Tag: Trainer motivasi

  • KECELE’ (TERTIPU)

    Seringkali kita senang kalau lihat kompetitor kita susah dan susah kalau lihat kompetitor kita senang.

    Maka wajar ketika kita dengar kompetitor kita bersalah atau dighibah dan difitnah berbuat salah, kita langsung bertepuk tangan sambil mengeluarkan berbagai statemen yang menyudutkannya, merendahkannya bahkan bila perlu menghabisinya.

    Tanpa ada keinginan sedikitpun untuk tabayyun (klarifikasi) kepadanya.

    Sikap seperti inilah yg dalam agama disebut sirik, ghibah dan fitnah.

    Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat An Nisa’ Ayat 32: وَلَا تَتَمَنَّوْا۟ مَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بِهِۦ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ

    “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain.”

    Dan dalam Al Qur’an Surat Al-Hujurat (49): 11-12, Allah SWT berfirman:

    “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan sekumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan sekumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

    “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

    Dalam iklim persaingan yang semakin keras ini, kadang orang tega membully, merendahkan dan menghancurkan orang lain dengan cara-cara memfitnah dan mengghibahnya.

    Kita sering lupa bahwa rezeki, pangkat dan derajat manusia itu hanya ada di tangan Allah SWT, bukan di hati, mulut dan sikap kotor kita kepadanya.

    Dalam Surat Ali Imron, Ayat 26-27 Allah SWT berfirman:

    قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    تُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Artinya:

    Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

    “Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”.

    Semoga Allah SWT melindungi kita dari iri, dengki, ghibah dan fitnah.

    Semoga Allah menenangkan hati kita dalam menjalani kehidupan di alam fana ini.

    Dan semoga Allah kelak memanggil kita dalam keadaan hati, perkataan dan sikap yang “bersih”. Sehingga kita berhak masuk Syurga yang damai.

    يَٰٓأَيَّتُهَا ٱلنَّفْسُ ٱلْمُطْمَئِنَّةُ
    ٱرْجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً
    فَٱدْخُلِى فِى عِبَٰدِى
    وَٱدْخُلِى جَنَّتِى

    Artinya:
    “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hambaKu. Dan masuklah ke dalam surga-Ku.

    (Al Quran, Surat Al-Fajr, Ayat: 27-30))

    Yuk sama-sama kita memperbaiki diri, supaya tidak kecele’ (ketipu) dengan dunia yang fana ini.

    Bagaimana menurut dulur-dulur?

    Untuk belajar lebih lanjut tentang Manajemen Bisnis, Pelatihan Public Speaking, Konsultasi Marketing, Belajar Outbound, dll silakan bergabung ke grup: http://bit.ly/StarBusinessAcademy10 atau japri ke:http://bit.ly/StarBusinessAcademy.

    Terimakasih

  • TUKANG BANGUNAN

    Saudara sekalian, tersebutlah seorang tukang bangunan yang sangat mahir, apapun yang dia bangun pasti laku. Setiap rumah yang dia bangun pasti laris. Bahkan beberapa orang rela indent dengan rumah-rumah yang akan dia bangun. Pada suatu saat, dia mendengar dari teman-temannya bahwa dia akan diakhiri karirnya, di PHK, diberhentikan oleh bosnya.

    Suatu hari dia dipanggil oleh bosnya, maka dengan perasaan males dan hati resah dia menemui bosnya. Dia menunggu apa yang akan disampaikan oleh bosnya, apakah dia diberhentikan atau disuruh terus bekerja. Dia heran, ternyata dia masih disuruh bekerja oleh bosnya, namun kali ini dia hanya diminta untuk membangun satu rumah saja.

    Dengan penuh perasaan yang galau dia bangun rumah tersebut, dibangunnya rumah itu dengan asal-asalan, dia selesaikan rumah itu asal jadi, yang penting selesai, dia tidak lagi berfikir kualitas seperti biasanya.

    Setelah rumah itu selesai, dia temui bosnya, dia kasih kunci rumah itu kepada bosnya: “Bos, ini kunci rumahnya, sudah saya selesaikan tugas yang anda berikan.” Bosnya dengan tenang menerima kunci rumah tersebut, lalu mengajak ngobrol bapak tukang bangunan.

    Setelah basa basi dan ngobrol sana sini, akhirnya sang bos pun bilang: “Wahai bapak, terima kasih atas jasamu selama ini. Mungkin engkaupun sudah dengar bahwa aku akan mem-PHK-kan dirimu, aku akan akhiri karirmu ditempat ini. Tapi tidak usah khawatir, aku sudah siapkan uang yang lebih dari cukup untuk pesangon dan gajimu. Engkau bisa mandiri dengan uang sebanyak itu. Bisa menjadi pemborong atau kontraktor seperti aku, tidak lagi terikat dengan gaji dariku.”

    Bapak tukang bangunan mulai heran, berkecamuk perasaan dalam dirinya. “Waduuhh saya salah paham ini, saya kira saya cuma di PHK, saya kira saya cuma diberhentikan, saya kira saya cuma diakhiri karir saya dari tempat ini. Ternyata bos saya luar biasa baik, bos saya memberi pesangon yang lebih dari cukup untuk menjadikan saya mandiri dan tidak terikat lagi menjadi karyawan disini.

    Sebelum selesai kecamuk yang ada dipikiranya, bosnya berkata: “Wahai bapak, ambil saja kunci rumah ini, rumah yang barusan kamu bangun itu aku hadiahkan untuk kamu. “Maksud bos apa?” tanya dia keheranan. “Rumah yang barusan kamu bangun bukan untuk saya jual. Rumah itu aku hadiahkan untuk kamu.” “Lho bos, kok rumah itu yg dihadiahkan ke saya?”

    Bosnya sekarang yang gantian heran, lalu dia bertanya: “Memangnya kenapa?” Tukang bangunan itu menjawab: “Maaf bos, karena saya resah dan galau, maka terus terang rumah yang aku bangun terakhir itu aku kerjakan asal-asalan, aku bangun asal jadi, aku bangun asal selesai, dengan kualitas yang jauh dari biasanya.” “Kenapa begitu?” tanya bosnya. “Karena saya berfikir negatif kepada Anda.” jawabnya dengan perasaan yang sangat bersalah.

    ***

    Saudara sekalian, bagaimana kegiatan hari demi hari yang kita lakukan selama ini di kantor, di kehidupan, di rumah tangga dan di masyarakat kita? Apakah kita kerjakan dengan sungguh-sungguh sepenuh hati, sebagai bentuk syukur dan ibadah pada ilahi atau asal-asalan?.

    Jangan-jangan di akhir kehidupan kita, kita berikan ‘karya’ terburuk buat kehidupan kita sendiri. Jangan-jangan di akhir hayat kita, kita akhiri diri kita dengan perbuatan-perbuatan yang buruk yang Allah murkai, Na’udzu billahi min dzalik.

    Saudara, kita tidak tau kapan kehidupan kita diakhiri oleh Tuhan. Maka mari kita lakukan ‘aksi’ yang terbaik sepanjang kehidupan kita. Kita tidak tau kapan kita diberhentikan oleh Tuhan dari pekerjaan kita, dari bisnis kita. Maka mari kita lakukan yang terbaik sepanjang kita bekerja, sepanjang kita berbisnis.

    Kenapa? karena kebaikan kitalah yang akan membuat Tuhan mau memberi kepada kita ‘rumah’ yang indah di dunia dan di syurga. Sedangkan keburukan kitalah yang akan menjadikan Tuhan memberikan ‘rumah’ yang tidak baik buat kita di dunia dan di alam sana.

    Selamat merenung sobat,  sampai ketemu di syurga. Salam berkah.

    https://www.youtube.com/watch?v=gT8twcWY_0U

    Untuk konsultasi Training Motivasi Malang, Outbound Malang, Batu alam Rafting, Kaliwatu Rafting, Wisata Malang, Travel dan Hotel di Malang Jatim yang sesuai dengan kebutuhan tim anda, Silahkan menghubungi office kami untuk informasi lebih lanjut :

    JAKARTA
    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA
    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya
    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG
    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang
    Mobile :
    0858-5549-4440 (Arina)
    0878-3615-2078 (Ibu Dini)
    0858-4027-8033 (Ibu Olla)
    0895-1481-0211 (Bapak Muchtar)
    0857-5505-9965 (Bapak Zidan)

    Email : indonesia.tips@gmail.com