Askan Setiabudi
Konsultan, Coach, Mentor, Trainer Bisnis, SDM & Marketing.
Bisnis event organiser (EO) mengalami pertumbuhan yang menjanjikan karena kebutuhan event -mulai dari korporat, pernikahan, konferensi hingga hybrid/digital- semakin meningkat. Namun, tantangannya juga besar: persaingan ketat, biaya tinggi, manajemen risiko, serta perubahan model bisnis akibat digitalisasi dan krisis seperti pandemi. Untuk bisa menghasilkan omset besar dan profit yang maksimal, pelaku EO harus menjalankan strategi bisnis yang tepat, efektif dan adaptif.
Dalam artikel ini kita akan membahas secara lengkap bagaimana menjalankan bisnis EO secara profesional -dari riset pasar, positioning, layanan, pemasaran, operasional, hingga pengukuran kinerja- dengan mengacu pada penelitian akademik dan praktik terbaik di lapangan.
1. Riset Pasar & Penentuan Niche
Sebelum memulai atau mengembangkan EO Anda, riset pasar adalah fondasi.
- Kenali jenis event yang paling banyak permintaannya di wilayah Anda (misalnya korporat, MICE, pernikahan, outbound, tour, ulang tahun, launching produk).
- Perhatikan tren digital atau hybrid event. Menurut analisis bibliometrik, manajemen event di era digital menghadirkan tantangan sekaligus peluang baru.
- Pilih niche yang bisa Anda kuasai secara kompetitif: contohnya event korporat, pernikahan premium, outbound 7 habits, dll
Dengan menentukan niche, Anda bisa memfokuskan sumber daya (vendor, tim, pemasaran) secara optimal dan membedakan diri dari banyak EO umum yang menawarkan segala jenis event.
2. Penawaran Layanan & Paket Harga yang Kompetitif
Setelah niche ditentukan, Anda perlu merancang layanan yang sesuai dan paket harga yang menarik.
- Sebuah penelitian E-Jurnal Politeknik Pratama menegaskan bahwa strategi pemasaran seperti harga, promosi, dan diferensiasi produk secara signifikan mempengaruhi keberhasilan manajemen event.
- Di konteks Indonesia, sebuah situs EO menyebut: “Offer several package options: Basic, Standard, Premium” sebagai model yang efektif.
- Pastikan paket mencakup layanan inti (misalnya outbound, wedding, dekorasi) dan opsi upgrade (audio visual, lighting, konten digital, streaming)
Tips harga dan profitabilitas:
- Hitung biaya variabel (vendor, lokasi, konsumsi) dan biaya tetap (gaji tim, programmer event, branding) untuk tiap event.
- Sisihkan margin profit yang wajar. Jangan hanya bersaing harga rendah karena margin bisa terlalu tipis. Sebuah studi di India menyoroti bahwa “intense competition and price wars” mendorong profitabilitas rendah dalam industri event.
- Buat skema harga yang fleksibel namun tetap mendukung profit: misalnya paket dasar dengan margin lebih rendah untuk volume klien banyak, dan paket premium margin tinggi untuk klien eksklusif.
3. Pemasaran & Branding yang Efektif
Omset besar datang ketika Anda memiliki aliran klien stabil. Untuk itu, aktivitas pemasaran dan branding menjadi kunci.
- Gunakan digital marketing: website profesional, optimasi SEO lokal (misalnya “EO di Surabaya”, “Provider Outbound Jawa Timur”), media sosial (Instagram, TikTok, Facebook, Youtube) untuk showcase event, portofolio dan testimoni.
- Bangun portofolio kuat dan testimoni klien. Menurut panduan dari Indeed: profesional event planner akan mendapat nilai tambah jika memiliki sertifikasi dan portofolio yang terbukti
- Jalin networking dengan vendor, lokasi event, korporat, komunitas local. Sebuah blog menyarankan “Build a strong network… attend industry events… use social media”.
- Manfaatkan konten untuk SEO: artikel blog di website Anda tentang “tips memilih EO”, “trend event 2025”, “biaya event di Jawa Timur”, guna menarik traffic organik.
4. Operasional & Manajemen Proyek yang Handal
Untuk profitabilitas dan reputasi yang baik, operasional harus tertata rapi.
- Buat sistem manajemen proyek yang mencakup timeline, tugas, vendor, anggaran, backup plan. “Prepare contingency fund … backup vendors … anticipate unexpected challenges.”
- Pastikan setiap event memiliki briefing tim, dokumentasi vendor, checklist lengkap, dan evaluasi pasca-event. Studi kasus di Indonesia menyebut bahwa peran event planner mencakup semua tahapan: riset, desain, perencanaan, koordinasi, evaluasi.
- Kendalikan cash-flow dengan ketat: di industri event, delay pembayaran oleh klien atau overhead besar bisa mengganggu profitabilitas.
- Gunakan teknologi: platform manajemen event, sistem pembayaran, CRM klien.
5. Diferensiasi & Inovasi Layanan
Untuk mencapai omset besar dan margin yang tinggi, tidak cukup hanya menjalankan event seperti biasanya. Anda harus punya nilai tambah.
- Tawarkan layanan hybrid/digital event (live streaming, virtual engagement) karena tren digital makin menguat.
- Tambahkan layanan kreatif: experience design, branding event, konten media sosial, photobooth interaktif.
- Bangun reputasi sebagai spesialis: misalnya EO untuk startup teknologi, launch product, event komunitas gamers, sehingga Anda punya “signature service”.
- Terus evaluasi feedback klien dan peserta, perbaiki layanan. Selalu meminta feedback setelah event karena ini menunjukkan bahwa anda peduli dan bisa memperbaiki.
6. Pengukuran Kinerja, Omset & Profit
Menjalankan bisnis tanpa pengukuran berarti sulit mengetahui seberapa besar keberhasilan dan area yang harus diperbaiki.
- Tetapkan KPI seperti: jumlah event per bulan, rata-rata nilai kontrak, margin profit per event, retensi klien, referral klien baru.
- Buat laporan keuangan sederhana dan analisis: total pendapatan – total biaya = profit.
- Evaluasi biaya tetap dan variabel secara berkala agar margin tetap optimal.
- Buat proyeksi omset berdasarkan pipeline klien dan seasonalitas, karena industri event sangat bergantung musim dan jenis event.
- Pastikan Anda memiliki cadangan arus kas untuk masa sepi dan menghadapi risiko eksternal (misalnya pandemi) yang terbukti mempengaruhi industri leisure, arts & hospitality global.
7. Tantangan & Cara Menghadapinya
Setiap bisnis EO punya tantangan spesifik, dan mengetahui tantangan berarti bisa mengantisipasi dan menjaga profitabilitas:
- Persaingan harga rendah: lakukan diferensiasi layanan dan lakukan branding kuat.
- Biaya modal awal tinggi / manajemen cash-flow sulit: buat anggaran realistis, pembayaran klien diatur (misalnya DP tinggi, termin pendek), vendor yang bisa dipercaya.
- Musiman & fluktuasi demand: diversifikasi jenis event, sediakan layanan sepanjang tahun, dan buat event yang tidak hanya saat “musim lancar”.
- Risiko eksternal (pandemi, regulasi ekonomi): punya rencana kontinjensi, layanan online/hybrid sebagai alternatif.
- Standarisasi & kualitas layanan: buat SOP, tim training SDM, evaluasi agar pelayanan tetap konsisten dan pelanggan puas.
8. Strategi Untuk Meningkatkan Omset & Profit
Berikut strategi spesifik agar bisnis EO Anda bisa tumbuh dan profit-nya besar:
- Upselling dan cross-selling: Berikan paket tambahan seperti dokumentasi premium, after-movie, social media take over, event service after sales.
- Membership atau retainer client: Tawarkan korporat klien paket tahunan hingga mendapat layanan prioritas atau diskon.
- Kolaborasi dan sponsorship: Untuk event besar, ajak sponsor agar biaya Anda lebih rendah dan margin Anda meningkat.
- Branding & story telling: Buat konten yang menunjukkan case study event Anda, testimoni klien, video highlight. Ini menarik klien premium yang bersedia bayar lebih.
- Automasi dan efisiensi operasional: Gunakan software manajemen event, system associate team sehingga tim Anda bisa menangani lebih banyak event tanpa beban fix cost.
- Ekspansi ke layanan pendukung: misalnya event logistics, equipment rental, layanan digital/hybrid untuk menciptakan pendapatan tambahan, membuat kelas cara menjadi EO.
- Pemasaran referral: Klien puas akan merekomendasikan. Secara organik ini meningkatkan klien baru dengan biaya pemasaran rendah.
Menjalankan bisnis EO agar omset besar dan profit maksimal bukanlah hal yang mustahil. Namun memerlukan strategi yang matang dari riset pasar hingga pengukuran kinerja. Dengan memilih niche yang tepat, membuat paket layanan yang menarik, melakukan pemasaran efektif dan branding kuat, menjalankan operasional yang rapi, serta terus berinovasi, maka bisnis Anda punya peluang besar untuk sukses.
Tetaplah fleksibel menghadapi perubahan (teknologi, demand, ekonomi) dan terus evaluasi bisnis Anda. Dengan itu, bisnis EO Anda bisa tumbuh menjadi pemain profesional dengan omset besar dan margin sehat.
Bagi Anda yang mau mendapatkan program Training, Mentoring, Coaching, Cosulting, Belajar Bisnis, Digital Marketing, Outbound, Gathering, Offroad, Rafting, dll bersama kami, silakan japri ke: 0813-3466-4876 atau www.askansetiabudi.com.

Tinggalkan Balasan