Kategori: LEADER DALAM BISNIS

  • PELATIHAN KEPEMIMPINAN UNTUK GENERASI MILENIAL: MEMAHAMI KEBUTUHAN DAN HARAPAN MEREKA | COKRO GROUP | BATU MALANG | TIPS INDONESIA | 0895-1481-0211

    PELATIHAN KEPEMIMPINAN UNTUK GENERASI MILENIAL: MEMAHAMI KEBUTUHAN DAN HARAPAN MEREKA | COKRO GROUP | BATU MALANG | TIPS INDONESIA | 0895-1481-0211

    KLIK WA Leadership Training Game Batu Malang, Leadership Training Guide Sragen, Leadership Training Games And Activities Manado, Training Leadership Indonesia Jogja, Leadership Training In School Indonesia

    Generasi milenial, yang terdiri dari individu memainkan peran penting dalam dunia kerja saat ini. Mereka membawa perspektif unik, nilai-nilai, dan harapan yang berbeda dalam konteks kepemimpinan. Untuk memastikan kesuksesan organisasi di era ini, penting bagi pemimpin untuk memahami kebutuhan dan harapan generasi ini secara mendalam. Artikel ini mengeksplorasi pentingnya pelatihan kepemimpinan khusus untuk generasi milenial, serta cara memahami kebutuhan dan harapan mereka dalam konteks ini.

    Generasi milenial dikenal sebagai individu yang didorong oleh nilai-nilai seperti kerja sama, keseimbangan kehidupan kerja, kesempatan untuk berkembang, dan makna dalam pekerjaan. Mereka cenderung mencari pemimpin yang dapat menjadi mentornya, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan memfasilitasi pertumbuhan profesional mereka. Pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai dan preferensi ini sangat penting dalam merancang program pelatihan kepemimpinan yang efektif.

    Kebutuhan Pelatihan Kepemimpinan untuk Generasi Milenial:

    1. Pendekatan Kolaboratif: Generasi milenial cenderung lebih responsif terhadap pendekatan kepemimpinan yang kolaboratif daripada otoriter. Pelatihan harus menekankan pentingnya kerja tim, komunikasi terbuka, dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan.

    2. Pengembangan Keterampilan Soft Skills: Selain keterampilan teknis, penting bagi pemimpin milenial untuk mengembangkan keterampilan soft skills seperti empati, kepemimpinan yang menginspirasi, dan keterampilan komunikasi yang efektif.

    3. Fleksibilitas dan Inovasi: Program pelatihan harus mempromosikan fleksibilitas dan inovasi, karena generasi milenial cenderung mencari lingkungan kerja yang dinamis dan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan.

    4. Pembelajaran Berbasis Pengalaman: Pelatihan kepemimpinan yang efektif untuk generasi milenial harus mencakup pembelajaran berbasis pengalaman, seperti simulasi, studi kasus, dan proyek kolaboratif, yang memungkinkan mereka untuk belajar secara langsung dari pengalaman nyata.

    Harapan Generasi Milenial:

    1. Umpan Balik yang Terbuka dan Konsisten: Generasi milenial menghargai umpan balik yang jelas, terbuka, dan konsisten dari pemimpin mereka untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan mereka.

    2. Kesempatan Pengembangan Karir: Mereka mencari kesempatan untuk mengembangkan karir mereka melalui pelatihan, pembelajaran, dan proyek-proyek yang menantang.

    3. Keseimbangan Kehidupan Kerja: Generasi milenial menuntut keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi, oleh karena itu mereka mengharapkan fleksibilitas dalam jadwal kerja dan dukungan untuk mencapai keseimbangan tersebut.

    Pelatihan kepemimpinan yang sukses untuk generasi milenial membutuhkan pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai, kebutuhan, dan harapan mereka. Dengan mengadopsi pendekatan yang berfokus pada kolaborasi, pengembangan keterampilan soft skills, fleksibilitas, inovasi, dan pembelajaran berbasis pengalaman, organisasi dapat mempersiapkan pemimpin masa depan yang mampu menginspirasi dan memimpin generasi ini menuju kesuksesan bersama.

    Ayo ikut kegiatan Training Leadership bersama kami dan jadikan diri Anda sebagai seorang Leader yang baik !!

    Kami juga melayani:

    1. Training Motivasi
    2. Outbound
    3. Service Excellent
    4. 8 Habit 
    5. Hypnosis & Hypnotherapy
    6. Public Speaking / Training for Trainer
    7. NLP
    8. Pelatihan Security
    9. Dll

    Alamat :

    – Jln. Rawa Mangun Muka Raya No. 5, Rawa Mangun, Jakarta Timur
    – Jln. Nginden Semolo No. 2, Sukolilo, Surabaya.
    – Jln. Perumahan Taman Landungsari Indah No. 1, Kota Malang, Jawa Timur

    More Info Hubungi !

    0895-1481-0211 (Bapak Muchtar)

    0858-5549-4440 ( Ibu Arin)

    0878-3615-2078 (Ibu Dini)

    0857-5505-9965 (Bapak Zidan)

    0858-4027-8033 (Ibu Olla)

    0858-5269-1077 (Bapak Faruq)

    Media Sosial Kami yang Lain:

    #trainingledaershipmagetan #sekolahleadershipsurabaya #trainingledaershipmalang #belajarleadershipjakartautara  #trainingledaershipbekasi

  • KEREN, Call 0858-5549-4440, Kepemimpinan Dalam Tim di Sebuah Organisasi

    KLIK https://wa.me/6285855494440, Workshop Leadership Training, Games Workshop Leadership Team, Workshop On Leadership And Management Skills, Materi Training Leadership, Pelatihan Leadership Skill, Contoh Training Leadership.

    KEREN, Call 0858-5549-4440, Kepemimpinan Dalam Tim di Sebuah Organisasi
    KEREN, Call 0858-5549-4440, Kepemimpinan Dalam Tim di Sebuah Organisasi

    Jangan Menghakimi, Mulailah Mencari Tahu

    Orang dapat merasakan ketika seorang pemimpin benar-benar ingin memahami mereka dan anggota tim mereka. Sebagai pemimpin jika kita ingin menyelesaikan keadaan yang tidak nyaman ini, kita harus sedikit bersabar dan bersikap ke arah yang ingin lebih tahu tentang keadaan di dalam tim. Tidak langsung menghakimi yang hanya terlihat sepintas.

    Dengan lebih memahami orang-orang di sekitar kita, orang lain akan mulai merasa lebih aman. Dan bisa bertindak lebih normal tanpa ketakutan-ketakutan sebelumnya. Keingintahuan merupakan tindakan yang lebih soft jika dibandingkan dengan tindakan langsung menghakimi yang dibumbui respon menakutkan.

    5 Hal yang Bisa Digunakan untuk Meningkatkan Kinerja

    Secara praktis, ada lima langkah yang dapat diambil untuk mengubah wawasan dari artikel ini menjadi tindakan.

    1. Tingkatkan kesadaran pribadi Anda.

    Ikuti penilaian SCARF gratis, tersedia dari Neuroleadership Institute. Penilaian ini akan menunjukkan kepada Anda mana dari lima pemicu SCARF yang dapat memengaruhi pekerjaan dan reaksi Anda.

    Anda bahkan dapat mendorong tim Anda untuk mengambil ini sehingga setiap orang dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pendorong dan penghambat grup.

    1. Carilah pola umum pada anggota tim.

    Mundurlah minggu ini dan amati dinamika dalam rapat tim dan dalam percakapan empat mata Anda. Perhatikan jika seseorang tampak tidak nyaman atau ragu untuk berbagi dengan Anda. Manakah dari “peringatan” yang mendasari yang mungkin dipicu?

    1. Perhatikan pemicu Anda dan latih respons yang lebih baik.

    Pelajari pola Anda sendiri yang dapat diprediksi (ya, kita semua memilikinya). Tersenyumlah sedikit di sini saat Anda menyadari bahwa hal yang sama memicu Anda lagi dan lagi. Di penghujung hari selama beberapa hari berikutnya, tuliskan hal-hal tersebut.

    Kemudian, hidupkan kembali situasi itu dalam pikiran Anda dengan cara yang Anda inginkan. Melakukan hal ini akan membantu Anda menciptakan jalur saraf baru di otak Anda, jadi lain kali Anda berada dalam situasi tersebut, Anda akan siap untuk melakukan yang lebih baik.

    Anda juga dapat mulai mengejutkan tim Anda. Ingat, jika Anda mengubah sisi tarian Anda, orang-orang di sekitar Anda juga harus menyesuaikan dan menari secara berbeda.

    1. Berkomitmen pada rasa ingin tahu selama 1 minggu.

    Santai dan rendah hati. Daripada berasumsi Anda tahu apa yang terjadi dengan orang lain, berusahalah untuk mengerti. Menjadi penasaran dan benar-benar tertarik untuk mengenal anggota tim Anda lebih dalam.

    Sebelum menilai apa yang mereka katakan atau apa yang telah mereka lakukan, jelajahi dengan mengajukan pertanyaan sederhana namun kuat, seperti “Apa kekhawatiran terbesar Anda saat ini?” dan “Bagaimana saya bisa mendukung Anda?”

    1. Coba pendekatan baru ini jika ada momen canggung.

    Jika terjadi keheningan yang tidak nyaman, tarik napas dalam-dalam. Rangkullah kesunyian. Kemudian katakan: “Saya perhatikan tadi suasana menjadi sangat sunyi dan saya dapat membayangkan ini adalah topik yang tidak nyaman. Saya benar-benar ingin mendengar perspektif Anda, sehingga kita semua dapat bekerja sama sebagai tim untuk menyelesaikan ini. Saya tahu dibutuhkan keberanian untuk berbicara dan akan sangat membantu jika kita dapat melakukan percakapan terbuka tentang hal ini sekarang.”

    Jika keheningan tetap ada, mungkin perlu upaya untuk membangun keamanan psikologis yang lebih besar dalam kelompok. Sesuaikan pendekatan Anda. Mulailah dengan melakukan percakapan empat mata untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan para pemimpin di tim Anda. Dengan sedikit dorongan dan latihan, mereka akan mulai merasa lebih percaya diri dan aman, sehingga pada akhirnya mereka dapat mulai membuka diri dalam pengaturan kelompok juga.

    Training Leadership Skill
    Training Leadership Skill

    TIPS Indonesia – Coaching, Consulting, Training

    • Jl. Rawamangun Muka Raya, No. 5, Rawamangun, Jakarta Timur.
    • Perumahan Deltasari Indah AY-28, Waru, Surabaya.
    • Perumahan Taman Landungsari Indah, N1, Malang.

    Beberapa media sosial kami:

    Website:

    Youtube:
    https://youtu.be/0-rSCL29UIs

    Tiktok:
    https://vt.tiktok.com/ZSRpjd7B4/

    Instagram:
    https://www.instagram.com/reel/CiTiP0WqNz9/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

    Facebook:
    https://facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02nieu5rLH31zUWpCPZzgv3NiRFNXCBhJ7NTqTGTrpptYoPwjhwyddAXne2hSoUUbRl&id=1371007463

    WhatsApp:
    0858-4027-8033 (Ibu Olla)
    0895-1481-0211 (Ibu Erma)

    #trainingmotivasi, #seminarmotivasi, #motivator, #seminarmotivasisurabaya, #seminarmotivasikeren, #seminarmotivasijakarta, #seminarmotivasikeusahawanan, #seminarmotivasikaryawan, #seminarmotivasikarir, #seminarmotivasikerja, #seminarmotivasimakassar, #seminarmotivasinasionalbanjar, #seminarmotivasinusamandiri

  • WAJIB, Call 0858-5549-4440, Menjadi Leader Yang Baik Itu Seperti Apa

    WAJIB, Call 0858-5549-4440, Menjadi Leader Yang Baik Itu Seperti Apa

    KLIK https://wa.me/6285855494440, Cara Menjadi Leader Yang Baik Dan Tegas, 3 Kriteria Pemimpin, Kriteria Pemimpin Yang Baik, 20 Ciri-ciri Pemimpin Yang Baik, Kepemimpinan Yang Baik.

    Kenapa tim Anda tidak bisa memberikan feedback yang jujur kepada Anda?

    Alasan sebenarnya tim Anda tidak memberi feedback yang jujur. Sebagai seorang pemimpin, ada beberapa hal yang lebih tidak nyaman daripada meminta umpan balik dari tim Anda, hanya untuk ditanggapi dengan diam.

    Saya baru-baru ini menyaksikan skenario ini dimainkan secara langsung. Sayangnya, dalam kasus ini, pemimpin yang bermaksud baik malah memperburuk keadaan dengan menanggapi keheningan tim dengan ledakan kemarahan.

    Setelah itu, dia bertanya kepada saya: “Apa yang salah dengan orang-orang ini? Saya memberi tahu mereka bahwa saya ingin tahu apa yang ada di pikiran mereka, namun mereka hanya duduk diam dan tidak merespons.”

    Interaksi tidak nyaman semacam ini selalu terjadi. Paling sering, penyebabnya berakar pada satu hal yang sangat penting: kurangnya keamanan psikologis. Saat orang tidak merasa “aman”, mereka tidak merasa cukup bebas untuk angkat bicara – bahkan saat ditanya.

    Rasa Takut di Dalam Tim yang Mengganggu

    Banyak pekerja yang merasakan takut ketika bekerja. Dan alasan-alasannya mungkin akan sangat mengejutkanmu.

    Berikut adalah hal-hal yang saya dengar dari individu yang memiliki dinamika yang sulit:

    Mereka takut jika mereka berbicara dan berbagi kebenaran yang tidak nyaman, akan menyusahkan mereka nanti. Mereka kesusahan dengan kepercayaan diri (ya, bahkan mereka yang tampak paling percaya diri) dan lebih suka tinggal di zona nyaman yang tenang daripada menantang atasan atau status quo.

    Mereka khawatir jika mereka mengatakan sesuatu yang tidak disukai manajer, itu akan memengaruhi kemungkinan promosi mereka atau, lebih buruk lagi, menempatkan mereka pada daftar target ketika putaran PHK berikutnya tiba.

    Mereka berjuang untuk mengetahui bagaimana mengomunikasikan pesan yang sulit dan berpikir orang lain mungkin menilai mereka bahkan karena mencoba mengartikulasikannya. Mereka takut tidak disukai, atau bahkan dikucilkan, oleh manajer dan rekan satu tim.

    Saat saya bekerja dengan para eksekutif, saya menemukan bahwa membantu mereka memahami ilmu saraf di balik perilaku tim mereka menghadirkan momen “bola lampu” yang dapat membantu mengembangkan dinamika tim yang lebih sehat.

    Misalnya, model SCARF, yang dibuat oleh Dr. David Rock dari Neuroleadership Institute, adalah cara terbaik untuk mendapatkan wawasan tentang interaksi tim yang sulit. Rock menemukan bahwa ada lima faktor sosial yang dapat memicu respons ancaman atau penghargaan di otak. Lima faktor membentuk akronim SCARF:

    Status adalah tentang kepentingan relatif kita dalam suatu kelompok (“Apakah saya dihormati dan dianggap penting?”).
    Kepastian adalah keinginan otak kita untuk dapat meramal masa depan (“Dapatkah saya mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya?”).
    Otonomi adalah tentang merasakan kendali atas hidup dan pekerjaan kita (“Apa yang bisa saya kendalikan?”).

    Keterkaitan adalah rasa aman kita dalam hubungan kita dengan orang lain (“Seberapa baik saya termasuk? Apakah saya didukung oleh orang-orang di sekitar saya?”). Keadilan adalah tentang keinginan kita untuk memiliki keadilan dan kesetaraan dalam situasi (“Apakah saya diperlakukan dengan adil?”).
    Orang-orang perlu merasa aman di lima area ini agar mereka dapat tampil di level tertinggi dan mengambil risiko.

    Di sisi lain, ketika otak merasa terancam, hal itu memicu terjadinya pembajakan amigdala. Itu adalah respons melawan, lari, atau diam di mana jantung Anda berdetak lebih cepat, telapak tangan Anda mulai berkeringat, dan Anda merasa perlu untuk melarikan diri. Otak logis menjadi offline dan otak emosional mengambil alih. Kemampuan Anda untuk berkolaborasi, berinovasi, dan menjadi anggota tim yang produktif turun secara signifikan.

    WAJIB, Call 0858-5549-4440, Menjadi Leader Yang Baik Itu Seperti Apa

    TIPS Indonesia – Coaching, Consulting, Training

    • Jl. Rawamangun Muka Raya, No. 5, Rawamangun, Jakarta Timur.
    • Perumahan Deltasari Indah AY-28, Waru, Surabaya.
    • Perumahan Taman Landungsari Indah, N1, Malang.

    Beberapa media sosial kami:

    Website:

    https://askansetiabudi.com/4-mindset-pengusaha-sukses-call-0858-5549-4440-mindset-bisnis-yang-benar-by-askan-setiabudi-ci-tips-indonesia/
    https://tips-indonesia.com/training-leadership-skill/
    https://www.outboundindonesia.com/category/wisata-jatim-2/

    Youtube:
    https://youtu.be/0-rSCL29UIs

    Tiktok:
    https://vt.tiktok.com/ZSRpjd7B4/

    Instagram:
    https://www.instagram.com/reel/CiTiP0WqNz9/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

    Facebook:
    https://facebook.com/story.php?story_fbid=pfbid02nieu5rLH31zUWpCPZzgv3NiRFNXCBhJ7NTqTGTrpptYoPwjhwyddAXne2hSoUUbRl&id=1371007463

    WhatsApp:
    0878-3615-2078 (Ibu Dini)
    0858-4027-8033 (Ibu Olla)

  • SOPIR

    “Apa syarat yang paling penting untuk bisa sukses dalam bisnis ya Pak?” tanya seorang peserta workshop yang diadakan oleh Dinas Koperasi Jawa Timur.

    “Ada banyak faktor, dan semuanya penting.” jawab saya.

    ——-

    Dulur-dulur, menjalankan bisnis adalah ibarat menjalankan mobil. Tidak akan bisa jalan, kalau ada syarat-syarat yang tidak dipenuhi. Misalnya, ada setir tapi tiada roda. Ada roda dan setir tapi tiada bensin. Ada setir, roda dan bensin tapi tiada mesinnya. Atau ada semuanya tapi tiada sopirnya..Mana bisa jalan?. Hehe

    Setir adalah ibarat kendali, artinya bisnis harus bisa dikendalikan, dikontrol. Tidak boleh bisnis berjalan tanpa kontrol, karena pasti akan nabrak-nabrak dan nyungsep. Kontrol dalam bisnis contohnya adalah pedoman kerja, tata tertib tim, SOP, dan sejenisnya.

    Roda adalah ibarat tim pendukung, rekan kerja atau karyawan (TRK). Kalau mau bisnis Anda cepat besar, maka tidak mungkin Anda kerjakan sendirian. Anda perlu TRK utk mengeksekusi dengan cepat dan tepat ide-ide cerdas Anda. Tanpa mereka, ide-ide Anda hanya akan menjadi sampah di pikiran Anda, tanpa realita.

    Bensin adalah ibarat modal dalam bisnis. Baik berupa modal financial (uang, asset, dan sejenisnya) ataupun non financial (relasi, ide, ketrampilan, pengetahuan, dan sejenisnya). Pastikan, minimal salah satu ‘bensin’ tersebut ada di dalam ‘tangki’ bisnis Anda.

    Mesin adalah ibarat manajemen untuk meramu semuanya, agar bisa saling menguatkan dan saling melengkapi. Manajemen ini tidak terlihat secara kasat mata, tapi jika dia ‘ngadat’ maka semua proses akan terhenti. Maka pastikan mesin bisnis Anda selalu dirawat, diupgrade atau diservice agar bisa berfungsi semakin optimal.

    Last but not least, SOPIR, ya sopir…..Sehebat apapun SOP Anda, sekuat apapun TRK Anda, sebanyak apapun MODAL Anda, secanggih apapun MANAJEMEN Anda, tapi kalau tidak ada SOPIR (LEADER, red) yang mahir untuk memimpin semua elemen tersebut, maka BISNIS Anda tidak akan kemana-mana.

    Bagaimana dengan bisnis Anda?
    Yang senyum-senyum pasti merasa….hehe
    Salam STAR
    www.tips-indonesia.com
    http://bit.ly/STAR_coaching