Pemenang Dan Pecundang

Semangat pagi Sahabat Pebisnis Indonesia,

Pagi ini saya ingin share tentang pemenang dan pecundang. Seringkali kita dengar bahwa tidak ada pecundang yang kemudian bisa berhasil. Pecundang adalah keadaan ketika seseorang mengalami kegagalan sehingga dia mudah down, mudah menyalahkan orang lain dan segala sesuatu di luar dirinya.

Itulah pecundang, yang alasannya lebih besar daripada harapan. Sedangkan pemenang, ketika dia gagal, dia tak akan memandangnya sebagai sebuah kegagalan. Justru ia anggab sebagai sebuah proses untuk belajar dan mengetahui kesalahan-kesalahan apa saja yang tak boleh ditempuh demi keberhasilan. Dalam sejarah dunia, tidak ada orang sukses yang tak pernah mengalami kegagalan.

Sikap mentalnya lah yang menentukan dia akan bangkit atau terjerembab, berani mencoba lagi atau trauma, mau melakukannya lagi atau hanya meratapi nasib.

Sahabat sekalian, pecundang adalah orang yang menjadikan kegagalan sebagai beban. Sementara pemenang menjadikan kegagalan sebagai batu pijakan untuk meraih sukses di masa depan.

Ada kisah klasik tentang seekor keledai tua yang mau dikubur hidup-hidup oleh pemiliknya. Suatu ketika keledai tua itu jatuh ke dalam sumur dan sang pemilik ingin menyelamatkan si keledai tua ini. Namun karena tak mampu mengatasi kesulitan akhirnya sang pemilik berfikir untuk membiarkan keledai tua itu mati dan menguburnya di sumur tersebut. Saat pemilik tersebut mengambil sekop, cangkul, dan tanah di sekitar sumur, untuk kemudian dia isikan ke dalamnya, keledai tua itu menangis, menjerit, dan meminta tolong.

Wahai tuanku, tega nian engkau hendak menguburku. Dulu ketika aku masih sehat, engkau puji-puji aku, ketika aku tua dan terjatuh kau tega membiarkanku dan mau mengubur aku?” kata keledai tua.

Tanpa mendengarkan apa yang dikatakan oleh keledai tua, sang pemilik terus mengambil tanah dengan sekop dan cangkul lalu mengisikannya ke dalam sumur. Keledai tua mulai menggerak-gerakkan tubuhnya saat terasa berat akibat tertimbun tanah. Si keledai tua terus menggerak menggerak-gerakkan tubunhya, sehingga tanah yang menimpanya jatuh ke bawah. Kemudian si keledai tua mulai  menyadari bahwa tanah yang menimpanya bisa ia jadikan pijakan ke atas, sampai kemudian dia berhasil keluar dari sumur itu.

Luar biasa sekali usaha si keledai tua. Saudara sekalian kegagalan ibarat tanah yang terus menimpa badan anda. Bergeraklah terus dan lepaskan beban-beban itu. Jangan hanya diam, karena kalau anda diam anda akan mati terpendam oleh beban-beban kegagalan. Apapun masalah yang terjadi pada masa lalu anda justru akan menjadi pijakan untuk naik ke level 1, 2, 3  dan seterusnya di masa yang akan datang.

Masa lalu saya juga diliputi dengan berbagai kegagalan,andai saya terjerembab dengan kegagalan itu, saya mungkin tidak akan mencapai prestasi sekarang ini. Maka selamat datang kegagalan, aku akan terus menggerakan badanku, akan terus menjadikan engkau sebagai pijakan untuk meraih posisi yang lebih tinggi.

Salam Star.

 

Askan Setiabudi

Founder Star Business Academy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>