusinessAcademy10 atau japri ke:http://bit.ly/StarBusinessAcademy.

    Terimakasih

  • LIMA RAHASIA AGAR BISNIS BERJAYA

    Semua orang pasti ingin bisnisnya berjaya, tapi tidak semua orang tahu caranya.

    Dari pengamatan saya, ada 5 rahasia agar bisnis kita berjaya:

    1. Upgrade Produk Anda

    Dalam bisnis apapun, produk yang berkualitas adalah syarat yang utama. Tanpa produk yang berkualitas bisnis Anda hanya akan jalan di tempat bahkan bisa sekarat.

    Pilihlah tim terbaik untuk menjaga dan meningkatkan kualitas dari produk Anda. Bayar lebih mahal tak mengapa yang penting kualitas produk Anda terjaga. Daripada Anda bayar tim dengan murah tapi kualitas produk Anda rusak, kerugiannya jauh lebih besar.

    Bila perlu, milikilah tim R&D (riset & development) untuk selalu mengupgrade produk-produk Anda agar selalu update. Perkuat benefit, USP (Unique Selling Proposition) dan added value dari produk Anda.

    2. Jaga dan Perluas Market Anda

    Setiap bisnis memerlukan pembeli baik itu B2B (Business to Business) atau B2C (Business to Customer). Diperlukan banyak sekali calon customer supaya bisnis kita berjaya. Untuk itu kegiatan seorang pebisnis adalah harus terus membangun new market. Tentunya dengan tetap melakukan maintenance terhadap eksisting market.

    Dalam era kompetisi yang semakin red ocean ini, Anda harus memperbesar market Anda. Supaya konversinya untuk menjadi omset juga semakin besar.

    3. Perkuat BMS

    Perkuat tim BMS (Branding, Marketing & Selling) Anda. Tanpa tim yang kuat di tiga pilar BMS, produk Anda akan tertimbun di sela-sela membludaknya informasi.

    Lihatlah betapa banyak produk-produk yang keren, saat ini agak sesak nafas. Bukan karena kualitasnya tidak bagus, tapi karena produk tersebut sudah tidak dikenal lagi oleh publik.

    4. Perbanyak Sedekah

    Sudah tidak diragukan lagi kalau manfaat sedekah sangat luar biasa. Banyak pebisnis yang menceritakan kalau sedekah sangat memperlancar bisnis mereka. Apalagi jika sedekahnya ekstrim, maka keajaiban sering terjadi di bisnis mereka.

    Terlebih lagi saat pandemi seperti ini, sedekah akan sangat membantu bisnis kita agar tetap berjaya. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al-Hadiid: 18)

    5. Libatkan Tuhan

    Last but not least. Allah adalah penggengam segala taqdir kehidupan. Dialah yang berkuasa membolak-balik segala keadaan. Maka serahkan bisnis Anda kepadaNYA. Bila perlu jadikanlah Dia sebagai pemilik saham dari bisnis Anda. Sehingga setiap mau mengambil keputusan dalam bisnis, Anda selalu melibatkan Tuhan dalam memutuskannya, dan setiap ada hasil jangan lupa untuk berbagi hasil dengan Dia.

    Allah tidak suka dengan orang yang sombong, yang merasa mampu mengerjakan bisnisnya tanpa bantuan Dia. Semakin orang merasa mampu maka saat itulah Allah akan semakin menjauh dari bisnisnya. Saat Allah jauh dari bisnis kita, mungkinkah bisnis kita bisa berjaya?

    Ikhtiar tanpa do’a adalah kesombongan, do’a tanpa ikhtiar adalah pelecehan.

    Salam STAR

    Askan Setiabudi, CI

    Konsultan, Trainer, Entrepreneur

  • KENAPA KITA TAK PEDE JUALAN?

    Pernahkah Anda tak PD alias tak percaya diri ketika berjualan sesuatu?

    Mengapa bisa seperti itu?

    Padahal kalau penjualnya saja tak PD, mungkinkah jualannya laku?

    Nah menurut saya ada beberapa penyebab kenapa kita tak PD dalam menjual sesuatu:

    1. Karena kualitas produknya kurang OK.
    Hati kecil kita tak bisa dibohongi saat produk kita jelek. Betul kan?

    Kalau produk kita jelek, pasti kita ragu memasarkannya. Keraguan ini terpancar dari diri kita dan bisa ditangkap oleh calon konsumen. Hal ini akan memantul balik kepada kita dan menjadikan kita semakin tidak PD.

    2. Karena tidak memahami produk secara detail.
    Pemahaman terhadap product knowledge sangatlah penting. Ketika pemahaman kita hanya setengah-setengah, itu akan menjadikan kita ragu untuk menawarkan.

    Apalagi ketika ada calon konsumen yang mulai bertanya-tanya lebih detail tentang produk kita, wah alamat bisa panas dingin kita.

    3. Kurang mampu handle objection.
    Tidak ada produk yang sempurna. Maka kemampuan kita dalam handle objection dan handle complaint sangatlah penting. Bukan untuk berkelit, tapi untuk menjadikan konsumen nyaman, konsumen yakin bahwa antara harga dan produk sudah sepadan, konsumen yakin bahwa kita bertanggungjawab jika ada kerusakan, dst.

    4. Kurang menjaga self performance.
    Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda.😊

    Maka sesuaikanlah diri Anda dengan produk yang Anda jual. Mulai dari penampilan, pengetahuan, personality, komunikasi, dst.

    Istilah kerennya kuatkanlah personal branding Anda!

    5. Kurangnya Corporate / Product Branding.
    Lebih PD mana Anda jualan produk yang sudah terkenal atau yang belum terkenal?

    Ya tentunya Anda akan lebih PD jika menjual produk yang mereknya sudah terkenal kan?

    Maka lakukanlah secara terus menerus penguatan terhadap brand produk Anda. Baik melalui leverage (tokoh masyarakat, artis, iklan di media massa, event, dst.) ataupun melalui berbagai program CSR yang ada.

    Nah itulah 5 hal yang menurut saya bisa menjadikan kita kurang PD dalam menjual produk kita.

    Bagaimana menurut Anda?

    Sharing-sharing yuk!

    Askan Setiabudi

  • Coaching Series 3: Apa yang Bisa dibantu oleh Seorang Coach Bisnis?

    Coaching concept illustration. Idea of strategy, skills and improvement.

    Sebagian besar Coach Bisnis memiliki fungsi serba guna dalam pelayanan mereka. Itu berarti, apapun yang anda inginkan untuk mengembangkan bisnis, membuat bisnis yang sudah sukses semakin maju baik bisnis kecil, bisnis lokal, atau perusahaan internasional, seorang coach yang berbakat akan mampu membantu.

    Ada anggapan umum bahwa coaching bisnis ada hanya untuk membantu para owner untuk memajukan sebuah bisnis.

    Membantu owner untuk kembali ke jalur pengelolaan bisnis yang tepat sudah dipastikan sebagai salah satu kemampuan seorang coach. Selain itu, masih ada variasi situasi lain di mana seorang coach bisa membantu juga.

    Seorang coach bisnis mampu membantu owner untuk membangun usaha mulai dari nol, memberikan arahan kepada owner dan eksekutor saat menjalankan usaha membangun bisnis, mendefinisikan visi dan misi, dan mengawal strategi jangka pendek dan jangka panjang bisnis tersebut.

    Selain itu, seorang coach bisnis juga mampu membantu owner bisnis untuk menumbuhkan bisnis mereka ke level berikutnya dengan cara mengurangi beban pikiran owner agar perjalanan bisnisnya terasa lebih mudah. Karena saat menjalankan sebuah bisnis seorang diri tanpa partner berpikir, maka beban yang dirasakan dalam pengelolaannya pun akan terasa berlipat lebih berat.

    Jadi, saat anda bekerja dengan seorang coach sebagai partner menjalankan usaha, maka anda akan mendapatkan pasangan bisnis yang bisa membantu anda dalam menghadapi berbagai tantangan. Coach akan membantu anda dengan berbagai pengalaman dan keahliannya sehingga anda memiliki seseorang yang diandalkan dalam mengupayakan kemajuan usaha bisnis anda.

    Dengan demikian, seorang coach mampu mengurangi tingkat stress dari owner usaha dengan berbagai keuntungan dan mafaatnya.

    Bersambung ke seri 4

  • 3 KAIDAH JAPRI

    Japri

    “Alhamdulillah orderannya banyak ya,” puji saya pada salah satu reseller terbaik.

    “Iya Pak, Alhamdulillah,” jawabnya penuh rasa syukur.

    “Bagaimana cara memasarkannya?” tanya saya.

    “Saya banyak japri teman-teman, keluarga, kolega, rekanan dan kenalan-kenalan saya, Pak.” jawabnya bersemangat.

    Sahabat sekalian, di masa pandemi ini info-info di media sosial berseliweran begitu cepat.

    Sehingga story atau upload-an kita di medsos seringkali tertumpuk dengan aktifitas yang sama dari orang lain. Sehingga “pesan” kita tidak sampai ke target market.

    Maka “japri” kepada orang-orang yang kita kenal adalah salah satu cara yang sangat efektif. Ibarat peluru, langsung kita tembakkan pada sasaran.

    Nah, ada 3 kaidah utama ketika Anda japri orang:

    1. PASTIKAN SALING KENAL

    Pastikan orang yang akan Anda japri mengenal Anda dengan baik dan Anda juga mengenal mereka.

    Karena kalau asal japri, nanti orang bisa merasa tak nyaman dan WA Anda bisa dilaporkan untuk diblokir.

    Kalau Anda dan calon konsumen sudah saling kenal dengan baik, maka trust mereka kepada Anda lebih tinggi, sehingga peluang untuk closing lebih besar.

    2. AWALI DENGAN BASA BASI

    Sebelum menawarkan produk Anda, alangkah lebih sopannya kalau Anda basa-basi terlebih dahulu. Bahasa keren-nya di-prolog dulu, jangan langsung tunjek poin.😊

    Basa-basi bisa dengan menanyakan kabar. Tanya bagaimana keadaan keluarganya, bisnisnya, karyawannya, dsb.

    Di saat komunikasi sudah cair, cobalah tawarkan produk-produk Anda.

    “Oh ya saya sekarang jualan aneka frozen, sambel, bumbu rendang, dst, Bu.”

    “Monggo kalau mau nyoba, atau barangkali ada teman njenengan yang membutuhkan produk seperti ini, silakan WA saya.”

    3. PASTIKAN SEGMEN YG ANDA TAWARI MEMILIKI DAYA BELI

    Banyak reseller putus asa karena jualannya tak laku-laku.

    Setelah saya cek, ternyata karena mereka menawarkan produknya ke orang yang tak punya uang.

    Sebagus apapun produk Anda, sehebat apapun cara berjualan Anda, tapi kalau calon konsumen Anda no money, maka produk Anda pasti tak terbeli.

    Cobalah lakukan 3 hal tersebut. InsyaAllah produk Anda akan laris manis.

    Bagaimana menurut Anda?

    Mari kita diskusikan…

    Salam Berkah
    AskanSetiabudi.com
    Konsultan | Trainer | Entrepreneur

  • 3 MANFAAT TESTIMONI KONSUMEN DALAM BISNIS

    Kita tentunya senang ketika mendapat testimoni yang positif ataupun negatif dari konsumen.

    Karena dengan testimoni kita bisa mengukur kualitas produk kita. Testimoni yang positif, bisa menjadikan kita semakin optimis dengan masa depan produk kita. Testimoni yang negatif, menjadikan kita introspeksi dan berbenah.

    Nah selain manfaat diatas, manfaat lain testimoni dalam bisnis antara lain:

    1. Memunculkan kepercayaan calon konsumen.

    Setiap penjual selalu mengatakan kalau “kecapnya pasti nomor 1”. Maka calon konsumen tidak akan percaya begitu saja kepada kita sebagai penjual. Kita perlu persepsi dan komentar orang lain tentang produk kita.

    Menurut salah satu survei, sekitar 60% konsumen membeli karena referensi orang lain.

    Maka manfaatkanlah testimoni konsumen utk meningkatkan trust calon konsumen kepada produk Anda.

    2. Menjadi tim marketing gratisan.

    Konsumen yang puas akan menceritakan kepuasannya kepada orang lain. Tentunya hal ini sangat penting buat perkembangan bisnis kita.

    Karena kita seperti mendapatkan tim marketing yang tak berbayar alias gratisan.

    Coba bayangkan, andai ada 100 orang saja yang masing-masing menceritakan kelebihan produk Anda kepada 10 temannya, maka akan ada 1000 orang yang penasaran dan tertarik untuk membeli produk Anda. Dahsyat kan?

    Maka terus jagalah kualitas produk Anda, jaga komunikasi Anda kepada konsumen Anda, layani mereka dengan maksimal. Karena ketika mereka puas, mereka akan cerita ke teman-temannya. Dan saat itulah bisnis Anda akan naik kelas.

    3. Sebagai bahan beriklan dan apresiasi kepada pembeli.

    Testimoni bisa kita cantumkan di media promosi kita, sebagai bahan pertimbangan calon konsumen sebelum membeli. Apalagi jika brand produk kita belum terkenal.

    Biasanya para konsumen juga senang ketika testimoninya “terpilih” untuk ditampilkan. Mereka menganggap ini sebagai sebuah penghargaan atau apresiasi kita atas testimoni mereka.

    Nah itulah 3 manfaat testimoni dari konsumen atas produk kita.

    Sudahkah Anda memanfaatkannya untuk membesarkan bisnis Anda?

    Cobalah, dan nikmati perkembangan bisnis Anda.

    Jika ada yang mau didiskusikan, silakan hubungi saya.

    Salam Berkah
    Askan Setiabudi
    Konsultan | Trainer | Entrepreneur

    NB:
    -Jika temen2 mau belajar merketing silakan join di: http://bit.ly/sinaumarketing
    -Jika temen2 mau memiliki atau menjadi reseller “software pengirim pesan otomatis” silakan coba demonya di: http://kerjacerdas.in/?id=9334
    Terimakasih

  • Up Selling, Cross Selling

    “Sekalian nambah pulsanya, Pak?”
    “Ibu sudah belanja 50 ribu, jadi boleh tebus murah pasta giginya Bu.”
    “Ndak sekalian beli yang besar Mas, total harganya lebih murah?”

    Sahabat sekalian pasti hafal dengan berbagai kalimat diatas. Ya itulah kalimat-kalimat yang sering kita dengar saat kita belanja di beberapa tempat belanja modern.

    Kalimat-kalimat tersebut dinamakan up selling dan cross selling.

    Up selling adalah upaya seorang penjual untuk menawarkan produk sejenis yang harganya lebih mahal kepada konsumen. Tujuannya untuk menaikkan omset. Mumpung konsumen sedang bergairah untuk berbelanja.

    Kalau cross selling adalah upaya dari penjual untuk menawarkan juga produk yang lain kepada pembeli, dengan tujuan agar pembeli mengeluarkan uang lebih banyak.

    Nah sebagai penjual, sering-seringlah melakukan up selling dan cross selling. Tentunya dengan cara yang cantik dan jangan terkesan memaksa.

    Inti yang ditawarkan adalah antara lain: manfaat yang lebih besar, garansi, total harga lebih murah, ongkir lebih hemat, fasilitas lebih lengkap, dsb.

    Nah sudahkah Anda melakukan up selling dan cross selling dalam bisnis Anda?

    Cobalah, dan rasakan kenaikan omset dalam bisnis Anda.

    Salam STAR
    AskanSetiabudi.com
    Marketing Partner

    NB: Jika dulur-dulur punya kenalan yang butuh software untuk mengirim ribuan pesan otomatis bisa menghubungi saya. Software ini bisa dipakai untuk promosi dan maintenance calon pembeli, pelanggan, anggota tim, dll.

    Bisa dicoba softwarenya disini:
    http://kerjacerdas.in/?id=9334

  • POLA KOMUNIKASI, KUNCI SUKSES DALAM BERBISNIS

    Dalam dunia bisnis, pola komunikasi itu sangat penting. Dengan pola komunikasi yang baik, pelaku bisnis dapat dengan mudah meyakinkan customer atau pelanggan. Keuntungan lain juga bisa digunakan untuk memberikan service yang optimal. Dengan demikian, pelaku bisnis dapat dengan mudah meraih hasil-hasil yang besar di kemudian hari.

    Pola komunikasi memiliki berbagai macam bentuk, seperti yang bersifat verbal, tertulis dan isyarat atau bahasa tubuh. Contoh dari komunikasi verbal yang baik adalah memberikan intonasi yang menyenangkan ketika berbicara dengan orang lain seperti klien, karyawan dan pelanggan. Dalam tanda kutip, hindari nada tinggi, nada kaku, nada yang terkesan marah atau nada yang kurang menghargai lawan bicara.

    Selanjutnya untuk komunikasi tertulis yang baik, jangan terbiasa menggunakan singkatan. Tulislah kata-kata  yang enak dibaca. Hindari menggunakan emoticon yang dapat menyinggung perasaan atau penggunaan huruf besar sama rata untuk beberapa kata seperti “CEPAT”, yang terkesan seperti marah atau teriak. Jangan lupa baca kembali tulisan tersebut sebelum dikirim ke orang lain, klien atau pelanggan. Dengan membacanya kembali, anda bisa memperkirakan kira-kira akan seperti apa respon pembaca terhadap tulisan tersebut. Posisikan diri sebagai orang lain, klien atau pelanggan yang akan membaca tulisan tersebut, sehingga ketika tulisan itu dikirim hasilnya adalah respon positif dari pembacanya.

    Terakhir adalah pola komunikasi isyarat atau bahasa tubuh yang baik. Hindari bahasa tubuh atau isyarat yang tampak sombong, wajah yang berekspresi marah dan terkesan meremehkan yang nantinya justru bisa menjadi penghalang dari keberhasilan berkomunikasi. Selain tiga bentuk pola komunikasi tersebut, ukuran sejauh mana pelaku bisnis merespon komunikasi dari orang lain, klien atau pelanggan secara cepat (Fast Respond) Juga menjadi poin yang sangat penting. Ketika anda sudah mulai tidak dapat merespon orang lain dengan cepat dalam sebuah komunikasi (Slow Respond), usahakan mencari wakil atau asisten yang bisa mewakili anda. Hal itu bertujuan agar tetap dapat memberikan respon secara cepat (Fast Respond). Karena ketika suatu bisnis sudah mulai Slow Respond, maka tinggal menghitung waktu untuk dampak-dampak buruknya.

    Dari semua aspek di atas, bisa disimpulkan bahwa memperhatikan pola komunikasi itu sangat penting. Ketika pola komunikasi terwujud dengan baik maka citra bisnis yang anda kelola juga akan menjadi baik dan hal tersebut akan berdampak positif terhadap hasil yang ingin dicapai. Jangan sampai anda kehilangan aspek-aspek tersebut.

    Selamat mencoba dan selamat belajar,

    Salam Star dari saya Askan Setiabudi.

  • NAMAMU SIAPA?

    Pernahkah Anda ditanya, “Anda bisnis apa?”

    Lalu Anda menjawab, “Warung kopi”.

    Merek-nya apa?”

    “Pokoknya warung kopi”

    Menarik tidak? Tentu saja tidak.

    Ketika Anda ditanya, “Anda punya bisnis apa?”

    “Warung makan”

    “Namanya apa?”

    “Pokoknya warung makan”.

    Menarik? Tentu tidak.

    Coba bedakan dengan yang berikut ini.

    Ketika ada seseorang bertanya, “Anda punya bisnis apa?”

    “Warung kopi”

    “Namanya apa?”

    “Semerbak Kopi”

    Lebih menarik bukan?

    Atau ketika Anda ditanya tentang usaha Anda,

    “Rumah makan”

    “Namanya apa?”

    “Kedai Motivator”

    Lebih nyaman bukan?

    Hal ini sama ketika Anda ditanya tentang Anda laki-laki atau perempuan?

    “Saya laki-laki”

    “Nama Anda siapa?”

    “Pokoknya laki-laki”

    Tentu tidak menarik bukan?

    Bedakan dengan yang berikut ini,

    “Anda laki-laki atau perempuan?”

    “Laki-laki”

    “Nama anda siapa?”

    “Budi”

    Nah tentunya lebih menarik, bukan?

    Demikian juga dengan bisnis. Sebuah produk membutuhkan sebuah nama/merek.

    Nah ada 3 pilar rahasianya agar nama/merek bisnis Anda lebih powerful:

    Yang pertama, singkat.

    Usahakan nama bisnis atau nama produk Anda singkat, jangan terlalu panjang. Misalnya usaha bimbingan belajar. Anda beri nama yang singkat, misalnya “Smart Bimbel”. Atau usaha Anda di bidang fotografi. Anda beri nama “Bening Fotografi. Singkat. Karena jika terlalu panjang, orang akan sulit mengingat. Di jaman yang penuh persaingan seperti ini jangan paksa orang untuk mengingat nama panjang produk Anda. Sama dengan nama orang hari ini, jika terlalu panjang menjadi sulit untuk diingat.

    Yang kedua, sesuaikan dengan  jenis usaha.

    Misalnya ketika Anda punya usaha perumahan. Berilah nama yang mewakili kondisi perumahan, misalnya “Griya Asri”. Jangan sampai Anda punya usaha perumahan, diberi nama “Nikmat”, tentunya tidak sesuai. Contoh lain, Anda punya usaha design, berilah nama yg sesuai misalnya “image” atau “perfect”, dan tentunya kurang pas jika dikasih nama “lezat”.

    Yang ketiga, Hindari Singkatan Huruf atau Angka Tertentu.

              Sebenarnya menggunakan singkatan huruf atau menggunakan angka tidak dianjurkan dalam membuat suatu merek.

               Tapi jika terpaksa, maka gunakanlah singkatan huruf yang mudah diingat, misalnya “MM Barbershop”. Jangan menggunakan singkatan huruf yang sulit diingat dan mudah ditiru plus dibingungkan oleh kompetitor.

              Misalnya Anda punya bengkel namanya “Bengkel TPM”, maka kalau ada kompetitor yang mau meniru sekaligus membingungkan konsumen, dia bisa membuat merek “Bengkel MTP”, “Bengkel TMP” dan sejenisnya.

            Kalau terpaksa menggunakan angka, maka pastikan yang mudah diingat, seperti “Es Teller 77”. Jangan menggunakan angka seperti Bakpia Pathok Jogja.

           Kalau Anda ke Jogja, menurut Anda mana Bakpia Pathok yang asli, enak dan legendaris? Bakpia Pathok 25, 75, 57, 52, atau yang lainnya? Bingung kan? Hehe…

    Tiga pilar tersebut menjadi penting ketika Anda mau membuat sebuah produk. Jika merek produk Anda sudah memenuhi tiga pilar tersebut, maka merek produk Anda sudah tepat.

    Salam STAR

    Askan Setiabudi

    Konsultan | Trainer | Entrepreneur