Tag: indoor training karyawan

  • Revenue Streams Rumah Makan: Kunci Arus Kas Sehat dalam Business Model Canvas (Part 3)

    Revenue Streams Rumah Makan: Kunci Arus Kas Sehat dalam Business Model Canvas (Part 3)

    Oleh: Askan Setiabudi
    Trainer, Coach, Mentor, Konsultan Bisnis dan SDM

    Part 1

    Part 2

    Dalam industri kuliner yang penuh dinamika dan kompetisi tinggi, memahami bagaimana uang masuk ke dalam bisnis adalah kunci keberlangsungan usaha. Di sinilah elemen kelima dari Business Model Canvas (BMC) berperan: Revenue Streams. Tanpa pendapatan yang terukur, beragam, dan berkelanjutan, rumah makan hanya akan bertahan seumur tren kulinernya saja.

    Model BMC yang dipopulerkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur (2010) mengajarkan pelaku usaha untuk tidak sekadar fokus pada produk atau pelanggan, tetapi juga memikirkan aliran pendapatan (revenue streams) secara strategis. Dalam konteks rumah makan, Revenue Streams berarti seluruh sumber pemasukan dari berbagai segmen pelanggan yang dilayani.

    Mengapa Revenue Streams Sangat Penting bagi Rumah Makan?

    Banyak rumah makan tutup bukan karena makanannya tidak enak, melainkan karena aliran uangnya tidak stabil. Sebuah studi dari Harvard Business Review (2019) menyoroti bahwa bisnis kecil yang memiliki lebih dari satu sumber pendapatan memiliki kemungkinan bertahan 60% lebih tinggi dibanding yang hanya mengandalkan satu sumber. Hal ini berlaku kuat pada industri F&B, yang sangat bergantung pada arus kas harian.

    Lebih lanjut, penelitian IPB University (2021) menunjukkan bahwa UMKM kuliner di Jabodetabek yang mengembangkan skema langganan makanan harian mengalami peningkatan pendapatan rata-rata 25% dalam 6 bulan. Ini menunjukkan bahwa Revenue Streams bukan hanya teori, tetapi alat praktis untuk meningkatkan ketahanan bisnis.

    Jenis-Jenis Revenue Streams dalam Bisnis Rumah Makan

    Berikut ini berbagai saluran pendapatan (revenue streams) yang bisa diterapkan rumah makan:

    1. Penjualan Langsung (Core Revenue)
      Ini adalah sumber utama—penjualan makanan dan minuman baik melalui dine-in, take away, maupun drive-thru. Namun, jangan hanya terpaku di sini. Ketika pandemi memukul lalu lintas pelanggan fisik, banyak rumah makan yang hanya mengandalkan penjualan langsung akhirnya gulung tikar.
    2. Layanan Delivery & Online Order
      Platform digital seperti GoFood, GrabFood, ShopeeFood, atau aplikasi POS milik sendiri kini menjadi kanal wajib. McKinsey & Company (2022) mencatat bahwa pertumbuhan layanan pesan antar meningkat hingga 3 kali lipat sejak pandemi. Rumah makan yang aktif di layanan ini cenderung memiliki jangkauan pelanggan lebih luas dan pendapatan lebih stabil. Beberapa Warung Makan di Surabaya melaporkan peningkatan omzet 40% setelah bergabung dengan tiga platform delivery, meskipun mereka menaikkan harga 10% untuk menutupi biaya komisi.
    3. Paket Catering & Event
      Layanan katering untuk kantor, ulang tahun, arisan, hingga paket meal box untuk sekolah dan pesantren adalah peluang besar. Sistem ini memungkinkan pemasukan dalam jumlah besar dan bisa menjadi pendapatan mingguan atau bulanan. Buatlah paket bundling atau menu prasmanan hemat, lalu promosikan ke komunitas dan korporat.
    4. Langganan Makanan (Subscription Model)
      Model berlangganan menjadi tren baru. Pelanggan membayar di awal untuk mendapatkan makanan setiap hari/minggu. Ini memberikan arus kas positif dan loyalitas pelanggan. Contohnya, kantin-kantin di Yogyakarta menyediakan paket makan siang sehat untuk mahasiswa dengan sistem langganan bulanan. Dalam 3 bulan, pelanggan tetap meningkat 60%, dan biaya operasional lebih efisien karena bisa memperkirakan stok harian.
    5. Produk Turunan (Retail Product)
      Makanan ringan, sambal kemasan, frozen food, atau bahkan bumbu siap pakai bisa menjadi revenue stream baru. Ini memungkinkan rumah makan menjangkau pasar di luar area fisiknya. Studi dari Universitas Gadjah Mada (UGM, 2020) menunjukkan bahwa diversifikasi produk kuliner ke bentuk kemasan memperluas pasar hingga 3 kota baru dalam waktu 6 bulan.
    6. Sewa Tempat atau Ruang Komunitas
      Jika rumah makan memiliki ruang luas, sewakan untuk workshop, acara komunitas, atau live music malam minggu. Ini dapat menciptakan pendapatan tambahan dari pemanfaatan aset yang sudah dimiliki.
    7. Sponsorship & Kolaborasi Brand
      Rumah makan bisa bermitra dengan merek kopi, produk FMCG, atau bahkan aplikasi pembayaran untuk program sponsor, diskon, atau event bersama. Ini membuka jalur pemasukan baru selain penjualan.
    8. Kelas memasak (cooking class)
      Sesi pembelajaran terstruktur di mana peserta diajarkan teknik, resep, dan prinsip memasak oleh pelatih yang berpengalaman—bisa berupa koki profesional, food blogger, atau chef rumahan ahli. Menurut riset dari National Restaurant Association (AS, 2022): “Bisnis F&B yang menambahkan experiential services seperti cooking class mengalami kenaikan omzet rata-rata 20–30% dalam 6 bulan pertama.”

    Berikut pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi Revenue Streams:

    1. Kenali Segmen Pelanggan Anda: Apakah mahasiswa, pekerja kantoran, pekerja pabrik, ibu rumah tangga, atau keluarga? Segmentasi menentukan jenis pendapatan yang relevan.
    2. Analisis Kebutuhan Pelanggan: Apakah mereka ingin kecepatan? Variasi menu? Atau kenyamanan di rumah? Ini akan memengaruhi layanan seperti delivery, langganan, atau frozen food.
    3. Evaluasi Potensi Keuntungan: Tidak semua revenue stream menguntungkan. Gunakan pendekatan cost-profit analysis untuk menghitung margin tiap jenis layanan.
    4. Uji Coba Skala Kecil: Mulailah dari satu menu frozen food atau satu paket catering, lalu evaluasi respons pelanggan dan efisiensi operasionalnya.

    Revenue Streams Bukan Tambahan, Tapi Keharusan. Mengandalkan satu sumber pendapatan di industri F&B adalah kesalahan klasik. Dengan menerapkan pendekatan Business Model Canvas secara menyeluruh—terutama pada poin kelima, Revenue Streams: pelaku usaha rumah makan bisa membangun sistem bisnis yang tangguh, berkelanjutan, dan siap menghadapi krisis sekalipun.

    Rumah makan masa depan bukan hanya tempat makan, tapi sistem yang menyajikan pengalaman (customer experience), solusi, dan produk dalam banyak format.

    Bagi Anda yang mau belajar dan mempraktekkan ilmu BMC (Business Model Canvas) atau ilmu Manajemen Bisnis yang lainnya, silakan call 0878-5993-3862 atau www.tips-indonesia.com.

    Untuk diskusi lebih lanjut bisa gabung ke group WA TIPS Indonesia

    Office :

    JAKARTA | SURABAYA | MALANG | BALI | PAMEKASAN | MAKASSAR | SEMARANG | BANDUNG | PALANGKARAYA | MEDAN

    Kami Juga Melayani:

    1. Training Motivasi
    2. Outbound
    3. Leadership
    4. Service Excellent
    5. 8 Habit
    6. Hypnosis & Hypnotherapy
    7. ATV
    8. NLP
    9. Pelatihan Security
    10. DII

    Media Sosial Kami yang Lain:

    Website:
    ● www.askansetiabudi.com
    ● www.tips-indonesia.com
    ● www.kaliwaturafting.com

    Instagram:
    https://www.instagram.com/outbound.batu
    https://www.instagram.com/tips.indonesia

    Facebook:
    https://www.facebook.com/askan.setiabudi
    https://www.facebook.com/provideroutboundmalangbatu

    Youtube:
    https://www.youtube.com/@askansetiabudi
    https://www.youtube.com/@outboundbatumurah

    Tiktok:
    https://www.tiktok.com/@pusatpengembangansdm
    https://www.tiktok.com/@askansetiabudi

  • Mengembangkan Kinerja Karyawan Lewat Training dan Aktivitas Spiritual: Pendekatan Holistik untuk Organisasi Bisnis Masa Depan

    Mengembangkan Kinerja Karyawan Lewat Training dan Aktivitas Spiritual: Pendekatan Holistik untuk Organisasi Bisnis Masa Depan

    Oleh: Askan Setiabudi
    Trainer & Konsultan SDM dan Bisnis Nasional

    Di era industri 5.0 saat ini, teknologi memang menjadi penentu kecepatan bisnis. Namun, keunggulan jangka panjang tetap bertumpu pada satu hal: manusia. Bukan hanya manusia yang cekatan secara teknis, tetapi juga yang matang secara emosional dan spiritual. Maka, upaya meningkatkan kinerja karyawan seharusnya tidak berhenti pada pelatihan keterampilan (hard skills & soft skills), tetapi juga menyentuh sisi terdalam manusia: nilai, makna, dan kesadaran batin.

    Organisasi yang sukses di masa depan adalah mereka yang memadukan dua pilar penting ini: pengembangan kapasitas melalui pelatihan yang tepat, dan penguatan karakter melalui pendekatan spiritual yang relevan.

    Mengapa Pelatihan Masih Relevan (Dan Semakin Penting)?

    Dalam dunia bisnis yang serba cepat, pelatihan (training) bukan lagi aktivitas seremonial, tetapi menjadi kebutuhan strategis. Studi dari Association for Talent Development (ATD) menunjukkan bahwa perusahaan yang menginvestasikan lebih banyak pada pelatihan karyawan memperoleh margin laba 24% lebih tinggi dibanding yang tidak.

    Sementara itu, Bassi & McMurrer (2007) dalam Harvard Business Review menyatakan bahwa korelasi antara peningkatan pelatihan dan pertumbuhan pendapatan perusahaan sangat signifikan. Sayangnya, di banyak perusahaan -terutama sektor publik dan UMKM- pelatihan masih dianggap sekadar pengeluaran, bukan investasi.

    Padahal, pelatihan yang didesain dengan baik bukan hanya meningkatkan keterampilan teknis, tapi juga engagement, loyalitas, bahkan kebahagiaan karyawan. Karyawan yang merasa diperhatikan secara pengembangan diri akan lebih termotivasi untuk memberi kontribusi maksimal.

    Namun pelatihan soft skill dan hard skill saja tak cukup, perlu diperhatikan juga pelatihan tentang spiritual skill.

    Membangun Dimensi Spiritual: Menciptakan Makna, Bukan Sekadar Tugas.

    Pakar organisasi modern menyadari bahwa manusia tidak hanya bekerja untuk uang. Mereka bekerja untuk merasa berarti. Maka muncul istilah “workplace spirituality”, yakni pendekatan untuk menghadirkan nilai-nilai kemanusiaan, kesadaran diri, spiritualitas dan tujuan mulia dalam konteks kerja.

    Giacalone & Jurkiewicz (2003) dalam Journal of Organizational Change Management menyebutkan bahwa spiritualitas kerja memiliki hubungan positif dengan kepuasan kerja, loyalitas, dan produktivitas. Karyawan yang merasa pekerjaannya memiliki makna batin (meaningful) cenderung lebih tahan terhadap stres, lebih kreatif, dan lebih berdedikasi.

    Di Indonesia, pendekatan ini sering dijumpai dalam bentuk:

    • Morning motivation bernuansa nilai spiritual
    • Sharing session berbasis pengalaman dan refleksi
    • Dzikir dan do’a bersama di pagi hari
    • Coaching spiritual leadership
    • Pelatihan karakter berbasis ajaran agama, seperti ESQ, Manajemen Qolbu, Magnet Rezeki, Fitrah Based Learning, dll.

    Penelitian oleh Milliman et al. (2003) di Journal of Organizational Behavior menunjukkan bahwa organisasi yang menciptakan lingkungan kerja spiritual memiliki turnover lebih rendah dan semangat kolaborasi yang lebih tinggi.

    Integrasi Training Skill (soft dan hard) dan Spiritualitas: Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan.

    Jika pelatihan skill membekali kepala dan tangan karyawan, maka spiritualitas menyentuh hati mereka. Kedua pendekatan ini, jika disatukan secara strategis, akan menciptakan individu yang berdaya saing sekaligus berkesadaran tinggi. Itulah kombinasi yang dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja masa depan yang menuntut agility sekaligus integritas.

    Saya pribadi, dalam berbagai sesi training di instansi pemerintah, kampus, maupun perusahaan swasta, telah melihat dampak langsung dari pelatihan yang memadukan mindset produktif dan sentuhan spiritual. Karyawan merasa lebih ringan bekerja, lebih bahagia, dan lebih bertanggung jawab. Karena mereka melihat pekerjaan bukan hanya sebagai beban, tapi sebagai ladang amal dan kontribusi.

    Contohnya, dalam program Spiritual Leadership Camp di sebuah lembaga keuangan syariah yang saya fasilitasi, peserta mengalami lonjakan produktivitas dan penurunan konflik antar divisi pasca pelatihan. Mengapa? Karena mereka belajar untuk menata niat, mengelola ego, dan menyelaraskan visi pribadi dengan nilai-nilai spiritual.

    Kesimpulan: Membangun SDM yang Utuh.

    Indonesia akan menghadapi bonus demografi hingga 2030. Namun jika kita hanya mencetak manusia yang terampil tanpa kedalaman makna, kita hanya akan punya tenaga kerja, bukan pemimpin masa depan. Robot tanpa jiwa.

    Sudah saatnya dunia kerja di Indonesia mulai menata ulang pendekatan pengembangan SDM-nya. Pelatihan harus lebih kontekstual dan menyentuh sisi spiritual manusia.

    Saya membuka diri untuk berkolaborasi dengan lembaga, instansi, atau perusahaan yang ingin menyelenggarakan pelatihan dengan pendekatan holistik ini -baik dalam bentuk in-house training, seminar, workshop, outbound atau coaching bernuansa spiritual. Karena perubahan bukan hanya soal keterampilan, tapi soal kesadaran (meaningful).

    Info selengkapnya bisa menghubungi: 0858-5549-4440 atau www.tips-indonesia.com & www.askansetiabudi.com.

    Untuk diskusi lebih lanjut bisa gabung ke group WA TIPS Indonesia

    Informasi:
    0878-5993-3862 (Ibu Arin)
    0858-4027-8033 (Ibu Olla)
    0878-3615-2078 (Ibu Dini)
    0895-3718–17600 (Ibu Nadine)
    0895-1481-0211 (Bapak Muchtar)
    0857-5505-9965 (Bapak Rizky)

    Office :

    JAKARTA | SURABAYA | MALANG | BALI | PAMEKASAN | MAKASSAR | SEMARANG | BANDUNG | PALANGKARAYA | MEDAN

    Kami Juga Melayani:

    1. Training Motivasi
    2. Outbound
    3. Leadership
    4. Service Excellent
    5. 8 Habit
    6. Hypnosis & Hypnotherapy
    7. ATV
    8. NLP
    9. Pelatihan Security
    10. DII

    Media Sosial Kami yang Lain:

    Website:
    ● www.askansetiabudi.com
    ● www.tips-indonesia.com
    ● www.kaliwaturafting.com

    Instagram:
    https://www.instagram.com/outbound.batu
    https://www.instagram.com/tips.indonesia

    Facebook:
    https://www.facebook.com/askan.setiabudi
    https://www.facebook.com/provideroutboundmalangbatu

    Youtube:
    https://www.youtube.com/@askansetiabudi
    https://www.youtube.com/@outboundbatumurah

    Tiktok:
    https://www.tiktok.com/@pusatpengembangansdm
    https://www.tiktok.com/@askansetiabudi

  • TRAINING MOTIVASI PENINGKATAN KAPASITAS SIKAP DAN TUGAS DALAM RANGKA PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA MALANG DI HOTEL UBUD MALANG JAWA TIMUR

    TRAINING MOTIVASI PENINGKATAN KAPASITAS SIKAP DAN TUGAS DALAM RANGKA PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KOTA MALANG DI HOTEL UBUD MALANG JAWA TIMUR

    Dalam kegiatan pelatihan indoor training dengan tema training motivasi peningkatan kapasitas sikap dan tugas dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya aparatur satuan polisi pamong praja kota Malang. Dan kegiatan tersebud dilakasanakan di Hotel Ubud Malang Jawa Timur. Dengan adanya pelatihan ini maka, peserta akan merasakan banyak sekali motivasi yang didapatkan.

    Pelatihan Training indoor ini disampaikan oleh Bapak Askan Setiabudi, seorang trainer nasional yang sudah memiliki ratusan klien dengan berbagai instansi. Jadi, ketika Anda diberikan motivasi oleh beliau sudah pasti banyak hal yang bisa Anda jadikan penguat dalam diri Anda untuk menghadapi banyak hal yang akan menghampiri Anda. Selain itu juga, peserta tidak merasakan bosan karena setiap materi yang disampaikan juga diselingi dengan ice breaking yang membuat peserta merasa tidak bosan.

    64541

    Dalam pelatihan indoor motivasi di Hotel Ubud Malang Jawa Timur ini perserta diberikan pelatihan Hypnotherapy yakni sebuah pelatihan yang akan memberikan dampak yang sangat positif sekali bagi peserta. Selain menjadikan lebih tenang pelatihan ini juga sering dipakai untuk perusahaan agar karyawan lebih solid lagi dan menjadikan harapan serta cita-cita terasa mudah untuk segera dicapai.

    JAKARTA
    Jl. Rawamangun Muka Raya No. 5 RT. 4 RW. 14 Rawamangun – Jakarta Timur 13220
    Mobile: 081 334 664 876 / 085 311 091 054

    SURABAYA
    Jl. Nginden Semolo 44 Surabaya
    Mobile: 087 836 152 078 / 085 755 059 965

    MALANG
    Perum Taman Landungsari Indah N1 Malang
    Mobile :
    0858-5549-4440 (Arina)
    0878-3615-2078 (Ibu Dini)
    0858-4027-8033 (Ibu Olla)
    0895-1481-0211 (Bapak Muchtar)
    0857-5505-9965 (Bapak Zidan)

    Email : indonesia.tips@gmail.com