Tag: umroh bayar setelah safar

  • Strategi Jitu Handle Penolakan di Bisnis Umroh

    Strategi Jitu Handle Penolakan di Bisnis Umroh

    Askan Setiabudi

    Konsultan Marketing di SALAM TRAVEL UMROH

    Menawarkan produk umroh bukan sekadar aktivitas penjualan biasa. Di dalamnya ada unsur pelayanan, edukasi, dakwah, hingga pembangunan kepercayaan. Namun dalam praktiknya, banyak marketer, agen, maupun owner travel menghadapi satu tantangan besar: penolakan dari calon jama’ah.

    Sebagian marketer langsung kehilangan semangat ketika mendengar kalimat seperti, “Nanti dulu ya,” “Belum ada uang,” “Takut kena penipuan,” atau “Saya pikir-pikir dulu.” Padahal menurut para ahli penjualan dunia, penolakan bukan tanda kegagalan, melainkan bagian normal dari proses closing.

    Penolakan Adalah Tanda Ketertarikan

    Pakar sales dunia Brian Tracy menjelaskan bahwa keberatan atau penolakan justru menunjukkan bahwa calon pembeli tertarik terhadap produk yang ditawarkan. Ia menyebut bahwa penjualan yang berhasil biasanya justru memiliki lebih banyak objection dibanding penjualan yang gagal.

    Dalam bisnis umroh, keberatan calon jama’ah sering muncul karena mereka sedang mempertimbangkan keputusan besar yang berkaitan dengan uang, keamanan, keluarga, dan ibadah. Karena itu, marketer tidak boleh langsung tersinggung atau menyerah.

    Memahami Akar Penolakan Jama’ah

    Salah satu kesalahan terbesar dalam marketing umroh adalah terlalu fokus menjelaskan paket-paket umroh, tetapi kurang memahami ketakutan calon jama’ah.

    Menurut Philip Kotler, konsumen modern membeli bukan hanya karena produk, tetapi karena rasa aman, kepercayaan, dan nilai emosional. Dalam konteks umroh, jama’ah membeli rasa tenang dan keyakinan bahwa perjalanan ibadahnya aman dan nyaman.

    Berikut beberapa penyebab umum penolakan calon jama’ah:

    • Takut tertipu travel ilegal
    • Belum merasa mampu secara finansial
    • Belum mendapat izin keluarga
    • Masih membandingkan harga
    • Belum percaya pada travel atau marketingnya
    • Merasa belum siap berhijrah atau beribadah

    Karena itu, tugas marketer bukan sekadar menjual paket, tetapi membantu calon jama’ah menemukan solusi atas keraguannya.

    Jangan Membalas Penolakan dengan Emosi

    Banyak sales gagal karena terlalu “baper” ketika ditolak. Padahal penolakan bukan serangan pribadi. Artikel dari IDN Times menjelaskan bahwa penjual harus mampu mengendalikan emosi dan tetap menjaga rasa percaya diri saat menghadapi penolakan.

    Dalam marketing umroh, sikap tenang dan sabar sangat penting. Jangan sampai calon jama’ah merasa ditekan. Semakin dipaksa, biasanya semakin menjauh.

    Gunakan Teknik “Feel, Felt, Found”

    Salah satu teknik terkenal dari Brian Tracy adalah metode “Feel, Felt, Found.” Teknik ini sangat efektif untuk penjualan umroh.

    Contohnya:

    “Saya memahami apa yang Bapak rasakan. Banyak jama’ah lain dulu juga merasa seperti itu. Tetapi setelah mereka berangkat bersama kami, mereka merasa lebih aman, puas, senang dan tenang karena uang mereka aman dan semuanya dibimbing dengan baik.”

    Teknik ini membuat calon jama’ah merasa dipahami, bukan diperdebatkan.

    Bangun Kepercayaan Sebelum Menjual

    Di era digital, trust adalah mata uang utama. Terlebih setelah maraknya kasus travel bermasalah di Indonesia, calon jama’ah menjadi jauh lebih hati-hati.

    Karena itu, sebelum menawarkan paket:

    • Tunjukkan legalitas PPIU
    • Tampilkan testimoni asli jama’ah
    • Perlihatkan dokumentasi keberangkatan dan kegiatan ibadah saat di Mekah dan Madinah
    • Edukasi proses umroh dengan benar
    • Bangun personal branding yang Amanah dan professional.

    Menurut diskusi komunitas sales di Reddit, objection handling yang baik dimulai dari kepercayaan. Semakin tinggi trust, semakin kecil penolakan yang muncul.

    Fokus pada Edukasi, Bukan Sekadar Closing

    Banyak marketer umroh terlalu cepat menawarkan harga. Padahal calon jama’ah lebih membutuhkan edukasi.

    Cobalah mengubah pola komunikasi:

    • Jangan langsung menjual paket
    • Mulailah dengan membahas keutamaan umroh
    • Ceritakan pengalaman jama’ah
    • Bahas kemudahan proses
    • Jelaskan solusi pembayaran yang aman dan mudah

    Strategi edukasi seperti seminar, majelis baitullah, live TikTok, atau konten dakwah terbukti lebih efektif membangun minat dibanding hard selling.

    Jangan Takut dengan Keberatan Harga

    Kalimat “mahal” sering kali bukan berarti calon jama’ah benar-benar tidak punya uang. Kadang mereka hanya belum melihat nilai dan manfaatnya.

    Menurut Brian Tracy, banyak keberatan soal harga sebenarnya memiliki alasan lain di baliknya. Tugas sales adalah menemukan alasan sebenarnya tersebut. (briantracy.com)

    Dalam bisnis umroh, calon jama’ah sering membutuhkan:

    • rasa aman,
    • keyakinan,
    • kepastian keberangkatan,
    • dan pelayanan yang baik.

    Karena itu, daripada perang harga, lebih baik memperkuat value.

    Follow Up dengan Santun dan Konsisten

    Sebagian besar jama’ah tidak langsung daftar pada pertemuan pertama. Mereka perlu waktu.

    Karena itu:

    • lakukan follow up rutin,
    • kirim edukasi,
    • doakan calon jama’ah,
    • jaga hubungan baik,
    • dan jangan hanya menghubungi saat ingin closing.

    Dalam dunia sales modern, follow up menjadi salah satu faktor terbesar keberhasilan closing.

    Penolakan Bisa Menjadi Jalan Menuju Keberhasilan

    Dalam dunia marketing, penolakan adalah hal biasa. Bahkan para sales terbaik dunia pun mengalaminya setiap hari.

    Yang membedakan antara marketer biasa dan marketer hebat adalah cara mereka menyikapi penolakan.

    Jika penolakan dijadikan bahan evaluasi, maka kemampuan komunikasi, empati, dan closing akan semakin meningkat. Namun jika penolakan dianggap penghinaan, maka semangat akan cepat padam.

    Bisnis umroh adalah bisnis kepercayaan dan pelayanan hati. Karena itu, marketer umroh yang sukses bukan hanya pandai bicara, tetapi juga mampu membangun rasa aman, keyakinan, dan hubungan emosional dengan calon jama’ah.

    Sebagaimana dalam dakwah, tugas kita adalah menyampaikan dengan hikmah. Hidayah dan keputusan akhir tetap berada di tangan Allah SWT. Bagi Anda yang membutuhkan BIRO UMROH yang bayarnya setelah umroh. Mau UMROH yang aman, karena uang jamaah ditransfer ke rekening pribadi jamaah di BSI (Bank Syariah Indonesia), bukan ke rekening travel. Mau UMROH dengan cicilan syariah. Atau mau coaching, mentoring dan training seputar UMROH, dll. Silakan menghubungi 0878-5993-3862 atau www.askansetiabudi.com.

  • Strategi Memasarkan Bisnis Umroh Agar Laris Manis di Era Digital dan Persaingan Ketat

    Strategi Memasarkan Bisnis Umroh Agar Laris Manis di Era Digital dan Persaingan Ketat

    Askan Setiabudi
    Konsultan Marketing di TRAVEL UMROH SALAM

    Bisnis umroh terus mengalami perkembangan yang sangat pesat di Indonesia. Tingginya minat masyarakat muslim untuk beribadah ke Tanah Suci menjadikan industri ini memiliki potensi yang luar biasa besar. Namun di balik peluang tersebut, persaingan antar biro perjalanan umroh juga semakin ketat. Tidak cukup hanya memiliki izin resmi dan harga murah, tetapi dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat, profesional, amanah, dan menyentuh hati calon jamaah.

    Di era digital saat ini, keberhasilan bisnis umroh bukan hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi oleh kemampuan membangun kepercayaan, pelayanan, dan komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

    1. Bangun Kepercayaan, Karena Umroh Adalah Bisnis Amanah

    Bisnis umroh bukan sekadar menjual tiket perjalanan, tetapi menjual kepercayaan dan ibadah. Karena itu, faktor utama agar bisnis umroh laris manis adalah amanah.

    Allah SWT berfirman:

    “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…”
    (QS. An-Nisa: 58)

    Ayat ini menjadi landasan penting bahwa pengelola travel umroh harus menjaga amanah jamaah, baik dari sisi dana, pelayanan, maupun informasi.

    Rasulullah SAW juga bersabda:

    “Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi, orang-orang shiddiq dan syuhada.”
    (HR. Tirmidzi)

    Dalam praktiknya, kepercayaan dapat dibangun melalui:

    • Legalitas resmi dan transparan
    • Testimoni jamaah nyata
    • Dokumentasi keberangkatan
    • Pelayanan cepat dan ramah
    • Edukasi yang jujur tanpa manipulasi

    Ketika masyarakat percaya, maka promosi dari mulut ke mulut akan berjalan otomatis.

    2. Gunakan Digital Marketing Secara Maksimal

    Saat ini mayoritas calon jama’ah mencari informasi melalui internet dan media sosial. Karena itu, travel umroh wajib aktif membangun branding digital.

    Beberapa strategi digital marketing yang efektif antara lain:

    • Membuat konten edukasi tentang umroh
    • Upload testimoni jamaah
    • Live streaming manasik dan seminar
    • Optimasi SEO website
    • Aktif di TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube
    • Membuat artikel yang mudah ditemukan di Google

    Menurut pakar marketing dunia Philip Kotler:

    “The best advertising is done by satisfied customers.”

    Artinya, promosi terbaik datang dari pelanggan yang puas. Maka fokus utama travel umroh harus pada kepuasan jamaah.

    3. Bangun Komunitas dan Silaturrahmi

    Bisnis umroh sangat kuat dengan pendekatan emosional dan spiritual. Karena itu, membangun komunitas pengajian, majelis taklim, dan jaringan silaturrahmi sangat efektif untuk meningkatkan penjualan.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah silaturrahmi.”
    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Semakin luas jaringan silaturrahmi, semakin besar peluang mendapatkan jamaah baru.

    Cara yang dapat dilakukan antara lain:

    • Mengadakan seminar umroh gratis
    • Kajian rutin
    • Gathering jamaah alumni
    • Program referral atau kemitraan agen
    • Training motivasi dan spiritual

    Pendekatan hati jauh lebih efektif dibanding hard selling semata.

    4. Fokus Pada Pelayanan, Bukan Sekadar Harga Murah

    Banyak travel umroh gagal berkembang karena terlalu fokus perang harga. Padahal jamaah sebenarnya lebih mencari rasa aman dan nyaman.

    Pebisnis dunia Jeff Bezos pernah mengatakan:

    “If you do build a great experience, customers tell each other about that.”

    Artinya pengalaman pelanggan yang luar biasa akan menjadi promosi terbaik.

    Pelayanan yang baik meliputi:

    • Respon cepat
    • Pendampingan manasik
    • Tour leader profesional
    • Muthowif yang handal
    • Hotel dan Pesawat Terbang yang nyaman
    • Konsumsi baik
    • Pendampingan lansia
    • Dokumentasi jamaah

    Ketika jama’ah puas, mereka akan merekomendasikan travel kepada keluarga dan kerabatnya.

    5. Ciptakan Program Marketing yang Kreatif

    Agar bisnis umroh semakin laris, perusahaan harus berani membuat program pemasaran yang unik dan menarik, seperti:

    • Program tabungan umroh
    • Cicilan syariah
    • Reward agen
    • Cashback jamaah
    • Umroh gratis
    • Program keluarga
    • Promo musim tertentu

    Namun semua program harus tetap dijalankan secara profesional dan sesuai prinsip syariah.

    Allah SWT berfirman:

    “Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.”
    (QS. Al-Maidah: 2)

    Bisnis umroh yang baik bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga membantu masyarakat lebih mudah beribadah ke Baitullah.

    6. Bangun Tim Agen yang Solid

    Salah satu kekuatan terbesar dalam bisnis umroh adalah jaringan agen atau mitra pemasaran. Semakin banyak agen yang aktif dan loyal, maka semakin besar pertumbuhan perusahaan.

    Karena itu perusahaan perlu:

    • Mengadakan training rutin
    • Memberikan motivasi
    • Menyediakan materi promosi
    • Membantu closing
    • Memberikan penghargaan kepada agen berprestasi

    Pakar kepemimpinan dunia John C. Maxwell mengatakan:

    “Teamwork makes the dream work.”

    Kesuksesan besar tidak dibangun sendirian, tetapi melalui kerja sama tim yang kuat.

    7. Konsisten dan Pantang Menyerah

    Dalam bisnis umroh, closing tidak selalu terjadi dalam satu kali presentasi. Kadang calon jamaah membutuhkan waktu untuk percaya dan mempertimbangkan keputusan.

    Karena itu konsistensi adalah kunci.

    Thomas Edison pernah berkata:

    “Many of life’s failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up.”

    Jangan mudah menyerah hanya karena belum mendapatkan hasil besar. Terus lakukan edukasi, silaturrahmi, pelayanan, dan perbaikan kualitas.

    Bisnis Umroh Laris Manis

    Bisnis umroh adalah perpaduan antara bisnis, pelayanan, dakwah, dan amanah. Agar bisnis umroh laris manis, perusahaan harus mampu membangun kepercayaan, pelayanan terbaik, strategi digital marketing, serta jaringan silaturrahmi yang luas.

    Di tengah persaingan yang semakin ketat, travel umroh yang jujur, profesional, dan konsisten akan lebih mudah mendapatkan hati masyarakat.

    Karena pada akhirnya, bisnis umroh bukan hanya tentang menjual perjalanan, tetapi membantu umat menjadi tamu Allah di Tanah Suci.

    Bagi Anda yang membutuhkan BIRO UMROH yang bayarnya setelah umroh. Mau UMROH yang aman, karena uang jamaah ditransfer ke rekening pribadi jamaah di BSI (Bank Syariah Indonesia), bukan ke rekening travel. Mau UMROH dengan cicilan syariah. Atau mau coaching, mentoring dan training seputar UMROH, dll. Silakan menghubungi 0878-5993-3862 atau www.askansetiabudi.com.

  • Hukum umroh dalam Islam: Wajib (Sekali Seumur Hidup)

    Hukum umroh dalam Islam: Wajib (Sekali Seumur Hidup)

    Pernahkah terlintas di benak kita, sudah seberapa besar nikmat yang Allah berikan, namun sudah seberapa besar pula yang kita persembahkan untuk-Nya?

    Allah telah melimpahkan rezeki tanpa henti. Kesehatan, keselamatan, pekerjaan, keluarga. Bila dihitung nilainya tak cukup jutaan, bahkan miliaran rupiah pun tak sanggup menandinginya. Namun di antara sekian banyak kewajiban yang Allah titipkan, ada satu yang kerap kita tunda: umroh.

    Umroh: Wajib, Bukan Sekadar Sunnah

    Para ulama mazhab Syafi’i dan Hambali sepakat bahwa umroh hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu, sebagaimana haji.

    Salah satu dalil yang menyebutkannya adalah:

    “Dan sempurnakanlah haji dan umroh karena Allah…”
    (QS. Al-Baqarah: 196)

    Tentang “Belum Mampu” yang Sering Kita Dalihkan

    Umroh disetarakan dengan haji jika mampu. Mampu apa?

    1. Fisik.
    2. Dana
    3. Aman

    Mampu fisik?

    Selama tubuh masih bisa berjalan, bahkan sekalipun harus didorong dengan kursi roda, hal itu masih tergolong mampu. Maka jangan tunda menunggu waktu yang “sempurna”. Justru, segeralah di saat usia masih muda dan tubuh masih kuat.

    Kalau sudah lanjut usia, selama masih bisa didorong dengan kursi roda, insyaAllah masih mampu secara fisik.

    Mampu dana?

    Harga umroh +-30jt, kalau Anda niat nabung dengan sungguh-sungguh pasti bisa. Angka yang terasa besar, namun bukan tidak mungkin.

    Rahasianya Sederhana:
    Nabung dulu, baru beli kebutuhan yang lain. Kalau Anda beli/penuhi kebutuhan yang lain dulu, maka Anda Ndak akan ada sisa / Ndak sempat nabung untuk umroh.

    Coba nabung mulai sekarang, insyaAllah Allah yang akan cukupkan.

    “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjihad) di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.
    Dan sungguh, Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik.”

    (QS. Al-‘Ankabut: 69)

    Nabung ada 2 cara, nabung di depan atau nabung di belakang (dicicil/nabung setelah umroh).

    Kalau nabung di depan masih nanti-nanti berangkatnya (butuh 3 tahun nabung kalau tiap bulan nabung 1 juta), kadang setelah 3 tahun biaya umroh naik lebih dari 30jt.

    Maka cobalah ambil umroh dengan DP 0%. Biaya umroh bisa Anda cicil / tabung sepulang dari umroh.

    Bagi yang punya cash 30jt Alhamdulillah, dahulukan umroh.

    InsyaAllah biaya umroh Anda akan diganti oleh Allah, berlipat ganda.

    “Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, satu kebaikan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat…”
    (HR. Bukhari & Muslim)

    Apalagi alasan Bapak/Ibu untuk tidak berangkat umroh?

    Keamanan dunia, karena perang Iran.

    Kekhawatiran akan situasi dunia adalah hal yang wajar. Namun percayalah, Allah tidak pernah menyia-nyiakan niat hamba-Nya yang tulus. Rencanakan dengan bijak, pilih waktu yang tepat, dan bertawakallah.

    InsyaAllah musim haji ini sudah aman, dan sekitar awal bulan Juli insyaAllah umroh sudah aman

    Apalagi alasan bapak/ibu untuk tidak segera nabung umroh?

    Ndak punya uang cash?

    Ok kita ada program cicilan dengan DP 0%. Hanya butuh uang jaminan untuk keseriusan survey oleh Pihak Pembiayaan 1jt. Kalau di ACC, maka uang 1 JT dikembalikan saat berangkat umroh. Kalau tidak di ACC, maka uang jaminan 1jt langsung dikembalikan. Pulang umroh baru nabung/nyicil.

    Bagaimana kalau sepulang umroh kesulitan nyicil/nabung?

    InsyaAllah kami ajari caranya, agar bapak/ibu bisa nyicil/nabung tiap bulan. Kalau bapak/ibu yakin dan sungguh2 pasti Allah bantu.

    “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku…” (HR. Bukhari & Muslim)

    Bagaimana kalau kita wafat, disaat tabungan/cicilan kita belum lunas?

    InsyaAllah oleh lembaga pembiayaan dianggap lunas.

    Kalau Anda belum punya juga uang jaminan 1 juta, Punya Ndak Bapak/Ibu uang 100k?

    Maaf ya, bohong kalau bapak/ibu bilang ndak punya uang 100k. Pasti punya. Minimal pernah punya.

    Kalau Bapak/Ibu Ndak pernah punya uang 100k, pasti bapak/ibu Ndak bisa hidup. 😁

    Nah silakan mulai nabung dari 100K, sisanya bapak/ibu nabung bertahap di BSI (Bank Syariah Indonesia). InsyaAllah Allah akan bantu cukupkan, kalau bapak/ibu betul2 niat.

    Anda sudah berapa banyak dikasih rezeki oleh Allah?

    Uang, kesehatan, keselamatan, dll.

    Kalau dihitung nilainya jutaan bahkan milyaran rupiah.

    Sekarang Allah hanya mewajibkan (karena menurut Imam Syafi’i dan Hambali umroh hukumnya wajib) Anda untuk nabung hanya 100k, masih Anda abaikan/tolak/tunda?

    Ndak sungkan Anda sama Allah bapak/ibu?

    Kalau bos Anda yang biasa ngasih gaji Anda ratusan/jutaan rupiah tiap bulan, suatu hari minta Anda uang 100K, yang dia berjanji pasti dia akan kembalikan, apakah Anda menolak untuk memberinya? Pasti tidak kan?

    Sekarang Allah yang mewajibkan Anda untuk umroh, dengan cara nabung mulai 100k, janji Allah biaya umroh pasti diganti berlipat2. Apakah Anda masi ragu dan menolaknya?

    Bismillah, begitu bapak/ibu mulai nabung 100k, insyaAllah akan dimudahkan Bapak/Ibu untuk melunasinya, asal bapak ibu sungguh-sungguh dan ikhlas. Tidak main-main….

    Andai bapak/ibu wafat, maka bapak/ibu dianggap sudah menunaikan umroh. Kok bisa begitu?

    “….Barangsiapa berniat melakukan kebaikan lalu belum sempat mengerjakannya, maka Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan sempurna. Jika ia berniat lalu mengerjakannya, maka Allah mencatatnya sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat atau lebih.”
    (HR. Bukhari & Muslim)

    Askansetiabudi.com
    Marketing Development