Sejarah Olahan Seafood di Malang: Dari Warisan Pesisir hingga Kuliner Modern
Kota Malang selama ini dikenal melalui pesona alamnya, udara sejuk, dan ragam kuliner tradisional seperti bakso serta rawon. Namun, pada dekade terakhir, satu kuliner yang semakin menonjol adalah olahan seafood. Banyak yang tidak mengetahui bahwa sejarah kuliner laut di Malang sudah berlangsung jauh lebih lama dibanding tren restoran kekinian. Evolusinya berakar dari hubungan kuat antara masyarakat Malang dengan wilayah pesisir di sekitarnya, terutama Sendang Biru, Ngantang, dan kawasan selatan yang sejak dahulu menjadi pusat nelayan.
Akar Sejarah: Jalur Dagang Laut dan Kedekatan dengan Pesisir
Walaupun Kota Malang sendiri bukan kota pantai, kemajuan olahan seafood di wilayah ini tidak terlepas dari keberadaan Pelabuhan Sendang Biru yang sejak era 1970-an menjadi pintu masuk distribusi ikan laut ke seluruh Malang Raya. Para nelayan membawa hasil tangkapan segar seperti kakap, kerapu, tongkol, cumi, dan udang yang kemudian disebarkan ke pasar-pasar tradisional. Kondisi ini menjadi fondasi awal bagi pedagang dan juru masak lokal untuk mengenalkan hidangan laut kepada masyarakat kota yang sebelumnya lebih akrab dengan masakan darat seperti ayam dan sapi.
Pada tahun 1980-an, sejumlah keluarga pedagang mulai membuka warung sederhana yang menyajikan ikan bakar dan sup ikan dengan bumbu khas Jawa Timuran. Dari sinilah cikal bakal olahan seafood Malang berkembang: resep sederhana namun segar, fokus pada rasa gurih alami tanpa terlalu banyak modifikasi.
Perkembangan Kuliner: Dari Warung Tradisional ke Sentra Seafood
Memasuki tahun 1990-an, meningkatnya arus wisata ke Malang dan Batu membuka peluang baru bagi kuliner seafood. Warung-warung di daerah Klojen, Lowokwaru, hingga pinggiran kota mulai menawarkan menu ikan bakar pedas manis, udang goreng tepung, dan cumi-cumi sambal hitam. Para pemiliknya banyak mengambil inspirasi dari resep keluarga nelayan, namun mulai menghadirkan variasi bumbu seperti saus tiram, lada hitam, hingga racikan pedas khas Malang yang kemudian terkenal sebagai “baluran pedas nendang”.
Selain itu, muncul pula pasar ikan modern yang membuat masyarakat kota lebih mudah membeli seafood segar tanpa harus pergi ke pesisir. Keberadaan pasar seperti Pasar Besar, Pasar Gadang, dan Pasar Blimbing turut memperkuat rantai distribusi kuliner laut, sehingga olahan seafood tidak lagi dianggap hidangan mewah.
Era Modern: Kreativitas Generasi Baru
Pada awal 2000-an hingga sekarang, transformasi kuliner di Malang terlihat semakin kuat. Generasi baru chef lokal dan pelaku usaha kuliner mulai memadukan olahan seafood dengan tren masakan Asia maupun Western. Beberapa inovasi yang kini populer antara lain:
- Seafood saus padang versi Malang, dengan tingkat pedas yang lebih tebal dan aroma rempah kuat.
- Ikan fillet mentai yang memadukan bahan lokal dengan gaya Jepang modern.
- Seafood platter, piring besar berisi aneka kerang dan udang untuk konsep makan bersama.
- Cumi crispy salted egg, adaptasi kuliner Singapura namun menggunakan cumi segar dari pesisir selatan.
Tradisi baru ini memperkaya karakter kuliner Malang, tanpa meninggalkan akar rasa gurih dan segar yang menjadi ciri khas olahan laut daerah ini.
Peran Wisata Kuliner dalam Mengangkat Seafood Malang
Dengan berkembangnya pariwisata Malang Raya, banyak restoran, kafe, dan tempat makan keluarga mulai memasukkan seafood sebagai menu utama. Bahkan beberapa lokasi di pesisir seperti Pantai Sendang Biru dan Pantai Ngliyep kini membangun pusat kuliner ikan segar yang makin memperkuat citra Malang sebagai daerah yang memiliki tradisi kuliner laut yang kaya.
Media sosial juga memberi dampak besar. Konten wisata kuliner, food vlogger, hingga rekomendasi lokal membuat banyak pengunjung luar kota penasaran mencoba seafood Malang. Dampaknya, muncul berbagai restoran tematik, mulai dari konsep “seafod kaki lima premium” hingga restoran besar dengan desain modern.
Warisan dan Identitas Baru Kuliner Malang
Kini, sejarah olahan seafood di Malang dapat dilihat sebagai perjalanan panjang: dari warung tradisional jaman dahulu, berkembang menjadi kuliner populer di masa modern. Kombinasi antara bahan baku pesisir selatan yang segar, kreativitas bumbu lokal, serta sentuhan inovasi generasi muda menjadikan seafood Malang memiliki identitas tersendiri—tidak sekadar mengikuti tren nasional.
Keunikan inilah yang membuat seafood di Malang tidak hanya sekadar hidangan, tetapi juga bagian dari perjalanan budaya kuliner kota yang terus berkembang.
Info & Reservasi:
0813-3466-4876
Office:
Jl. Candi Panggung Bar. No.7, RW.14, Mojolangu, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65142
Media Sosial Lainnya:
TikTok:
Instagram: https://www.tiktok.com/@anekaseafood.terlengkap?_t=ZS-90nwo72itFq&_r=1
https://www.instagram.com/seafoodmuphusmalang_akordion?igsh=MWtxNDJ1dmtjOHVoMw==
Facebook:
https://www.facebook.com/profile.php?id=61555900904949
Youtube:
