“Cara boleh berubah, tapi tujuan/target/goal jangan!” Begitu kata guru NLP saya.

Sahabat sekalian, kita semua pasti memiliki target/tujuan/goal sekecil apapun itu. Dan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut kita pasti memiliki beberapa cara.

Nah dalam menjalankan beberapa cara inilah kita boleh berubah-ubah. Dalam NLP hal ini dinamakan flexibility.

Misalnya Anda memiliki target menyelesaikan membaca 1 buku setiap bulan. Maka cara membaca bukunya bisa dimanapun, kapanpun dan dengan cara apapun.

Gambar diatas saya ambil di depan pintu kedatangan/ketibaan Changi Airport Singapore saat NLP backpacker bersama Pak Krishnamurti. Dimana saya temui seorang bapak-bapak dgn usia kisaran 50 an tahun sedang asyik membaca buku sambil berdiri.

Tujuannya jelas, caranya bebas! Pemandangan seperti ini banyak saya temui di Singapura, di dalam MRT (kereta cepat), di mall, di jalan dan beberapa tempat yang lain.

Dalam hidup ini seringkali target-target kita sulit/jarang tercapai karena kita kurang flexible dalam menjalani cara-caranya. Padahal apapun caranya itu sah-sah saja, asal tidak melanggar etika dan agama.

Maka menyiapkan beberapa rencana alternatif itu sangat penting, agar kita tidak mudah putus asa dalam meraih asa.

AskanSetiabudi.com
Changi Airport Singapore
11 Mei 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>